Girlfriend Another Level

Girlfriend Another Level
Suami Istri.



“Tuan penerbangan di Delay karna cuaca menuju Jeju kurang baik” ucap seorang pengawal kepada Hansell, membuat darah pria itu mendidih getir, entah kenapa fikirannya tertuju pada Airyn, apakah gadis itu baik-baik saja? “Airyn semoga kau baik-baik saja, aku tidak akan pernah memaafkanmu jika terjadi sesuatu” batin Hansell dengan penuh rasa takut


“Siapkan helikopter untuk penerbangan menuju Jeju. Sekarang juga! ” Hansell beranjak dari sana, entah kenapa semua orang tidak bisa membantah, tentu saja cuaca buruk seperti ini sangat berbahaya melakukan penerbangan, hanya saja Tuan Hansell tidak menghiraukan alasan tersebut, membuat mereka semua menundukan kepada dan mengerti untuk tugas masing-masing.


Dua puluh menit kemudia semuanya telah siap, Hansell menaiki Helikopter tanpa ada rasa takut, yang ia takuti hanyalah Airyn, apakah gadis itu selamat ketempat tujuan, atau telah terjadi sesuatu padanya, memikirkanya saja membuat Hansell begitu ketakutan, ia menepis semua perasaan itu dan berdo’a atas keselamatan istrinya


“Astaga aku ketiduran” Airyn melirik ke jam yang ada dipergelaangan tanganya, ini telah lewat dari waktu yang ditentukan, bagaimana bisa Airyn ketiduran di café yang ada didalam bandara, bahkan mimpi buruk itu yang membangunkannya, membuat perasaan tidak tenang membanjiri wanita itu, bahkan sudah lewat 4 jam Airyn masih berada di soul, sudah pasti ia harus kehilangan uang sakunya untuk membeli tiket lagi, karna tiket yang diberikan perusahaan sudah hangus, karna pesawat itu telah lepas landas.


Airyn berjalan kemeja informasi, ia melirik ketelevisi besar yang memberitakan tentang kecelakaan udara, sebuah pesawat yang ia tumpangi terjatuh kedalam laut akibat cuaca buruk, hingga Airyn menjatuhkan tas yang ia gunaka, bahkan mulut gadis itu tidak berhenti untuk mengaga akibat ketidak percayaan, ia tidak percaya jika dirinya selamat, bahkan Airyn tidak menyangka jika saat ini dirinya diberi kesempatan untuk hidup, seketika kaki Airyn mengigil takut ia terjatuh dan ambruk, bahka tanpa sadar Airyn meneteskan air mata dan melirihkan nama Hansell, gadis itu ingin sekali berlari kepangkuan Hansell untuk memeluknya agar menghilangkan seluruh rasa takut yang menjelma, dengan tubuh gemetar, Airyn meraih ponselnya untuk menghubungi Hansell, hanya saja nomor yang ia tuju berada diluar jangkauan, membuat Airyn mengembalikan seluruh tenaga dan berfikir tenang, ia berusaha beberapa kali namun hasilnya tetap sama, Airyn semakin tidak tenang akan apa yang saat ini difikirkan, bahkan membuat tubuh Airyn semakin merinding


“Hallo Nona Jung, apakah Hansell ada diruangan?” tanya Airyn dengan begitu gusar, membuat gadis itu tidak senang mengangkat telfon dari wanita yang ia benci


“Kenapa kau bertanya, apa kau menghinaku. Dia ke Jeju untuk menemuimu” sontak Airyn menutup panggilan itu segera, bahkan ia menekan nomor Merry dengan tanagn gemetar, sedangakn Jungkyung hanya dapat mengutuk atas kelancangan Airyn pada nya


“Merry siapakan penerbangan untuk ke jeju sekarang juga, cepat! Dalam waktu 15 menit semuanya sudah siap, tidak-tidak 10 menit. Lakukan dengan cepat, dan kirimkan tim sar ketempat kejadian yang berada diperaiaran Jeju untuk menyelamatakn Hansell, berdasarkan sikapnya ia pasti sudah ketempat kejadian mencariku, dan Hansell pasti melakukan hal bodoh, karna pria itu tidak pernah mengunakan akal untuk berfikir jernih, cepat Merry! Cepat! Aku mohon!” cerocos Airyn dengan tangan gemetar, membuat Merry merinding atas apa yang saat ini menimpa anaknya


“Airyn tenanglah! Kendalikan dirimu. Aku akan menyiapkan semuanya, kau harus tenang dan berfikir dengan baik” Merry mematikan ponsel itu dan memerintahakan orangnya menyiapkan Penerbangan untuk Airyn, sesuai keinginan Merry melakukan hal terbaik untuk putrinya, tentu saja ia mendapatkan berita atas jatuhnya pesawat itu, bahkan Merry tidak perlu bertanya karna ia sudah mengerti apa yang terjadi, bahkan tadi ia melangkah hampir saja melangkah memasuki pesawat untuk ke Korea, karna mata-mata yang ada diperusahaan Hansell telah mengabari jika Airyn melakukan perjalanan ke Jeju, tentu Merry berfikir anaknya menjadi korban atas jatuhnya pesawat itu, namun keberuntungan berpihak pada putrinya, ia baik-baik saja dan dalam keadaan selamat


“Kau tidak boleh melakukan kebodohan lagi Hansell, jika tidak aku benar-bena meninggalkan laki-laki bodoh sepertimu” gumam Airyn dengan penuh tekad membara, seolah ia tidak bisa tenang akan kecemas yang melanda


Airyn menaiki Helikopter dengan segera, tentu saja bukanlah perjalanan mudah menuju ke Jeju, karna akses cuaca yang buruk, komandan yang menjalankan pesawat itu sangat berhati-hati sekali, Airyn langsung menuju tempat kejadian, sebab ia akan paham Hansell akan menuju kesana, karna pria bodoh itu tidak pernah menyaring apapun dan melakukan seenak hatinya.


Hansell telah sampai diatas tebing tepat dimana pesawat itu jatuh, saat ini air laut tengah pasang, jadi ombak sangat menerjang, hingga Timsar pun belum bisa melakukan eksekusi selain merancang keamanan.


Namun Hansell, tidak akan bisa tenang dikeadaan seperti ini, bagaimana bisa ia membuang waktu menunggu keputusan sedangakan istrinya terlantar entah dilaut mana, bahkan air mata kecewa dan takut membuat penyesalan Hansell pecah disana, disaat Hansell ingin terjun semua orang menghadang dirinya, pria itu sudah hampir mendekati orang gila, bahkan Hansell tidak memikirkan akal sehatnya lagi, semua pengawal ingin mencegat namun Hansell mengancam, membuat mereka menyaksikan kekacauan yang melanda Tuan Muda mereka


“Apa kalian gila, istriku ada dibawah sana, dan kalian membuang waktu berlama-lama disini” bentak Hansell dengan emosi naik turun, entah kenapa ia ingin sekali menghancurkan semua orang yang menghadang dirinya


“Tuan, anda harus tenang, ini sangat bebahaya, bahkan profesinal saja jika terjun langsung kebawah sana tidak akan bisa kembali hidup dengan selamat” ucap pria yang mengunakan baju timsar, membuat darah Hansell mendidih, apakah ia mengatakan Airyn telah meninggal, berani sekali pria itu menyebut istrinya meninggal, Airyn tidak akan meninggal.


Hansell memukul pria itu dengan begitu geram, bahkan terjadi baku hantam diantara mereka, hingga Hansell mendapatkan balasan setimpal, tentu saja melihat Tuan Muda mereka didalam keadaan terancam, semuanya memberikan perlindungan meskipun saat ini tubuh Hansell babak belur tak karuan, putus asa yang terjadi sangatlah menyiksa, bahkan kekecewaan mencengkram dirinya, bagaimana Hansell berdiri jika Airyn tidak ada lagi, bahkan belum sempat Hansell meluruskan semua kesalahpahaman mereka, Airyn telah pergi, apakah ini hukuman? Kenapa tuhan kejam sekali.


Pria itu terbentang diatas tanah dengan penuh kehancuran, tidak ada bagian hati yang terjamah akan penyesalan, ia benar-benar menderita dengan amat sangat, bahkan seluruh duka dan luka menyelimuti Hansell seketika, pernikahan yang diimpikan terhiasi akan kekejaman, bahkan Airyn belum sempat memahami maksud dan tujuan Hansell, dan sekarang gadis itu telah pergi? Apakah ini kenyataan? Hansell tidak bisa menerima.


“tuan jangan” teriak anak buah Hansell dengan begitu gusar, namun Hansell berjalan ketepian jurang seolah ia tidak akan bisa hidup lagi, semua orang merasa ngeri atas tindakan yang dilakukan oleh Hansell, bahkan timsar yang beradu kekuataan itu terhenti dari perkelahiaan mereka, semuanya tertuju kepada pria yang ada ditepi jurang untuk menuju kehidupan, bukankah ini sebuah pemandangan mengerikan.


Seolah mati adalah jalan terbaik untuk kehidupanya, bahkan pria itu tidak mempedulikan nyawanya sendiri, karna bagi Hansell hidup bersama Airyn adalah dunianya, jika dunia itu telah hancur dan pergi untuk apa ia disini, bahkan jika ada kehidupan selanjutnya Hansell berharap Airyn lah wanitanya, wanita yang menjadi tameng terkuat untuk ia cintai, tangisan dan kerapuhan gadis itu adalah siasat cinta untuk memberikan sebuah perlindungan, sekarang dermaganya berlabuh pada kematian, tentu saja Hansell perlu menyusul bukan? Jika ini yang terbaik ia akan melakukanya


“Hansell………..” Airyn memeluk tubuh pria itu dari arah belakang, bahkan Airyn menarik Hansell hingga tubuh kekar itu meremukan dirinya, membuat mata Hansell terbelalak sempurna, menyaksikan Airyn meringis dibawah tubuhnya


“Apa yang kau lakukan, dasar laki-laki bodoh” Airyn memukul pundak Hansell untuk menjauh dari tubuhnya, jujur saja tubuh pria itu bisa meremukan tulang belulang Airyn karna menimpa tubuhnya


“Airyn….kau menakuti ku” seketika Airyn terdiam atas suara parau yang tersekat itu, bahkan tubuh Hansell merinding hingga mengempakan tubuh mungilnya


“Apa dia menangis? Apa dia benar-benar takut?” batin Airyn saat terdiam diposisi, ia tidak percaya Hansell seputus asa ini sat kehilanganya, jika benar Hansell tulus mencintainya, kenapa pria ini melukai harga diri Airyn hingga memaksa Airyn membencinya, apa yang diinginkan Hansell sebenarnya?


“Aku baik-baik saja” tangan mungil itu mengusap punggung Hansell dengan sayang, bahkan kelembutan dijemari tangannya mampu meredakan ketakutan dibatin Hansell, hingga pelukan yang tadinya erat dan kuat, berlabuh menjadi hangat dan damai


“Kenapa kau seperti ini?’ tanya Airyn dengan anda rendah, membuat Hansell melepaskan Airyn dan menatap kedua mata indah itu, ia tersadar gadis yang ia peluk adalah istrinya, mata indah itu tidak bisa membohogi Hansell


“Kenapa kau masih bertanya Airyn, tidakkah kau paham kau harta paling berharga untukku, kau adalah istriku, wanitaku dan kau juga hidupku. Apakah kata-kata itu belum menyadarkanmu, bagaimana kehilangannya aku atas dirimu, aku tidak bisa hidup tanpamu Airyn, kenapa kau tidak mengerti” Hansell tertunduk dengan begitu lemah, bukan dirinya, melainkan hatinya yang dirasa begitu dingin dan hampa setelah Airyn hilang, apakah Airyn benar-benar menghapus perasaanya pada Hansell hingga gadis itu bertanya kenapa Hansell begini? Bukankah ini tidak adil? Bagi Hansell, Airyn adalah seutuhnya, tapi bagi Airyn, Hansell hanyalah sebagian. Tapi berhenti mencintai itu tidak akan mungkin, Airyn terlalu lekat kedalam jiwanya hingga sulit untuk ditepiskan


“Aku mengerti, maafkan aku” Airyn mencium bibir Hansell dengan penuh sayang, tentu saja ia sadar atas apa yang ia lakukan, karna kebencian yang sudah menjelma kepermukaan tidak bisa dihilangkan, tapi cinta yang ada didalam tidak mampu ditepiskan, sekalipun Hansell mengecewakan Airyn tidak akan bisa melupakan. Bahkan memenci saja sulit, semoga saja ciuman ini pertanda jika perasaan yang Hansell rasakan sama dengan apa yang Airyn inginkan.


Pria itu terdiam diposisi, seolah dunia berhenti untuk mengitari, kenapa Airyn mencium dirinya? Sekalipun mereka memiliki hubungan yang sama-sama suka, tapi gadis itu tidak pernah melakukan hal seperti ini, tapi kali ini Airyn melakukanya sendiri tanpa Hansell mengharapkan. Apakah ini kesempatan?


Sekali lagi Hansell, merih pinggul Airyn dan menempelkan tubuh gadis itu kedada bidangnya, rasanya Airyn sedikit tidak percaya namun dengan cepat Hansell menuntut sebuah ciuman yang lebih dalam, dan juga intim, hingga semua orang yang menyaksikan membalikan badan karna malu, mereka mungkin memaklumi karna dua pasangan itu adalah suami istri, Airyn menoca menjauhi diri, namun lidah Hansell menyatu dan menjangkau permukaan bibir Airyn secara sempurna, hingga sulit sekali bernfas disaat pria itu memainkan bibir dan lidahnya, bukankah ini sebuah pemaksaan? Tapi kenapa rasanya sangat nyaman seolah tubuh Airyn mengiginkan.


Airyn memerah seperti udang rebuh, mereka berdua menuju ke Hotel milik Perusahaan HS, tentu saja sedari tadi Hansell tersenyum malu-malu namun Airyn menyembunyikan diri untuk tidak mengespresikan apapun, ia menyesal telah tergoda akan pria itu, dan kenapa ia malah menikmati bukankah Airyn begitu bodoh, setibanya di Hotel mereka disambut oleh pihak Hotel dengan hormat, Airyn ingin beranjak keposisi sbagai seorang bawahan hanya saja Hansell menautkan alis dengan kesal, hingga sikap kurang ajar Hansell meraih bokong Airyn untuk menempelkan istrinya kesisi.


“Perkenalkan, ini sitriku” ucap Hansell, membuat semua orang menundukan kepada sebagai sebuah sapaan, tentu saja wajah Airyn tidak memperlihatkan wanita sederhana, bahkan wanita itu mengunakan baju biasa yang tidak berkelas, namun saat berada ditubuhnya pakaian itu sangat elegen, hingga semua wanita saling memandang untuk mempertanyakan siapa wanita itu sebenarnya? jika benar ia adalah istri Tuan Hansell yang terkenal itu, kenapa pakaian yang ia kenakan tidak pantas, tidak mungkin Tuan Hansell Hamillton membiarkan wanitanya berdadan dengan tidak layak


“Aku ingin pindah kekamarku” bantah Airyn saat Hansell menyeret Airyn menuju kamar mereka


“Tidak bisa, semua kamar sudah penuh” ucap Hansell dengan begitu tenang, membuat Airyn menatap dengan tatapan curiga


“Apa kau yang mengkosongkan semuanya?” tanya gadis itu


“Oh..tentu saja. Kenapa istriku pintar sekali” seketika Hansell menarik Airyn untuk masuk kedalam dan menyandarkan gadis itu kedinding, tanpa segan ia lagi-lagi mengoda bibir ranum Airyn, hingga wajah istrinya memerah kembali


“Kenapa kau melakukan ini Hansell, aku bukan istrimu” bentak Airyn saat membantah semuanya


“Kau harus sadar diri, akan posisimu Airyn” Hansell dengan segera melucuti pakaian yang Airyn kenakan, ia perlu menanamkan kesadaran pada istrinya akan status yang sudah Airyn sandang, bahkan tangan itu tanpa segan meraba dan menengelamkan diri ketubuh istrinya, hingga sulit sekali bagi Airyan melawan.


Setiap kali Hansell melakukanya, Airyn menikmati hanya saja mulutnya selalu mengutuk dan membenci, bukankah ini semua sangat menyebalkan, setelah percintaan mereka pria itu lagi-lagi memberikan perlindungan ditubuh kekarnya, mereka berdua berpelukan akibat kelelahan untuk melakukan hubungan suami istri, bahkan Airyn tidak sanggup lagi bicara kecuali ia harus terlelap dan melupakan ini semua


“Aku membencimu Hansell” gurutu Airyn dengan kesal, tapi Hansell tersenyum dan menyambar bibir itu dengan sekilas ciuman, hingga sulit sekali bagi Airyn melawan, selain ia menghilangkan kesadaran


laki-laki itu mungkin akan terus menyiksa tubuhnya, jadi Airyn harus terlelap.


“Kenapa Airyn lemah sekali melakukan hubungan badan? Bahkan ia mudah untuk kelelahan. apakah masa lalu itu benar-benar menyakiti batinnya. Jika itu semua benar aku tidak akan memaafkanmu Griffin. Sekalipun kita memiliki hubungan darah” batin Hansell, ia mengeratkan tubuh Airyn untuk memberikan nuasa hangat. Setidaknya dengan begitu Airyn akan terlelap didalam tidur panjangnya.