
Sesusai perjanjian Devan dan Jihan, hari ini Jihan akan memperbaiki kericuhan yang ia ciptakan bersama Amara.
Pagi ini, ia datang ke PH untuk mengajak Amara tampil di televisi. Ia berniat melakukan siaran langsung klarifikasi Amara atas gossip ini. Semua sudah di siapkan dan Tio sudah mengatur sesi khusus di acara gossip yang di produserinya.
“Kita akan mengudara jam 10 nanti, apa Amaranya udah dateng?” Tanya Tio yang celingukan mencari keberadaan sang pemeran utama.
“Belum, dia belum dateng. Ini lagi coba gue hubungi tapi gak di angkat.” Ujar salah satu assistant Tio.
“Lo coba terus."
"Kemana sih tuh anak? Giliran di cariin gak ada giliran gak di cariin terus aja seliweran di fyp.” Gerutu Inka yang ikut kesal.
Ia dan Bella sudah duduk di depan studio begitupun dengan Jihan dan Devan.
“Biar saya yang hubungi.” Akhirnya Jihan mengambil inisiatif. Ia juga ingin masalah ini cepat selesai.
Jihan mencoba menghubungi Amara. Satu, dua hingga tiga panggilan di abaikan oleh Amara. Wanita ini mulai kesal, ia tidak bisa di abaikan begini saja.
“Tidak di angkat dan sekarang tidak aktif.” Ujar Jihan menyerah.
“Akh sial! Gimana ini, waktu kita satu jam setengah lagi.” Tio yang saat ini didera kepanikan.
Pasalnya, ia sudah memasang headline akan adanya klarifikasi Amara sebelum di sesi akhir tapi sampai saat ini wanita ini bahkan belum menunjukkan tanda-tanda kedatangannya.
“Gue coba hubungin Rangga. Mereka pasti sama-sama kan?” tanya Inka pada Bella.
Bella hanya melongo dan membuat Inka segera tersadar.
“Sorry,” ucapnya. Harusnya ia tidak bertanya soal Rangga pada Bella.
“It’s okey Ka.” Bella terlihat tenang. Semua tentang Rangga sudah tidak lagi mengganggunya apalagi mempengaruhi pikirannya.
“Hallo, Ga!” Ujar Inka dengan cepat saat panggilannya di jawab Rangga.
“Iya Ka, kenapa?” Rangga tampak terkejut mendapat panggilan dari Inka.
"Gue mau ngomong." Inka segera menyalakan mode loud speaker, agar semua orang mendengar obrolannya.
“Ara? Em, nggak tuh.” Suara Rangga terdengar ragu.
Sebenarnya ia tidak benar-benar tidak tahu, ia hanya berusaha menyembunyikan Amara sesuai permintaan mantan kekasihnya.
“Lo yakin lo gak tau? Lo kan pacarnya!” Inka langsung ngegas, ia tidak sadar kalau di sampingnya ada Bella.
“Iya gue gak tau Ka. Udah beberapa hari ini gue gak ketemu. Gue juga kebetulan lagi di rumah nyokap. Jadi gak tau dia lagi dimana.” Rangga masih bersi kukuh dengan ucapannya, menyembunyikan Amara.
“Lo gimana sih, kalian berdua pacaran tapi lo gak tau dimana pacar lo berada sekarang. Lo emang gak berubah, lo gak pernah mentingin komunikasi sama pasangan lo. Bisa-bisanya lo gak tau dia ada dimana? Lo gak belajar dari kesalahan?”
“Ssstttt… Bacot lo udah kemana-mana Inka!” Tio sampai menyikut Inka untuk menyadarkannya.
“Astaga, sorry Bell.” Inka refleks meminta maaf pada Bella. Bella hanya menggeleng seraya tersenyum. Untuk apa juga Inka meminta maaf.
“Lo lagi sama Bella?” Intonasi suara Rangga tiba-tiba berubah. Ia yang semula tidur-tiduran dengan malas kini segera bangkit saat mendengar Inka menyebut nama mantan kekasihnya.
“I-Iya.” Sahut Inka dengan canggung. Harusnya ia tidak menyebut nama Bella dalam obrolannya dengan Rangga.
“Intinya gini deh, lo kasih tau gue Amara dimana. Gue mau minta dia hadir di acara gossip buat klarifikasi gossip. Gue mau dia membersihkan nama Bella. Lo inget Ga, ini juga demi film dan soundtrack yang mau kita promoin. Lo gak mau kan kalau semuanya harus gagal?” Dengan cepat Inka mengalihkan pembicaraan.
Untuk beberapa saat tidak terdengar suara dari sebrang sana. Rangga tampak berpikir, apa ia harus memberitahukan keberadaan Amara pada Inka? Tapi ia sudah berjanji pada Amara kalau ia akan membantu menyembunyikan Amara. Apa yang harus ia lakukan sekarang?
“Woy Ga! Lo masih di sana?” Panggil Inka dengan segera. Ia tidak bisa mengulur waktu lagi.
“Gimana, lo punya perkiraan gak Amara ada di mana?” Inka menyambung kalimatnya dengan mendesak.
“Kalau Amara bersedia hadir, apa nama Bella akan pulih? Apa dia gak akan di bully lagi?” Tiba-tiba pertanyaan bodoh itu yang Rangga lontarkan pada Inka. Suaranya terdengar gamang, seperti ia sedang menimbang, mana yang harus ia bela sekarang.
“Iya lah! Kalo gak ada faedahnya, ngapain gue gabung di acaranya Bang Tio? Lo juga gak mau kan nama Bella terus-terusan buruk di mata netizen?” Inka balik bertanya.
Dan untuk beberapa saat semuanya hening, menunggu jawaban dari Rangga. Keputusan apa yang akan diambil laki-laki ini kemdian?
****