
Dengan kasar Airyn menepis air mata yang terus saja berderai tak kuasa, ia menghentikan tangisan disaat dirinya merintih tidak berdaya, Airyn mengerti saat ini adalah fase dimana kerapuhan menjadi teman saat melangkah menikmati masalah, namun di situasi ini Airyn merasa di uji untuk melihat seberapa penting Hansell untuk bagi hidupnya.
Hansell berlalu dari rumah sakit saat dirinya butuh waktu sendiri untuk menenangkan diri, ia masih belum bisa menerima kenyataan yang ada, membuat pria itu berusaha tegar untuk terus bertahan, sebab apapun akan menjadi masalah jika dirinya melemah, sebelum Hansell pulang kerumah ia telah berpesan kepada Angel untuk menenami Airyn dirumah sakit, tentu dengan senang hati Angel menerima perintah kakaknya, membuat Hansell sedikit tenang untuk menghindar dari Airyn, meskipun begitu untuk pergi atau menjauh dirinya benar-benar tidak sanggup, tapi rasa kecewa yang hadir saat ini sangat kental untuk mengerogoti seluruh kepercayaanya.
Dari arah luar, seseorang mengetuk pintu kamar Airyn, dengan cepat ia menepiskan kesedihan yang sedari tadi menyelimuti, Airyn bertemu dengan gadis cantik dengan dandanan cerah yang menghiasi sepi hati, gadis tersebut adalah Angel, ia melayangkan senyum termanis kepada Airyn yang berada di atas ranjang, bahkan membuat Airyn membalasnya dengan suka rela
“Kakak, apa kakak sudah makan?” tanya Angel sembari menenteng beberapa buah-buahan yanga ada di kantong belanjaan miliknya
“Sudah Angel, tadi Hansell yang menyuapiku” balas Airyn singkat sembari memberikan senyuman manis kepada gadis tersebut
“Apa kakak baik-baik saja?” tanya Angel disaat menyaksikan mata bengkak yang ada disekitar mata Airyn, membuat gadis itu salah tingkah sembil mengalihkan pandangan, tentu Angel menuntut kemana arah Airyn menyembunyikan wajah
“Benar, kakak pasti tadi menangis” tangkap Angel dengan tuduhan, membuat Airyn semakin enggan mengiyakan
“Aku baik-baik saja, kau berlebihan sekali"
“Kakak” lirih Angel dengan penuh pengertian, membuat Airyn memalingkan sedikit wajah melihat calon adik iparnya
“Kenapa kakak malu sekali, bahkan jika kakak sedih Angel juga merasa sedih, jadi jangan mengatakan tidak apa-apa disaat kakak ada apa-apa, lebih baik berbagi saja, jika tidak bisa, akui saja jika kakak sedang tidak baik” tutur Angel dengan nada lirih, membuat Airyn berlinang air mata sambali menundukan pandangan, dengan cepat gadis itu memeluk Airyn sembari membantu meredakan emosi, bahkan Angel merasakan sedih yang sama saat Airyn merintih di dalam pelukan nya
“Pasti kakak dan kak Airyn sedang bertengkar, pantas saja ia begitu memaksa untuk aku merawat kekasihnya, bahkan baru saja mereka membuat keributan di tengah taman, dan sekarang malah bertengkar, apa sebenarnya masalah mereka” fikir Angel didalam diamnya, sembari menepuk lembut pundak airyn untuk menenangkan
“Angel apa aku boleh bertanya?” seru Airyn saat bangkit dari pelukan gadis itu.
“Tentu, katakan saja. Kenapa kakak harus bertanya seperti itu” sahut Angel cepat
“Hmm….Hansell, apa dia pernah memarahi mu?” tanya Airyn dengan gugup, bahkan pandangan nya menunduk akibat malu dengan pertanyaan tersebut
“tentu saj pernah, bahkan jika dia sayang, dia pun juga marah” celetuk Angel cepat, membuat Airyn mengangkat kepala saat melirik ke arah nya “Kakak, kak Hansell memang jarang sekali marah, tapi jika dia marah, hal itu pasti karna dirinya sudah sampai ketahap kecewa, bahkan kakak sering kali memarahiku, disaat aku melakukan kesalahan kecil, bukan kah marah itu hal yang wajar, karna Kak Hansell manusia biasa untuk melampiaskan emosinya” tutur Angel sembari melirik ke arah Airyn, agar penjelasanya dapat membantu Airyn untuk mengerti
“Benarkan? Jika ia kecewa hingga membenci bagaimana? Apa dia akan meninggalkan mu?” tanya Airyn sekali lagi
“Tentu saja tidak, karna dia kakak kandungku, sesalah apapun aku, kakak tidak akan membenci hingga meninggalkan aku, meskipun begitu. Kak Hansell tidak akan meninggalkan kakak jika pun ia marah, karna aku paham sekali jika ia benar-benar mencintai kak Airyn, percayalah tidak pernah ada wanita yang membuatnya tergila-gila selain kakak. Aku tidak tau apa masalah kalian tapi kak Airyn, kakak ku sangat mencintai mu, ia tidak akan pernah melakukan hal apapun yang akan menyakiti mu, bahkan jika ia sendiri yang menyakiti, dia yang akan membenci hal itu. bahkan kak Hansell, sering menghukum dirinya. Aku bahkan baru menyadari keputusan kak Hansell pindah ke Korea adalah bentuk penghukuman diri yang dibuatnya saat itu, jadi sudah jelas bagaimana ia mencintai kakak. Percayalah kak Hansell tidak pernah membenci ataupun meninggalkan kakak” tutur Angel ke arah Airyn, membuat gadis itu menyambar tubuh Angel dengan takut, ia benar-benar takut kehilangan Hansell
“Aku takut sekali, sepertinya aku membuat kesalahan” seru Airyn dengan gugup, membuat Angel menepuk pundak wanita dihadapan nya sembari memberikan ketenagan “Apa masalah yang terjadi diantara mereka” gumam Angel dengan penuh tanda tanya, membuat gadis itu melirik panjang ke arah Airyn yang begitu erat memeluk tubuh nya
Kedua gadis itu saling memberikan kekuatan untuk menguatkan , bahkan Airyn dan Angel memberikan senyuman untuk menghibur, disela percakapan mereka, Airyn mencoba memikirkan beberapa hal, namun Hansell benar-benar menganggu fokusnya, tentu sikap gelisah tidak bisa disembunyikan membuat Angel memahami jika saat ini Airyn dilanda galau
“Aku rindu Hansell” fikir Airyn disaat menatap langit-langit rumah sakit “Apa dia tidak akan disini?” sekali lagi gadis itu berseru didalam diam “Tapi aku cemas sekali saat Hansell tidak disini” seketika suasana berubah buruk akibat rindu yang kian berat hingga menumpuk
“Kakak, sepertinya kak Hansell tidak menginap disini, jadi Angel yang menemani kakak malam ini” celetuk gadis yang tengah memeriksa ponsel seluler miliknya, bahkan saking bahagianya membuat angel melayangkan senyuman ke arah Airyn, tentu saja Angel baru menerima pesan singkat dari Hansell, meskipun sedikit berat, Angel berusaha menuturkanya dengan pembawaan tenang ke arah Airyn yang berada di atas ranjang
“Ohh.. begitukah, baik lah” sahut Airyn dengan nada rendah, bahkan ada kecewa yang begitu jelas tertampil disetiap intonasi suara, membuat Angel semakin tidak tega dengan gadis yang dilanda rindu tak berkesudahan “Kasihan sekali kak Airyn, kenapa kakak seperti anak kecil. Aku benar-benar berada di posisi sulit” gerutu Angel dengan kesal memikirkan sikap kakak kandung yang menyebalkan
“Apa kakak butuh sesuatu” sambung Angel ketika melirik ke arah Airyn
“Tidak angel, kakak ingin baringan saja” balas nya sembari memeberikan senyuman manis, Airyn mencoba bergerak perlahan hingga Angel dengan cepat menyambar sambil membantu Airyn menidurkan diri dengan nyaman
“Angel keluar sebentar, Angel ingin menelfon seseorang, kakak istirahan saja” tuturnya dengan permisi, membuat Airyn menganggukan kepala mengerti
Angel menutup pintu kamar Airyn dari arah luar, ia memberi jarak dengan ruangan tersebut, sambil mengotak-atik nomor diponselnya, bahkan mulut Angel begitu mengerutu ke arah ponselnya, sebab ia sangat kesal dengan kakaknya yang membuat Airyn begitu menderita
“Kakak” bentak Angel dengan nada tinggi, membuat Hansell menjarakan ponsel dari telinganya
“Kakak masih bisa mendengar mu dengan baik Angel, ada apa?” balas Hansell dari seberang sana
“Apa Airyn sudah tidur?” tanya pria itu kepada adiknya
“Belum, kak Airyn bahkan sulit sekali tidur, ia seperti orang yang berfikir keras, membuat Angel sulit sekali bicara dengan nya, sebab Angel tidak ingin menganggu, jika ada masalah tidak bisakan kakak bicara baik-baik, bukan malah pulang dan menghindar. Apa ini benar Hansell Hamilton, bahkan sikap kakak, seperti anak kecil saja” hina Angel dari balik sana, membuat Hansell semakin geram mendengar celotehan adiknya
"Lebih baik kau tidak usah ikut campur, dan lagiaan kami tidak bertengkar, kakak butuh waktu sendiri saja. Apa Airyn sudah makan?” balas pria tersebut sembari menyertakan pertanyaan
“Kakak ini benar-benar menyebalkan sekali, kak Airyn tidak mau makan, ia bahkan tidak meminum obatnya, ia menolak hal apapun, aku jadi binggung” balas Angel dengan suara memelas “Dan juga kak, tidak mungkin Angel memaksakan, makanya Angel hanya bisa diam saja dan menjaga kak Airyn dengan baik” serunya sembari menjelaskan secara terperinci, membuat Hansell terdiam tanpa seraya memberikan jeda
“Kakak…. Kenapa diam saja” saru Angel sekali lagi, saat tidak mendengar balasan dari kakak nya
“Tidak apa-apa, jaga Airyn baik-baik, kakak tutup dulu” tutur Hansell sambil memutus sambungan telepon, membuat Angel sangat kesal saat kakaknya itu memutuskan dari sebelah pihak saja
Di sisi lain, Hansell begitu khawatir setelah mendegar pernyataan yang diberikan oleh adiknya, tentu saja cemas membuatnya semakin tidak tenang, ia takut kondisi Airyn memburuk hanya karna dirinya, namun saat ini mereka seperti butuh waktu sendiri, bahkan bertemu dengan Airyn membuat Hansell merasa tidak sanggup.
Begitupun dengan Airyn ia merasa gelisah setiap kali menutup mata, fikiran nya dipenuhi oleh Hansell dan Hansell, membuat gadis itu ingin sekali berteriak akibat rindu yang begitu membelenggu.
“Kakak” putus Angel, saat memasuki ruangan kembali
“Ada apa Angel?” tanya Airyn ketika melihat ke arah Angel
“Kak, Hellena mengirim pesan pada ku, ia ingin menemani kakak disini, sebab Angel mengatakan kalau saat ini Angel sedang dirumah sakit dan menginap, jadi Hellena bersikeras untuk menemani, apa aku boleh membawa Hellena kesini kak?” tanya Angel kepada Airyn, membuat gadis itu membulatkan mata dengan sempurna, bahkan ia tak mampu bicara untuk mengizinkan begitu saja, sebab Airyn begitu gugup jika Angel mengetahui kebenaran yang ada, tentu Airyn tidak siap untuk menghadapi kenyataan jika Angel membenci dirinya. Untuk hal ini saja Airyn benar-benar menyesal dan ketakutan, tangan nya mengepal menahan gugup dan gemetar, pancaran mata itu membuat airyn merasa bersalah tak karuan
“Apa tidak boleh, aku akan menolaknya, tunggu sebentar” seketika Angel mengotak-atik ponsel sembari mengirim pesan kepada Hellena
“Tunggu angel” Airyn menghentikan segera, membuat Angel menghentikan aktifitas jari nya
“Boleh, silahkan jika Hellena ingin kesini, tapi sebelum itu aku ingin mengatakan sesuatu” tutur Airyn dengan takut, bahkan ia sangat gugup tanpa mampu memandang Angel, Airyn hanya berfikir apa ini akir hidup bahagianya, setelah Hansell membenci dan menjauh, sekarang ia terpaksa mengakui kepada Angel tentang masa lalu Hellena, membuat Airyn mengumpulkan keberanian untuk memulai kata
“Sebenarnya…”
“Kakak!” tiba-tiba Angel memeluk hangat tubuh Airyn, sambil menangis tersedu-sedu, bahkan Airyn lebih kaget dari sebelumnya. Bagaimana tidak, gadis itu gemetar ketakutan sembari memeluk tubuh nya dengan takut, memubuat Angel sangat berat mengucapkan kata selain menengelamkaan kepala kepada Airyn yang penuh penyesalan
“Angel kau kenapa?” tanya Airyn dengan cemas, membuat Angel mengelengkan kepala akibat dirinya tidak kuat bicara
“Angel, bicaralah ada apa? Kenapa kau menangis seperti ini, apa ada yang menyakiti mu?” tanya gadis itu dengan raut wajah yang semakin cemas tanpa mampu disembunyikan
“Kakak maafkan Angel” lirih Angel dengan berlinang air mata yang dipenuhi isak tangis yang pecah dihadapan Airyn
“Kenapa kau minta maaf? Bahkan harusnya aku yang minta……”
“Tidak!” bentak Angel cepat, sebelum Airyn melanjutkan kalimatnya “Kakak, jangan minta maaf pada Angel, karna kakak tidak pantas melakukan itu, harusnya sedari awal Angel tidak harus bersikap seperti orang benar yang menyakiti kakak” seru gadis itu dengan begitu menyesal, Bahkan angel merasakan sakit melihat raut wajah bersalah yang ditamlilkan Airyn, membuat dirinya menangis sesungukan
“Kenapa angel? Ada apa? Ceritalah?” tutur Airyn dengan nada sedih, bahkan ia melepaskan diri dari Angel, sambil mengusap pipinya yang didera air mata, Airyn mencoba menenangkan gadis tersebut, namun Angel mati-matian menumpahkan air mata, meskipun begitu tangan Airyn tak henti mengusap, sembari memeluk kembali gadis tersebut, seketika Angel memeluk tubuh Airyn dengan kencang, hingga Airyn mendesis kesakitan
“Apa kakak sakit?” raut wajah cemas melanda Angel seketika, bahkan menghentikan tangisan nya “Kakak maafkan Angel” sekali lagi ia menumpahkan air mata membuat Airyn menghentikan raut wajah kesakitan nya
“It’s okey sayang, kakak baik-baik aja, Angel tenang lah” tutur Airyn dengan peduli, membuat Angel menekuk kepala dengan berat, akibat tidak mampu melihat kemata bulat Airyn
“Lihat kakak” Airyn menangkup pipi Angel sembari menatap kedua matanya, ia bahkan mencoba menghapus air mata itu agar Angel tenang “Kenapa kau menangis? Apa ada yang salah? Apa kakak menyakiti mu?” tanya Airyn dengan begitu lembut, membuat Angel mengelengkaan kepala dengan cepat, seraya mengumpulkan keberanian untuk mengatakan, bahkan ia menarik-narik ingus yang dirasa naik turun disaat dirinya menangis
“Kakak” suara Angel gemetar ketakutan, saat mengakui apa yang akan di ucapkan kepada Airyn, namun sorot mata wanita didepan Angel, menuntutnya untuk bicara “Angel benar-benar minta maaf, dan Angel benar-benar menyesal kak, Sngel sudah mengetahui semuanya, jika kakak lah wanita yang lima tahun lalu menjatuhkan Hellena” tutur Angel dengan nada gemetar, membuat Airyn merinding setelah mendengarkan