
Pria itu masih menunggu kabar selanjut nya, dia mendudukan diri di ruangan sembari tangan nya di masukan kedalam kantong celana, Hansell memikirkan apa adik nya baik-baik saja, bagaiman keadaan Angel sekarang, membuat Hansell semakin tidak tenang.
Amerika, Angel masih menonton televisi lantaran dia begitu malas untuk keluar dari apartemen nya, gadis itu masih saja sibuk dengan ponsel nya, hingga tidak menghiraukan bel yang berbunyi
“siapa yang bertamu rumah ku, menyebalkan sekali” seketik Angel mengerutu dengan kesal, gadis itu berjalan sembari membuka pintu, namun dia tidak melihat siapapun diluar ruangan, membuat Angel semakin kebingungan dengan apa yang tengah di alami nya saat ini
“siapa yang iseng sore-sore begini, menyebalkan sekali” gadis itu menutup pintu nya kembali sembari menuju ruang tengah, Angel berjalan dengan pelan seraya mematikan televisi, dia mengambil ponsel yang tergeletak di meja dan beralih ke arah kamar, namun tiba-tiba saja ada yang membekap mulut nya dari belakang hingga gadis itu meronta dilepaskan, namun kesadaran nya menghilang, akibat obat bius yang dihirup nya dari sapu tangan, membuat Angel tidak dapat merasakan apapun selain warna hitam yang membawa dirinya pergi dan menghilang dari kesadaran.
“Tuan Hansell” Darrel mendobrak pintu kantor Hansell dengan begitu cemas bahkan tampak jelas betapa kaget nya dia, membuat Hansell sedikit cemas atas apa yang dilakukan Darrel.
“ada apa?”
“Nona..Nona Angel” Darrel begitu gagap mengucapkan kata, seakan dia tidak sanggup untuk melanjutkan nya
“kenapa dengan Angel!!” bentak Hansell
dengan begitu cemas nya
“Nona Angel diculik” seketika itu Hansell tertegun dengan darah yang terhenti dikepala nya, dia tidak menyangka apa yang dikatakan Darrel ini sebuah fakta
“bagaimana bisa, bajing*n” Hansell membanting gelas yang berada di meja kerja nya, dia meratakan itu semua dengan emosi nya, pria itu begitu frustasi dengan ke adaan yang melanda, hanya Angel keluaraga yabg dimiliki nya, adik yang selalu dicintai nya selama ini, dan sekarang gadis itu diculik, bagaimana bisa pria itu tenang, dia berjalan ke ruang IT dengan amarah yang tidak lagi bisa tertahan.
Hansell berada ditengah-tegah kariyawan nya, dirinya menyaksikan detik-detik penculikan Angel dari rekaman CCTV yang sengaja dipasang nya, ada serang pria dengan pakaian hitam yang lengkap dengan tutup kepala nya, membawa adik nya pergi, membuat darah Hansell mendidih hingga memuncak akan amarah, suara nya bergetar berteriak keseluruh orang yang ada.
“cari jejak tentang penculik itu, lacak disemua bagian!!! cari tau kemana ******** itu membawa Angel pergi!!! sekarang!!! ” pria itu mengepalkan tinju nya dengan pasti, seakan dirinya tidak akan siap jika terjadi sesuatu dengan adik nya. Hansell mencoba untuk tenang dan berdoa agar Angel baik-baik saja.
Hingga pagi menjemput, Hansell tidak mendapatkan hasil apa-apa, dia sudah mengirim tim Intelegensi terbaik di Amerika untuk melacak keberadaan adik nya, sampai sekarang semua nya sama saja, membuat pria itu terkulai pasrah, dia tidak bisa memikirkan apa-apa, membuat Hansell sedikit tak berdaya didalam ruangan kerja.
“Darrel aku akan ke Amerika, siapakan semua nya, aku akan naik di apartemen ku” Hansell pergi dari ruangan nya, sedangkan Darrel menyiapkan semua keperluan untuk bos berangkat hari ini juga.
Hansell memasuki mobil dan mendudukan diri di kursi penumpang, sedangkan supir nya melajukan kendaraan dengan duduk tenang untuk mengantarkan majikan nya, pria itu memandang dengan kosong sembari membuka pengait jas yang membentuk tubuh nya, Hansell bingung harus melakukan apa, dia tidak mendapatkan setitik arah pun untuk bertindak, dia hanya berfikir, apa yang sebenarnya di inginkan oleh orang itu hingga melalukan hal sejauh ini.
Pria itu membersihkan diri dikamar nya, dia melihat foto adik nya yang terpampang di nakas samping tempat tidur, Hansell melihat foto keluarga mereka yang lengkap dengan orang tua dan saudara satu-satu nya Angel, membuat Hansell meneteskan air mata jika terjadi sesuatu kepada adik nya.
Pria itu mencoba mendudukan diri sembari mata nya menatap foto Angel dengan senyum manis yang bahagia, betapa manis adik yang dulu nya kecil dan polos sekarang sudah tumbuh dewasa, membuat Hansell menepis tetesan air mata disudut mata nya.
“apa kau baik-baik saja? maafkan kakak” lirih nya dengan menyesal, seakan penyesalan mendera dirinya.
Ponsel yang baru diberikan Darrel untuk nya berdering, membuat Hansell menjangkau nya dari samping tempat tidur, namun kening nya berkerut lantaran nomor asing menelfon nya, lagi-lagi nomor yang tidak dikenali nya, dengan cepat Hansell mengangkat ponsel yang berdering itu, bisa jadi itu berasal dari penculik Angel.
“siapa ini” seru nya dengan tegas
“keluarlah dari sana, bukan nya kau ingin tau dimana adik mu” balas nya dengan nada bicara memerintah
“kau hanya punya satu pilihan, jika kau tidak keluar dari sana, kau tidak akan bertemu dengan adik mu, keluarlah secepat mungkin” perintah nya, seketika itu panggilan tersebut terputus membuat Hansell semakin kesal dengan semua nya.
“siapa ini, kenapa suara nya berbeda dari yang sebelum nya” gumam nya, seraya melihat panggilan tersebut terputus, Hansell hanya berfikir suara pengancam kemarin seperti suara yang disamarkan, sedangkan orang yang menelfon nya barusan seperti suara pria dewasa tanpa ada samaran apa-apa.
Dengan cepat dia meninggalkan apartemen menuju ke dalam lift untuk mengikuti perintah, ditengah perjalanan nomor barusan menelfon nya kembali, dengan cepat Hansell mengaangkat ponsel nya
“apa kau sudah keluar?” tanya pria itu, sedangkan diseberang sana dia melihat jam yang terus melingkar di pergelangan tangan nya
“aku di lift” seru Hansell
“turun ke bassment, dan masuk lah kedalam mobil jep yang sudah menanti mu disana” balas nya dengan nada perintah, tentu saja Hansell mengiyakan apa yang dikatakan nya, jika hal ini mengantarkan nya kepada Angel, tidak ada keraguan untuk menolak nya.
“jangan berani-berani nya kau menyentuh adik ku” seketika itu ponsel tersebut terputrus, membuat Hansell geram dan menekan nya kembali, namun sudah berada di luar jangkauan, membuat dirinya begitu kesal atas orang yang mempermainkan nya saat ini, lif pun berdenting membuat Hansell berada diparkiran bawah, saat ini dia berhadapan dengan mobil jep yang dikatakan orang asing barusan, Hansell berjalan mendekat, seketika saja pria bertubuh kekar keluar dari sana hingga memberi jalan untuk Hansell memasuki nya, dengan cepat mereka menutup pintu dan melaju dengan gas yang ditancap habis.
“dimana adik ku?” bentak Hansell, seketika saja…
“Duarrrrrrrrrrrrrrrrr” apartemen milik nya meledak dengan mengeluarkan api disela jendela, bahkan membuat suara keras yang memekak kan telingaan, apartemen mewah yang terletak dilantai atas itu hancur lebur dengan api yang terus merambat, namun aneh nya pemadam kebakaran langsung berada di tempat kejadiaan, sedangkan Hansell tidak berkata apa-apa lagi selain menatap panjang ke arah belakang, dia tidak percaya dengan apa yang tengah dihadapi nya saat ini, kenapa apartemen nya bisa meledak, dan kenapa diri nya malah selamat, begitu banyak pertanyaan yang tidak dapat di ucapkan oleh dirinya.
“Tuan Hansell kami suruhan Nona Petrov” seru salah satu dari mereka bertiga, membuat Hansell tertegun mendengar nya, bahkan dia tidak percaya dengan ke adaan, ditambah penjelasan orang asing itu.
“apa maksud nya ini?” tanya Hansell dengan begitu binggung
“maaf tuan, anda harus menanyakan nya kepada Nona Petrov, kami hanya menjalankan perintah” seketika saja Hansell bungkam, dia tidak percaya dengan keadaaan yang dihadapi nya saat ini, namun dia lebih tidak percaya kenapa Airyn yang terlibat, bukan kah kekasih nya berada di Irlandia, bagaimana semuai ini bisa terjadi, Hansell menghubungkan semua nya namun diri nya tidak mendapat titik temu,
Penculikan adik nya, kebakaran apartemen, dan kondisi nya saat ini, membuat Hansell tidak mengerti apa yang harus dilakukan nya, dia masih mencerna semua nya dengan matang, dia mencoba untuk berfikir namun fikiran nya masih saja kusut.
Disebuah rumah terbangkalai, jep itu berhenti membuat mereka memberikan hormat kepada Hansell untuk turun dari sana, mereka menuntun pria itu untuk mengikuti langkah nya, di sana Hansell mencoba berjalan diiringi banyak pertanyaan, dia mencoba mengalah tanpa harus melawan apapun.
Terlihat jelas dia berada disebuah dinding yang mentok tanpa jalan apa-apa, Hansell melihat sekitar dan tidak ada hal menarik apapun untuk dimasuki nya, hanya ada sebuah tembok datar yang begitu besar,
seorang ajudan itu menempelkan tangan nya ke arah dinding, membuat dinding itu bergeser dan terbuka, bahkan bisa untuk dimasuki, seperti sidik jari yang ditempelkan untuk membuka sebuah pintu, namun ini terlihat aneh, tidak ada apa-pun yang tertera di dinding kosong itu, namun bisa terbuka secara otomatis, membuat Hansell tertegun memandang ke arah mereka.
Dia memasuki ruangan yang begitu gelap dengan lorong yang sedikit panjang, dia menuruni tangga besi yang terlihat kokoh namun sudah tua, diruangan itu ada pintu lagi untuk mamasuki nya, namun pintu tersebut seperti besi yang tidak dapat dibobol atau dirusak, membuat Hansell semakin bingung, ruangan seperti apa ini, dia terus mengikuti sambil mengamati, dia terus berjalan hingga seorang ajudan menekan bel yang berada dipintu tersebut, seketika suara dip berbunyi hingga pintu tersebut terbuka.
“ selamat datang Tuan Hansell” seorang wanita yang begitu familiar menyapa Hansell dengan penuh hormat, dia adalah gadis yang bekerja dengan nya di kantor IT milik Hansell, wanita itu adalah Frada, kariyawan luar biasa yang dimiliki nya untuk melacak seperti seorang hacker, gadis itu baru bekerja beberapa bulan belakangan bergabung, naamun kehadiran nya saat itu sempat menghebohkan, dengan waktu 1 menit dia dapat meretas pertahanan perusahaan Hansell, tentu saja Frada memiliki kesan untuk diingat oleh Hansell
“kenapa kau disini?” tanya Hansell dengan heran nya, seketika gadis ini menundukan badan sekali lagi sembari menuntun Hansell memasuki ruangan, terlihat jelas bagaimana ruangan ini megah nya, bahkan banyak sekali komputer-komputer yang berjejeran, bahkan terlihat jelas seluruh Korea dari CCTV lebar itu, ada meja yang membentang luas dengan beberapa peta, dan juga di papan kaca itu banyak memo yang tertempel dengan warna warni, semua nya begitu lengkap dengan fasilitas yang ada, dari kursi, tempat tidur, pendingin ruangan semua nya ada disini, begitu lengkap dan sempurna untuk dijadikan ruang rahasia.
Langkah Hansell kaku, bahkan Hansell tertegun memandang ke arah depan, dia tidak dapat bersuara selain menatap tajam, banyak kebingungan yang menjelma di kepala nya, banyak pertanyaan yang tidak masuk akal dirangkai nya, melihat pria yang begitu akrap dipandangan mata nya, membuat Hansell semakin bingung dengan situasi yang tengah dihadapi nya, sekarang pria itu memberi senyuman penuh sapaan seolah dia menantikan pertemuan ini, dia melihat betapa kaget nya Hansell menatap nya, membuat dirinya meletakan cangkir yang tengah digenggam nya, perlahan pria itu berjalan menghapiri Hansell, sembari memasukan tangan ke saku celana.
“apa kabar Hans” sontak Hansell semakin tidak percaya dengan pengkihatan dan pendengaran nya, dirinya semakin tegang akan tertegun yang medera tubuh nya.