
Mereka pulang ketika matahari telah tengelam, meninggalkan sekolah dikeadaan malam, tentu saja dua insan itu tidak seperti pasangan seutuhnya, karna Hansell yang baik dan memegang teguh norma tidak mungkin melakukan yang yang tercela kepada gadis yang bukan siapa-siapa, melainkan cinta bersma diamnya.
Merry membukan pintu untuk Airyn, namun dia tak menyangkan Hansell juga berdiri disana, seketika itu Hansell berpamitan untuk pulang namun Airyn mencegah, selang beebrapa waktu perdebatan Hansell dan Airyn terjadi, hingga pria itu menyerah dan memasuki rumah Airyn untu mendudukan diri diruangan tamu, dia menikmati yang disuguhkan Airyn dirumahnya, mereka berdua masih sibuk berbincang-bincang dengan bahagia, membuat Merry hanya tersenyum dari jauh sana.
Tentu saja ini suatu kebahagian yang diinginkan nya atas Airyn, dia menginginkan tawa itu keluar dari gadis tersebut, mata sembab Airyn tentu saja membuat Marry mengetahu kalau gadis itu baru saja menangis. Namun dia tidak mengkhawatirkan apapun selain Airyn bahagia dan dirinya dengan senang hati menjaga.
Hansell berpamitan pulang kepada Merry dan juga Berto, seakan dirinya memperlakukan kedua orang itu layaknya orang tua, membuat Airyn meradang ketika Berto dan Marry malah memainkan peran, tentu saja dia tidak suka melihat Hansell merasa tertekan, meskipun Merry mengetahuinya dia hanya ingin mengoda pria tampan yang membuat Airyn berbunga-bunga.
Hari ini akir pekan, Airyn menghabiskan waktu dikantor bersama dengan Marry dan Merto, dia sangat sibuk dengan permasalahan bisnis hingga tak sempat bertemu dengan Hansell, meskipin beberapa kali pria itu terlintas dan menganggu fokusnya, namun Airyn dengan cepat menyadarkan diri agar tidak terlena.
“Merry apa proyek ini menguntungkan bagi kita?” tanya gadis itu yang dengan cermat membaca tiap-tiap lembar dikertas nya.
“jika proyek ini sukses besar tentu saja sangat menguntungkan nona, lantaran pengembangan obat baru yang Anti Vrus ini sangat menguntungkan didunia farmasi, bahkan penelitian tersebut telah terjalankan selama 5 tahun belakangan, jadi kemungkinan gagal itu sangatlah tipis”
jelasnya
“berapa persen?”
“10%”
“kenapa aku merasa penemuan ini sangat biasa saja, tidak sesuai dengan Feedback yang akan kita dapatkan nantinya” jelasnya kepada Marry “bukankah obat semacam ini sudah banyak kita miliki namun perbedaan nya hanya mampu menangkis virus apapun dengan vaksin yang diteliti bertahun-tahun lamanya, aku tidak menjamin kita akan mendapatkan keuntungan yang besar seperti yang dijanjikan. Karna itulah aku meragugan vaksi ini.”
“apa Nona ingin membatalkan nya?” tanya Marry untuk memastikan hal yang ingin dikatakan Airyn
“tidak mungkin kita membatalkan setelah menandatangani kontrak, tentu saja aku harus membayar pinalti untuk itu, menurut mu apa aku harus merugi diawal, atau mendapatkan rugi yang sangat besar di akir?” tanya nya
“jika memilih tentu saja lebih baik merugi diawal, namun jika proyek itu gagal, anda sangat diuntungkan atas keputusan tersebut. namun jika proyek tersebut sukses besar anda jauh lebih rugi dari yang anda bayangkan” jelas Marry kepada Airyn
“baiklah, lanjutkan dan berikan berapapun dana yang dibutuhkan untuk itu” tutup Airyn, tentu saja gadis itu kembali sibuk dengan apa dikerjakan nya.
“Nona mengenai saham Hamilton yang kita akuisisi apakah anda ingin menanam saham itu keperusahaan lain, sebab jika kita melebarkan saham tersebut keseluruh perusahaan Irlandia, mungkin kita mampu meraih posisi pertama untuk satu bulan kedepan, jika anda hanya menanam saham itu di Tiongkok saja tentu saja itu akan terbagi dengan KL Grup, bukankah lebih baik anda menanamnya di perusahaan ini” jelas Merry, karna semenjak Airyn mengambil saham milik Tuan Hamilto dia masih belum melebarkan sayapnya keseluruh perusahaan.
Airyn meraih telepon yang berada diruang kerjanya, dan menelpon sektretaris utama yaitu Berto untuk menyambungkan panggilan ke perusahaan Hamilton.
Darrel pun menjawab panggilan itu dan memberi tahu Hansell mengenai panggilan Nona Petrov, seketika itu Hansell sangat kaget akan telelepon yang diterimanya dari airyn, dia hanya berfikir kenapa tiba-tiba Airyn menelfon dirinya melalui perusahaan.
Hansell pun menyambungkan telepon tersebut ke pada telepon yang berada di ruang kerja dirinya
“selamat siang Nona Muda Petrov” sapa Hansell dengan begitu cangungnya
“kenapa kau formal sekali” tanya Airyn dengan gugup, tentu saja dia juga merasa canggung
“baiklah, ada apa Airyn? apakah ada masalah lagi?” tanya Hansell dengan begitu penasarannya
“tidak ada, waktu itu kau pernah bilang ingin membicarakan bisnis denganku, makanya pagi buta kau menghampiri kamar hotel ku bukan? Aku hanya ingin bertanya hal apa yang ingin kau diskusikan?” tentu saja itu sebuah alasan, namun baginya alasan tersebut paling menguntungkan tanpa berbohong
“ohh tidak, aku hanya memiliki sedikit kendala dengan proyek ku, tapi sudah teratasi” Hansell pun begitu malu mengatakan alasan bohong seperti itu
“begitukah, hmm Hansell”
“iya ada apa?” celanya cepat
“ apa kau ada waktu untuk makan siang? Jika kau sibuk tidak apa-apa. Aku hanya igin membahas sedikit masalah mengenai saham” entah mengapa Airyn begitu gugup, gadis itu benar-benar merasa malu namun ia harus menjaga image nya
“bisa, aku akan menjemputmu? Kau dikantor bukan?”
“iya”
“aku akan kesana, tunggulah sebentar” Hansell pun tersenyum dengan ajakan tersebut, bagaimana tidak dia sangat bahagia akan hal itu,selain disekolah dan Tiongkok Hansell tidak pernah bertemu dengan Airyn diluar
“hati-hati” Airyn menutup telepon itu, dia tersenyum dengan malu, dengan cepat gadis tersebut berlari kekamar mandi dan mencuci wajahnya, tak lupa dirinya mengoleskan serum dan beberapa bedak untuk mempoles wajah cantik itu, Airyn melepaskan ikatan rambutnya, sekarang dirinya begitu cantik dengan rambut yang terurai, tak lupa dia mengoles lipstik berwarna peach untuk bibir nya yang segar seperti cerry