Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Anak kandung Tuan ji



Rumah Sakit ini berjarak cukup jauh dari Rumah Sakit jiwa tempat Somi berada selama ini, kaki nya bahkan penuh dengan lecet-lecet akibat jalan setapak yang ditempuh nya dengan kaki telanjang, disepanjang perjalanan dia merasa tidak percaya dengan fakta yang dikatakan pria asing itu, namun saat nada bicara nya menjelaskan terlihat jelas itu sangat lah meyakin nya, membuat hati Somi sedikit teriris dengan semua fakta ini, bagaimana bisa dia memiliki saudara yang ditelantarkan oleh ibu nya, bahkan pria itu memancarkan kebencian yang mengerikan kepada nya, lebih dari semua itu Somi tidak percaya bahwa ibu nya yang pergi dari sisi ayah nya, dia merasa begitu sakit atas kenyataan, jika saja saat ini dirinya berada di posisi ayah kandung nya mungkin beliau tidak akan memperlakukan Somi seperti sekarang terlepas sesalah apa dirinya.


“siapa ayah kandung ku sebenar nya” tanya wanita itu dengan tertatih memasuki rumah sakit tempat ibu nya dirawat


Tuan Ji menyuapi istri nya makanan dengan penuh perhatian, dia sangat menyayangi wanita itu meskipun dirinya membenci anak nya, Tuan Ji memberi alasan kepada istri nya jika Somi begitu sibuk dengan pekerjaan nya saat ini, lantaran wanita itu tidak melihat perkembaangan berita saat ini, tentu saja semua itu perbuatan Tuan Ji agar kesehatan istri nya tidak terganggu akibat kondisi yang dihadapi oleh anak nya.


“ibu” pintu kamar itu terbuka hingga mengalihkan pandangan Tuan Ji dan istri nya


“Somi” lirih wanita paruh baya itu melihat kepada anak nya, kondisi anak nya sangat memprihatinkan, kaki nya penuh dengan luka, mata nya sembab, rambutnya berantakan, bahkan pakaian yang dikenakan nya lusuh, membuat wanita paruh baya itu mendudukan diri dengan susah payah, ibu mana yang tega melihat kondisi anak nya seperti itu “Somi ada apa dengan mu?” tanya nya memandang ke arah Somi yang berjalan mendekat menghampiri mereka, bahkan Tuan Ji begitu tegang menyaksikan Somi di depan mata nya, Somi berhenti tepat didepan mereka, dia memandang orang tua yang sudah membesarkan nya satu persatu, Somi berusaha tegar untuk tidak menumpahkan air mata atas apa yang sudah di alami nya, dia menahan emosi nya untuk tetap tenang


“ibu” lirih nya, membuat wanita itu memandang Somi dengan begitu peduli nya, sedangkan Tuan Ji merasa gugup seakan Somi akan mengeluarkan bom waktu untuk diri nya


“nak, ada apa dengan mu, sayang. Bukan nya kau bilang Somi baik-baik saja, kenapa anak ku bisa seperti itu” tanya beliau kepada suami nya yang begitu bungkam memandang ke arah Somi “Somi kenapa kau diam saja” sambung wanita tersebut ke arah anak nya.


Somi bungkam memandang ke arah wanita itu, dia merasa sulit mengeluarkan satu kata sebab terlalu banyak pertanyaan yang meraja lela didalam otak nya, membuat gadis itu semakin tak sanggup mengendalikan gejolak yang ada.


“siapa itu James” teriak Somi ke arah ibu nya, seakan amarah nya tak terbendung lagi menahan semua kenyataan bahwa ibu nya yang memisahkan dirinya dengan ayah kandung beserta saudara sedarah nya, sedangkan wanita yang berada didepan nya terdiam dengan kaku, mata nya membulat sempurna, bahkan tangan nya begitu gemetar seketika, dia tidak menyangka Somi mempertanyakan hal ini, bahkan membuat dirinya tidak menyangka anak nya mengetahui nama itu, air mata wanita itu mengalir tanpa menjawab pertanyaan anak nya, membuat Tuan Ji merangkul tubuh istri nya


“apa yang kau lakukan kepada ibu mu, apa kau ingin membunuh nya” teriak nya kepada Somi untuk membela istri nya


“apa pertanyaan ku salah, aku hanya mempertanyakan siapa itu James, kenapa saat ibu mendengar nya ibu bungkam, kenapa ibu tidak menjawab nya, jika ibu tidak mengenal nya, ibu bisa mengatakan tidak, tapi ibu tidak menjawab ku, berarti ibu mengenal siapa itu James!! Katakan pada ku!! Siapa itu James!!” tanya Somi dengan isakan yang memenuhi suara nya


“Somi, kau keterlaluan! Keluarlah dari sini, jika tidak! Aku tidak akan memaafkaan mu” balas Tuan Ji saat emosi nya mulai meningkat, saat anak angkat nya meninggikan suara dihadapan mereka.


“aku tidak akan pergi dari sini, sebelum ibu menjawab pertanyaan ku, siapa itu James!!” bentak nya kepada Tuan Ji


“kau!!!” darah beliau seakan mendidih meneriaki anak angkat nya, membuat soni mengepalkan tinju berani, sudah cukup laki-laki itu menyiksa nya, dan sekarang dirinya ingin mengetahui fakta tentang diri nya dari ibu yang melahirkan dia dari rahim beliau


"biar aku yang menjawab mu” sambung Tuan Ji dengan begitu yakin nya, membuat wanita itu melihat kearah nya dengan penuh kebencian, sedangkan istri nya masih menangis didalam pelukan beliau


“dia kakak kandung mu!” jelas nya seketika, membuat Somi terdiam dengan fakta. Ternyata yang dikatakan laki-laki itu kenyataan tentang hidup nya


“apa yang kau lakukan” tukas wanita paruh baya itu, saat tangan suami nya melayang di pipi anak nya, bahkan Somi memancarkan begitu banyak kebencian


“apa ini wajah asli mu!!! Tidak kah kau puas dengan apa yang kau lakukan padaku!! Menyiksaku dengan pukulan hingga aku berakir dirumah sakit, bahkan kau memasukan aku kerumah sakit jiwa disaat aku tidak gila, dan sekarang kau menamparku lagi, kenapa tidak sekalian kau membunuh ku” teriak Somi kepada ayah tiri nya, bahkan ibu yang malahirkan nya tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh anak nya


“apa yang terjadi, tidak mungkin” teriak nya dengan begitu histeris, membuat Tuan Ji menjangkau tubuh istrinya yang terkapar dilantai


“Iriana” teriak Tuan Ji kepada istri nya


“apa yang kau lakukan kepada Somi” bentak nya dengan air mata, bahkan dia menjauhkan diri dari suami nya


“Iriana” lirih Tuan Ji dengan begitu menyesal nya


“apa kah yang diucapkan nya itu benar? Kenapa kau melakukan nya? Kenapa bisa kau menyakiti anak mu sendiri” teriak nya kepada Tuan Ji


“Iriana, anak mu pantas mendapatkan hukuman seperti itu, dia telah mengahancurkan hidup ku akibat kesombongan nya, aku memberi dia pelajaran atas semua yang diperbuat nya” balas Tuan Ji kepada istri nya “dia hanya anak tiri ku yang membunuh dua anak kandung ku, Rayool dan Rahui” tutur nya


Plakkkk…….. tamparan itu melayang ke wajah Tuan Ji, untuk kali pertama nya istri yang sudah menikah dengan nya hampir 20 tahun itu menampar dirinya, membuat Tuan Ji tidak percaya dengan apa yang tengah di alami nya, dia seperti tidak bisa menerima ini sebuah fakta. Sedangkan Somi hanya menyaksikan perdebatan dua suami istri dihadapan nya


“Iriana, apa yang kau lakukan?” tanya beliau dengan begitu gagap


“membunuh? Kau menuduh Somi membunuh dua adik nya!! Apa akal mu rusak!! Balas nya kepada suami nya


“ibu memang aku yang membunuh Rayool dan Rahui” tukas Somi dengan begitu cepat membantah perkataan anak nya


“diam” teriak Iriana kepada anak nya, membuat Somi berlinang air mata memandang ke arah ibu nya, tidak mungkin ibu nya mengatakan fakta yang sesungguh nya.


“ada apa ini!! Apa yang tidak aku ketahui” balas Tuan Ji dengan tidak mengerti lagi terhadap keadaan, seakan Somi begitu ingin dituduh sebagai pembunuh, jika dia yang membunuh anak kandung nya, kenapa gadis itu percaya diri mengakui nya, membuat beliau semakin tidak mengerti dengaan keadaan yang terjadi


“Ji! Somi anak kandung mu, dia darah daging mu!” jelas Iriana dengan begitu serius nya, bahkan dia mengumpulkan keberanian untuk mengatakan itu, membuat Somi dan Tuan Ji terdiam tidak percaya, seakan perkataan yang di ucapkan oleh istrinya seperti candaan yang tidak dapat di ketawakan, kenyataan yang begitu garing untuk di telan nya secara mentah