Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
[Episode :80] Harus meluruskan.



Beberapa hari berlalu begitu saja, Airyn seperti biasanya, menghabiskan waktu bersama Hansell. Di saat dirinya bosan, Airyn pergi kekantor Hansell untuk menemani kekasihnya bekerja, dia menghabiskan waktu sepuasnya disana, namun tetaplah saja, ia adalah pengila kerja yang tidak bisa di pisahkan darinya, Airyn merasa bosan untuk berada di negara itu, bahkan Airyn telah berfikir untuk pulang ke Irlandia, hanya saja dia belum berani mengutarakan hal itu kepada Hansell, sampai saat ini Airyn masih menyimpan fikiran-fikiran itu sendirian, untuk menunggu waktu yang tepat saat mengutarakannya.


“Airyn apa kau bosan?” tanya Hansell ketika memandang gadis yang duduk di sofa tepat di depan matanya.


“Tidak” balas Airyn dengan tersenyum.


“Kemarilah” seketika Hansell menjulurkan tangannya untuk Airyn mendekat ke arah meja, tentu saja Airyn menuruti perintah Hansell, dia berjalan dengan segera mendekat ke kursi kerja yang diduduki pria itu,


Hansell menarik tangan Airyn, hingga gadis itu terduduk di pangkuanya, dia menangkap pinggang Airyn untuk mengunci pertahanan tubuh gadis yang cukup bosan di kantor, Hansell tersenyum melihat sikap kaget yang di tunjukan wanitanya, bahkan Hansell begitu bahagia jika akirnya bisa melakukan hal seperti ini dengan wanita yang ia cintai.


“Apa yang kau lakukan, ini masih jam kerja Hansell. Jika Darrel masuk dan melihat hal ini, aku bisa kehilangan mungka di depannya” tegur Airyn untuk mencoba menjauhkan diri dari Hansell, namun pria itu tidak ingin mengalah, ia bahkan mengeratkan cengkraman tanganya seolah Airyn tidak boleh membantah.


“Apa kau tau, biasanya aku yang mengatakan hal ini kepada wanita yang kurang ajar padaku, tapi kali ini aku yang menerima kata-kata itu darimu” kekeh Hansell saat menatap wajah kekasihnya, membuat Airyn memamcarkan aura kelam saat menatap tajam kearah Hansell.


“Berarti selama kau bekerja, banyak wanita yang melakukan hal seperti ini dengan mu, apa begini yang kau katakan kerja, tidakah kau malu bicara seperti tadi Hansell” hina gadis itu dengan tatapan merendahkan, bahkan membuat Hansell memudarkan senyum yang tadinya mereka, apakah ia salah bicara dan sudah memancing kemarahan singa betina.


"Astaga Hansell, bodohnya kau"


“Tidak” seru pria itu dengan raut wajah tegas, seolah ia tidak bermaksud seperti yang Airyn fikirkan.


“Lpaskan aku, dasar brengsek” bentak Airyn dengan kesal, ia bahkan memukul tangan Hansell untuk melepaskanya, tapi Hansell tetap tidak mau dan terus bertahan dengan cengkraman tangan yang kuat.


“Tidak. Aku tidak akan melepaskan mu, kau sudah salah paham padaku, bukan itu maksudku” Hansell memeluk Airyn dengan begitu erat, dia tidak ingin melepaskan gadis yang tengah salah paham dengan dirinya. Tentu sekarang Hansell sadar perkataanya sama saja tengah membenarkan jika ada wanita yang seperti ini dengannya. Betapa bodohnya Hansell bicara tidak tahu malu itu pada Airyn.


“Lepaskan aku!!” teriak gadis itu seolah ia tidak ingin ada di dekat Hansell


“Tidak mau. Aku tidak akan melepaskanmu”


“Kenapa kau tidak melakukannya dengan wanita lain lagi, apa karna aku ada disini? makanya kau tidak bisa melakukannya. Astaga aku tidak percaya inilah perkerjaan mu selama ini” hinanya tanpa ada saringan apapum ketika melontarkan kata, bahkan nada suara Airyn meninggi, membuat Hansell mengkerutkan kening, akibat bingung bagaimana cara meluruskan kesalah pahaman yang terjadi antara mereka.


“Tidak sayang, bukan seperti itu. Bukankah aku bilang banyak wanita tidak tahu malu melakukan hal seperti ini, dan aku selalu menolak dan bahkan mengusir mereka. Tapi kali ini aku yang tidak tahu malu untuk menggodamu, dan mendapatkan tolakan sepeti tadi. Tentu saja aku tengah membandingkan bagaimana tingginya derajadmu di bandingkan wanita lain” seru nya dengan lirih. Bahkan Hansell tidak mengerti apakah Airyn akan menerima penjelasannya


“Aku tidak percaya, laki-laki memang seperti mu, bahkan di dunia bisnis aku telah mengenal banyak laki-laki hidung belang, mereka mencari uang hanya untuk bermain wanita, apalagi kau seorang pria tentu saja kau melakukan hal sama. Jadi jangan mengelak dengan alasan klasik seperti itu, aku tidak sebodon itu untuk percaya padamu”


“Tidak, aku tidak pernah melakukan hal itu, aku hanya ingin melakukannya bersama mu. Kenapa kau sekesal ini, apa kau cemburu”


“Airyn.....” seketika Hansell mengusap lembut bagian pipi gadis itu “Aku tidak pernah melakukan itu dengan siapapun, meskipun aku mengatakan penyangkalan ini pasti hanya terdengar klasik. Tapi aku benar-benar tidak ingin membuat bualan apapun padamu, aku benar-benar ingin melakukan apapun denganmu” Tatapan keduanya saling menatap, bahkan suara lembut Hansell mampu menenangkan Airyn dengan suara rendahnya “Kau itu mengemaskan sekali, apa kau tau, saat kau marah, aku ingin sekali menghukum mu di atas ranjang” goda Hansell pada Airyn, membuat gadis itu mendorong tubuh Hansell agar menjauhu dirinya, namun berhasil di tahan oleh tangan kokoh yang sangat kuat “Tapi aku tidak akan melakukan disini, karna ini masih di kantor”


“Hansell, kau jangan gila” Airyn mengalihka pandangam seolah enggan melihat pria itu, bahkan dia menggigit bibir bawahnya saat merasakan posisi asing yang tengah di hadapi mereka saat ini.


Hansell mengangkat kepala gadis itu untuk mendongak menatap kedua matanya, bahkan dengan lekat memperhatikan Airyn dari sisi manapun, seakan dia menginginkan sesuatu bersama kekasihnya, namun Hansell menarik tubuh Airyn dan menyandarkan kepala gadis itu kedadanya, dia merangkul Airyn dengaan penuh sayang yang melanda, bahkan gelora cinta bisa berbunyi dari detak jantung mereka, Airyn menyentuh Hansell sambil melingkarkan kedua tanganya di tubuh pria itu. Bahkan saat ini Airyn tersenyum mendengarkan betapa ricuhnya bagian jantung Hansell yang sangat bergemuruh.


“Apa kau sedang berdebar?” tanya Airyn dengan tersenyum, ketika mengoda pria itu.


“Tentu saja, aku seperti ini karna menahan diriku, apa kau tidak kasihan dengan kekasihmu sayang” balas Hansell saat nada lirih itu menjawab pertanyaan Airyn dengan mesra.


“Hansell......” Airyn memeluk pria yang di cintainya, dia mengangkat kepala dari sana, lalu melingkarkan tangannya ke leher Hansell disaat posisinya masih menduduki paha pria itu, Airyn tersenyum dengan penuh arti, membuat Hansell tersenyum karna mengerti.


Airyn memulainya, membuat Hansell terdiam, meskipun Airyn sangat lamban untuk melakukan, Hansell memilih untuk memimpin permainan, Hansell tersenyum saat menyaksikan permainan payah yang dilakukan gadis itu, setidaknya dalam banyak hal yang bisa dilakukan Airyn, hanya disaat berduaan Airyn selalu kalah.


Hansell merangkul pinggul wanita itu untuk melekat ke tubuhnya, dia mengambil bibir Airyn dan mencicipinya sampai habis, bahkan Hansell memutar kursi kerja kearah belakang, membuat Airyn tidak kelihatan dari arah depan, Hansell seperti pria yang begitu mahir melakukanyya, membuat Airyn tak bisa menolak selain merasakan perlakuan dari kekasihnya.


Tapi semakin lama, Hansell mulai kelewatan, membuat Airyn melepaskan diri untuk menjauhka pria itu, tentu saja jantung Airyn berdebar, bahkan ingin meledak hancur saat Hansell terlihat berbeda dari biasanya “Hansell, apa kau tidak takut jika Darrel masuk ruangan ini, s-setidaknya kita tidak bisa seperti ini di kanton?” serunya dengan sangat malu.


“Dia tidak selancang sayang, jika ada pacar ku disini, Darrel bisa membatasi diri. Bahkan ia paling pengertian dan sangat profesional. Jika ada pekerjaan mendesak pasti Darrel akan mengetuk pintu duluan, dari pada menerobos masuk” balas Hansell sambil tersenyum ke gadis yang tengah di peluknya.


“Oh begitu, aku cukup suka dengan kinerja Darrel. Dari apa itu, aku cukup kaget dengan dirimu. Kau hebat sekali melakukan hal-hal seperti ini di kantor, dan Darrel bahkan sangat pengertian, apakah ini terjadi karna kau sering melakukan hal seperti ini di kantor?”


Seketika Hansell terdiam mendengar pertanyaan dari wanitanya, dia tidak pernah melakukan apapun dengan wanita manapun, selain dengan Airyn, namun entah kenapa Hansell seperti pria yang begitu lihai atas adegan percintaan yang di lakukan mereka, mungkin benar jika laki-laki memiliki kemampuan alami dalam melakukan hal tersebut.


Hansell hanya tersenyum menghadap kepada Airyn, dia engan menjawab lantaran ingin sekali mengoda wanitanya dengan fikiran negatif yang tengah di fikirkannya


“Kenapa kau tersenyum, betulkan dugaan ku, kau sering melakukan hal seperti ini, dasar laki-laki menyebalkan” kesal Airyn dengan gurat marah yang amat jengkel.


“Lalu kenapa, aku hanya menginginkan mu” Hansell meraih wanita itu untuk mendekat ke arahnya "Tidak pernah ada wanita di sisiku yang sangat menarik seperti dirimu, bahkan aku tidak pernah memamdangkan mata melihat yang lainya. Jika semuanya ada pada dirimu apa kau fikir aku bisa berpindah hati pada yang lain. Seharusnya kau lebih tahu jawabanyan"


Tidak butuh waktu lama Hansell menarik Airyn untuk beranjak dari sana. Di kantor yang luas dan juga mewah lengkap dengan seluruh fasilitasnitu, ada sebuah ruang istirahat yang sengaja di buat untuknya. tentu saja berstandar Hotel bintang lima seperti hotel yang Hansell miliki. Airyn yang tak mengerti kenapa Hansell menariknya dibuat terkesiap, saat pria itu mengunci mereka di sebuah ruangan kamar yang ada disana, jika sudah seperti ini pasti Airyn akan di terkam lagi. Mata Hansell menyala dengan kilau menginginkan yang nyata, bahkan Airyn tidak sangup menatap lantaran Hansell sangat membuatnya terintimidasi, bahkan tidak butuh waktu lama bagi pria itu untuk menaklukan Airyn, dan sekarang Airyn luluh lantah di bawah dominasi pria hangat namun cukup menegangkan.