Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Berkas tahun lalu



“Siapa kadidat yang kau terima Darrel?” tanya Hansell kepada pria itu yang setia mengikuti langkahnya, bahkan saat ini Hansell memasuki ruangan dan menempatkan diri diposisi, tentu sebuah etika yang bagus jika Darrel menjelaskan ketika atasanya telah mendudukan diri diposisi


“Kadidat yang saya terima adalah Choi Jungkyung tuan, karna beberapa latar belakang pendidikan dan juga ia sangat mengagumkan menjawab pertanyaan, dan berdasarkan pertimbangan seluruh dewan yang hadir, semuanya mengarah kepada Nona Jung” ucap Darrel dengan penuh sopan, membuat Hansell sedikit terdiam atas pilihan itu.


Jujur saja, ia tidak menyukai gadis yang bernama Jungkyung akibat beberapa pertemuan mereka yang tidak mengenakan, hanya saja Hansell bukan orang yang suka melibatkan hal pribadi kedalam pekerjaan, ia mungkin akan memilih gadis itu jika menyeleksi, sebab Hansell telah melihat beberapa riyawat pelamar yang memenuhi syarat, hanya saja pilihan itu condong kepada Jungkung, jadi sesuai keinginan dan kebutuhan perusahaan Hansell akan setuju meskipun ada beberapa peraturam darinya kepada Nona Jung nantinya.


Disisi lain, ada hal tidak mengenakan untuk Hansell terima, bagaimana mungkin gadis itu mendaftarkan diri keperusahaannya, padahal sangat jelas perusahaan milik keluarga Choi hampir sejajar dengaan perusahaan Hansell, jika gadis itu memiliki kualifikasi mengagumkan, bukankah perusahaan milik ayahnya lebih tepat untuk dikelola, membuat Hansell penasaran akan latar belakang Jungkyung menginjak perusahaanya.


“Tuan, sepertinya Nona Jung telah datang, saya akan menunggu diluar” pamit Darrel seketika, ia keluar dari sana memberikan sikap hormat untuk terakir kalinya bekerja, melihat hal itu Hansell mengizinkan lalu kembali menarik pekerjaanya.


“Selamat pagi Nona Jung” sapa Darrel dengan ramah, membuat Jungkyung tersenyum manis seperti biasanya, nampak sekali betapa cerahnya gadis itu membuat nuasa berbeda diruangan ini, Darrel membukakan pintu ruangan Hansell untuk dimasuki Jungkyung, seketika gadis itu mengumpulkan keberanian untuk menghapus gugupnya


"Selamat pagi pak” sapa Jungkyung ketika memberikan hormat pada Hansell, pria itu menangkat sedikit kepala untuk melirik kearah kariyawan barunya, yang akan menjadi sekretaris pribadi Hansell mengantikan posisi Darrel.


“Selamat pagi Nona Jung, selamat datang diperusahaan ini, Saya fikir anda sedikit mengerti apa yang menjadi tugusmu bukan, jadi untuk hal yang belum anda pahami, bisa diskusikan dengan Darrel” ucap Hansell dengan kalimat dingin, membuat gadis dihadapanya tersenyum tanpa mengendorkan wajahnya, nampak sekali ia tengah memaksakan diri untuk itu


“Terimakasih pak, saya akan bekerja dengan baik , agar tidak mengecewakan anda” ucap Jungkyung itu kearah Hansell, membuat pria dihadapanya, menganggukan sedikit wajah


"Dan, aku perlu mengatakan ini. jika sebelumnya pertemuan kita tidak mengenakan, aku rasa kau perlu mengkesampingkan itu semua agar tidak dicampurkan dengan masalah pekerjaan, aku hanya ingin kau sedikit bersikap sopan dan tau batasan” ucap Hansell dengan nada tegas, membuat Jungkyung tersenyum pelik akan ucapan pria dihadapanya


“Mengesankan sekali dia” gumam gadis itu diatas senyum kepura-puraan yang sengaja ia tebarkan “Saya mengerti apa yang bapak ucapkan, saya minta maaf atas semua hal itu, dan mulai hari ini saya akan bekerja dengaan baik” seketika Jungkyung membungkukan sedikit badan dan memberi hormat pada Hansell, ia berlalu keluar untuk menuju mejanya


“Tenang saja, kau akan bertekuk lutut di hadapanku” gumam gadis itu dengan kilau mata tajam yang penuh dengan tekad dan ambisi kuat, ia menutup pintu dengan tegas seolah ada siasat yang sudah direncanakanya, siapa yang akan menebak tentang masa depan, mungkin saja kali ini kesempatan dirinya untuk mendapatkan hal yang diinginkan, seketika gadis itu mentrasmisikan wajah seram untuk keposisi semula, hingga bertemu dengan Darrel yang sudah menanti dirinya.


Darrel menjelaskan semua hal kepada gadis itu, bahkan dengan sekali penjelasan Jungkyung sudah memahami, bahkan Darrel tidak perlu bersusah payah gadis itu seolah handal berada diposisinya, seketika saja ia berhenti dan meloloskan Jungkyung untuk bekerja, jika Hansell telah memiliki kariyawan cerdas yang tidak diragukan lagi tentu dengan senang hati Darrel melepaskan jabatanya dan meninggalkan perusahaan, meskipun ada sedikit kesedihan namun semua hal yang kita miliki akan berlalu pergi, entah kita yang terpaksa meninggalkan ataupun ia yang harus lenyap dan tenggelam.


Airyn tengah sibuk melihat beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan, seolah gadis itu benar-benar tekun melakukanya, meksipun ini sebuah alibi saja, namun Airyn tidak pernah mengkesampingkan sebuah tanggung jawab, meskipun hal itu terlihat remeh, Airyn tidak segan memberikan kesungguh-sungguhan, tanpa berfikir Ia dengan mudah menyelesaikanya, bahkan tangan gadis itu dengan santai mengotak-atik beberapa berkas yang perlu direvisi ulang.


Namun tidak semua orang akan seperti dirinya, bersikap cuek dan masa bodoh, semua kariyawan yang ada disana tolak menolak melirik kearah Airyn, bukankah anak baru itu sangat aneh, ia dengan gampang menyelesaikan pekerjaan tanpa mengeluh dan juga bertanya, bahkan apapun yang dikerjakan oleh Airyn tidak memiliki dampak cacat sedikitpun, seolah ia sangat handal melakukanya, semua mata saling pandang dengan penuh rasa penasaran, tak urung semuanya berbisik untuk memuaskan hati menceritakan Airyn, walaupun ia sadar akan hal itu, apa yang bisa Airyn lakukan selain menutup telinganya sendiri.


“Revisi berkas ini” setumpuk kertas diletakan dimejanya, membuat Airyn terdiam menatap tumpukan yang hampir saja menutupi wajahnya, bahkan berkas itu bisa setengah tegak Airyn, tentu ada rasa kelu dibibir Airyn, rasanya jari telunjuk gadis itu telah kebas namun ia diberikan beban lain.


“Kau anak baru bukan? Turunkan sedikit pandangan untuk sama-sama menguntungkan, jadi periksalah berkas ini dan revisi ulang” ucap pria itu dengan tegas, seolah ia sengaja menampilkan senioritas diantara kariyawan dan junior, semua orang yang ada diruang hanya setuju tanpa pembelaan, membuat Airyn sedikit kagum jika didunia ini masih banyak orang yang menindas mengunakan kekuasaan, bukankah semua manusia itu sama saja, mereka mengunakan kekuasaan untuk menunjukan diri kepada kaum lemah, hanya saja pembeda dari semuanya adalah kasta, dimanapun kita berada kita semua selalu memiliki kesempatan untuk menindas orang lain.


Selama ini Airyn berfikir, hanya orang teratas saja yang tidak memanusiakan manusai lain, namun dikehidupan yang menyedihkan seperti yang ia jalani, semua orang juga seperti dirinya, jadi apa bedanya Airyn dengan mereka? Sama sama mengerikan!


Ia menarik salah satu dari kertas itu, Airyn membuka perlembar untuk membacanya secepat kilat, dengan kemampuan mengingat yang ia miliki, tentu Airyn dengan mudah mengerti keseluruhan isi yang ada didalam laporan tersebut, tanpa mengulang dan harus menghabiskan waktu memahami.


“Bukankah ini laporan tahun lalu? Bahkan sangat jelas perusahaan tidak membutuhkanya lagi, sebab setiap tahunya perusahaan selalu merangkum laporan untuk dilaporkan, jadi untuk apa kau menyuruhku merevisi berkas yang tidak digunakan lagi?” bantah Airyn dengan nada dingin, meskipun ia merendahkan sedikit sikap tajamnya saat menatap seseorang


“Bagaimana…bagaimana….bisa” pria yang awalnya mengintimidasi Airyn dengan senioritas malah kelabakan sendiri atas apa yang diucapkan oleh gadis itu, bahkan tampak jelas ia tidak membaca berjam-jam satu berkas namun sudah mengetahui jika itu sebuah laporan lama, membuat semua orang terdiam memandang kearah Airyn, sebab Senior Dall selalu handal mengerjai setiap anak baru yang masuk perusahaan, biasanya mereka yang takut akan melakukan tanpa bantahan sedikitpun.


“Anda bertanya bagaimana bisa saya mengetahuinya? Tentu karna saya memiliki mata untuk membaca keseluruhan berkas, bahkan tanpa membaca keseluruhaan berkas ini saja saya dapat mengetahui jika ini semua adalah penghasilan perbulan yang sudah dilaporkan tahun lalu, laporan keuangan, laporan laba rugi, asuransi, perbankan dan properti, semuanya tertera didalam sini, jika anda ingin mengetahuinya saya rasa mengunakan pin yang ada di Id Card itu anda bisa mengaksesnya bukan” tegas Airyn saat dirinya melirik sinis kearah pria yang sangat sombong akan kedudukanya.


"Lalu kenapa jika ini laporan tahun lalu! Kau fikir siapa dirimu. Hingga berani lancang seperti itu, ku peringaatkan! Jika kau ingin bekerja nyaman dan bertahan. Lakukan saja tugas yang aku berikan” ancam Dall dengan penuh tatapan tajam, bahkan ia menghempaskan tangan dengan kasar ke berkas yang ada dihadapan Airyn, seolah ia menunjukan betapa berkuasanya dirinya didalam ruangan itu, semua orang terdiam melihat Senior Dall membentak anak baru, siapa yang berani melawan pria itu, meskipun terlihat tampan namun ia selalu mencari gara-gara diperusahaan terutama pada anak baru yang dengan mudah diolok-oloknya.


Airyn berdiri dari duduk, ia tentu sangat geram pada pria aneh yang sok berkuasa, hanya saja Airyn kembali kepada kodrat semula, ia melepaskan gelar Nona Petrov dari dirinya dan hanya memiliki nama Airyn, jadi sebagai wanita biasa tidak sepantasnya Airyn meledak akan sikap orang yang merendahkan dirinya bukan.


“Berapa waktu yang anda butuhkan untuk saya membuat semua laporan ini?” tantang Airyn dengan begitu tegas, seolah ia tidak akan keberatan jika pria itu menguji kemampuanya, menyaksikan apa yang diucapkan anak baru itu siapa yang akan percaya dengan kesombongan kosong, meskipun ini kali pertamanya bagi Dall menerima tantangan dari anak baru, bahkan sebelumnya semua anak baru akan bekerja semalaman untuk menuntaskan hal ini, tapi ia percaya seorang pembrontak hanya sanggup mengeretak.


“Apa kau tengah membuat lelucon Nona…..”matanya melirik ke Id Card yang ada di dada Airyn “Nona Airyn…..baiklah, selesaikan semua ini dalam waktu satu jam, dan kau perlu membuat laporan sedetail mungkin” ucap Dall dengan angkuh, seolah ia akan mempermalukan gadis itu satu jam kedepan, dengan senyum penuh kemenangan pria itu berbalik kemejanya yang berjarak dua meter dari Airyn dan berada disisi kiri, jika dilihat mereka saling berhadapan


“Bahkan itu waktu yang cukup panjang diberikan untukku” gumam Airyn dengan tersenyum sungging, ia mendudukan diri diposisi, dengan segera Airyn meraih beberapa lembar kertas yang menumpuk disana, bahkan dalam beberapa detik saja ia meraih berkas yang baru, hingga begitulah sampai akir.


Di dalam ruangan, Hansell tentu tidak lamban, ia memasang CCTV yang difokuskan kearah Airyn dengan jelas, tentu pria itu sangat terhina akan tingkah kariyawan yang mengancam gadis kesayanganya, namun Hansell sedikit tertegun dengan cara Airyn kali ini, gadis itu mengunakan dirinya sendiri untuk menjatuhkan orang lain, bahkan Hansell yang menjadi kekasih Airyn tidak percaya jika gadis itu mampu menyelesaikan semuanya dalam waktu 1 jam, bagaimanapun itu berkas tahunan yang sangat menumpuk, bahkan salah satu angka saja sudah menghancurkan semuanya, tapi melihat kepercayaan diri gadisnya dengan sikap tenang, tentu saja Hansell sedikit bangga, jika Airyn akan mampu melakukanya dengan sempurna, ia memang sadar Airyn memiliki otak jauh lebih hebat dari manusia biasa, disamping keturunan dari Merry, ia telah bergelut didunia ini sedari remaja, tidak heran ini sebuah hal kecil untuk Airyn tangani


“Selesai” ucap Airyn dengan wajah tenang, beberapa lembaran keluar dari mesin print yang ada disudut ruangan didalam sana, ia melangkah untuk mengambil laporan yang ia kerjakan, membuat semua orang berbisik akan sikap yang Airyn tampilkan, namun dengan percaya diri ia menghampiri laki-laki yang sedari tadi tidak melepaskan tatapan darinya, bahkan pria itu terlihat berapi-api


ketika Airyn begitu jelas menantang.


“Ini laporan tahunan yang sudah saya rangkum, bahkan orang awampun sangat mudah memahami ini” ucap Airyn dengan nada mengejek, bahkan tatapan merendahkanya tidak mampu disembunyikan lagi, membuat pria itu menjangkau lebaran itu dengan kasar, Airyn yang merasa menang mencoba mengendalikan sedikit dirinya untuk tenang, bagaimanapun ia harus memberikan pelajaran pada pria yang mengintimidasi kaum lemah dibawahnya.


Dall terdiam diposisi, memandang tiap rincian yang sangat tepat dan teratur, bagaimana bisa seseorang mengerjakanya dalam waktu beberapa menit, bahkan belum sampai satu jam, bukankah ini aneh, apakah dia benar-benar manusia, membuat Dall merasa terhina akan gadis yang ada dihadapanya, belum sempat pria itu membentak Airyn, dengan lancang Siryn menekukak badan hingga mengintimidasi Dall dengan tatapan tajam layaknya Nona Petrov, Spontan Dall memundukan sedikit tubub tanpa tersadar, entah kenapa mata gadis itu benar-benar menakutkan dari yang ia bayangkan.


“Apa kau sering melakukan ini pada kariyawan baru, perlu aku ingatkan untuk kau mengurus dirimu sendiri, bahkan dengan mudah aku bisa menemukan beberapa data yang salah ketika kau input, jadi jika kau hanya manusia biasa jangan bersikap sombong hanya karna memiliki kekuasaan” ancam Airyn dengan kalimat mengancam yang tajam, sebab beberapa menit yang lalu Airyn menyempatkan diri untuk membuka portal perusahaan yang hanya bisa diakses oleh sandi milik Hansell sendiri, bukan Airyn namanya jika tidak mengetahui hal seperti itu, tentu ia melacak nomor IF yang tertera di Id Card milik Dall, untuk memeriksa pekerjaannya dimasa lampu, hingga Airyn mendapatkan celah kesalahan yang sangat fatal


“Apa maksudmu” pria itu berdiri dengan gugup, seolah ia tidak menyangka ada orang yang mengetahui hal ini, bagaimana bisa seorang gadis baru melakukan hal tersebut, seolah ia bukan wanita biasa yang bisa disepelekan, lalu siapa gadis itu sebenarnya, hingga mengetahui hal rahasia? namun siapapun wanita yang sudah meruntuhkan harga dirinya harus mendapatkan pelajaran.


“Kau tidak usah bicara mengada-ngada, untung saja kau seorang wanita, jika tidak…” Dall menarik lengan Airyn dengan kasar, membuat gadis itu sedikit mengkerutkan kening akibat rasa sakit atas cengkraman itu


“Bagaimana ini, aku tidak bisa membiarkan dia seperti ini, jika tidak Hansell tidak akan tinggal diam, kenapa malah jadi begini” batin Airyn saat menahan rasa sakit akibat cengkraman Dall


“Siapa kau sebenarnya, hingga bisa mengetahui semua ini ha..” bentak pria itu kedapaan Airyn


“Tidakan kau bisa membaca Id Cardku, namaku Airyn. siapun aku itu bukan masalahmu, yang jelas kau tidak berhak melakukan tidankan yang diluar batasan, apa kau tidak sadar ini telah melanggar norma perusahaan, bahkan kau menganggu ketertiban orang lain, tidakah kau fikir ini kejahatan, lepaskan tanganmu atau aku tidak bisa mengampunimu” ancam Airyn membalas pria itu dengan tegas, namun apa lagi yang bisa menenangkan Dall, semua orang mengejek dirinya perkara wanita gila yang entah dimana asalnya, tentu saja ada rasa tidak terima atas harga diri yang dilukai.


Dall menarik Airyn kehadapanya, seolah pria itu benar-benar mendekatkan diri mereka, Airyn yang ingin mundur untuk melangkah dicegat dengan tangan pria yang mencengkram kedua lenganya dengan kasar, hingga gadis itu tersentak dengan tatapan penun secara sempurna.


“Apa kau gila!” bentak Airyn dengan tidak terima, tentu saja ia merasa jijik atas sikap pria itu, bagaimanapun Airyn berusaha bersikap baik, jika manusia sudah tidak tahu akan dirinya memang sulit dibenarkan.


“Lepaskan dia tuan” ucap seorang pria yang tiba-tiba ada diantara mereka, membuat Airyn melirik kearah pria asing itu, namun disisi lain Dall sedikit binggung selama ini tidak pernah orang asing mencegat dirinya jika melakukan sesuatu kepada anak baru atau siapapun diruangan ini, lalu siapa pria ini hingga berani, atau ia menyukai gadis gila itu.


“Lepaskan tanganmu darinya!” bentak seseorang yang mengema diruangan, seluruh mata tertuju pada Direktur Hans yang tiba-tiba ada diantara mereka, dengan tegas Hansell melangkah mendekati Airyn yang berada dicengkraman pria lain, bagaiman ia bisa menerima ini seolah ia merasa jijik akan kariyawan yang ada dibawahnya, dan Hansell masih memelihara orang seperti itu.


Kaki Hansell menghantam dada Dall dengan keras, menjangkau Airyn berada diperlindunganya, sorot mata mengerikan dari Direktur benar-benar membuat ruangan sesak dengan suasana kelam, siapa yang pernah membayangkan Direktur yang begitu baik dan berwibawa berubah menjadi preman dijutaan mata kariyawan yang ada, Airyn meloloskan nama Hansell dari mulutnya dengan tidak percaya, ia sudah menebak hal ini, karna itulah Airyn berharap pria bodoh itu melepaskan tangannya, namun semua diluar kendali.


“Pak…saya mohon hentikan” cegat Airyn saat menarik tangan Hansell, bagaimanapun ia harus bersandiwara untuk mempertahankan posisinya, mendengar ucapan itu, Hansell menghentikan tubuh dan melirik panjang dengan sorot mata mengkilau, bahkan gadis itu masih sempat memikirkan penyamaranya disaat dirinya terancam, apa yang diinginkan oleh Airyn, bahkan memikirkan gadis itu dibentak saja sudah membuat jantung Hansell mengelora panas, ia ingin sekali menghancurkan orang itu sampai hilang, tapi pria bodoh yang telantang dilantai itu mencengkram gadisnya, siapa yang bisa menerima


bahkan debu saja tidak direlakan untuk menempel.


“Siapa kau hingga sok kuasa diperusahaanku” bentak Hansell dengan geram, seolah sorot mata tajamnya tidak bisa berhenti memancarkan ancaman


“Direktur….” Lirih Dall dengan takut, entah kenapa sulit sekali bicara membalas perkataan Direktur dihadapanya ini “Direktur….saya rasa wanita gila itu adalah mata-mata, ia bahkan memiliki kemampuan diluar standar kita, tidakah anda fikir bagaimana bisa ia mengetahui seluruh hasil tahun lalu jika tidak pernah mengelola sebelumnya, bahkan orang pintar sekalipun, memiliki waktu 1 malam untuk menyelesaikanya, dan dia! kurang dari satu jam tidak memiliki dampak cacat atas laporan, bahkan ia bisa membaca beberapa detik tanpa berfikir, dan juga ia bisa mengakses portal perusahaan, bukankah ia seorang mata-mata, ia bisa mengetahui kecacatan kita saat mengimput data” racau Dall dengan penuh kesadaran, membuat darah Hansell mendidih hebat tanpa mampu dikuasainya, Airyn yang mendengar racauan pria bodoh itu memejamkan mata karna takut, ia berusaha mengenggam tangan Hansell untuk menahan prianya, namun Hansell menepis tangan Airyn, dan menghempaskan pukulan dengan kasar, seolah ia tidak akan puas sebelum laki-laki yang menuduh Airyn sebagai mata-mata dan mengatakan Airyn wanita gila benar-benar gila akan pukulanya


“Tidakk….Hansell…hentikan!!” teriak Airyn saat menarik tubuh Hansell, semua orang yang ada diruangan menjerit takut akan apa yang dilakukan Direktur itu pada Dall “Hansell hentikan, apa kau ingin membunuhnya” bentak Airyn saat menatap kedua matanya dengan penuh tegas, berharap sorot mata Airyn mampu menyadarkan Hansell.


“Nona Jung, buang sampah ini dari perusahaanku..dan kau ikut aku” titah Hansell dengan tegas, ia menarik Airyn dengan kasar, memasuki lift pribadi miliknya, Hansell melonggarkan dasi yang menyesakan dadanya, Airyn yang tidak menyangka akan emosi pria itu menyandarkan diri didinding, ia memandang Hansell dengan sesal seolah ia menyesal telah membuat keributan, andai saja ia tunduk akan pria itu, mungkin semuanya tidak akan seperti ini.


“Maafkan aku” lirih Airyn, membuat Hansell menatap kearah gadis yang ada disampingnya, bahkan tangan Hansell mencengkram lengan Airyn dengan kasar, ia tanpa sadar mengunakan kekuatan untuk menarik gadis yang ia cintai, Hansell melonggarkan sedikit cengkramanya, hingga terlihat merah dipergelangan tangan Airyn


membekas disana.


“Apa ini sakit?” tanya pria itu dengan penuh peduli, membuat Airyn mengelengkan kepala segera.