After Marriage

After Marriage
Akhir Cerita Cinta Kita*



"Apa maksudnya?" tanyaku.


"Aku tahu kamu yang ngerawat aku waktu kemarin aku demam. Kamu datang demi aku, kan, An, karena kamu khawatir banget sama aku."


Aku semakin mengeryitkan kening. Apa maksudnya? Siapa juga yang khawatir dengan dirinya. Aku datang menemuinya pun juga karena permintaan dari Siti.


"Aku udah nggak ada rasa sama kamu, Ikram."


Ikram tersenyum dan menggeleng. Membantah argumenku barusan.


"Nggak mungkin. Kamu datang artinya kamu peduli," kata Ikram.


Aku menggelengkan kepala dan mengembuskan napas lelah. Aku ingin segera pulang.


"Nggak, kok. Aku dateng ke rumah karena Siti nelpon aku. Aku cuma kasihan sama kamu aja. Sama halnya waktu kamu kasihan sama aku waktu tanganku kena kaca, waktu aku mau pergi dari rumah kamu. Nggak lebih dari hal itu, Kram."


Aku membuang muka. Hening sesaat menengahi kami berdua.


"Aku nyesel, An," kata Ikram dengan lirih sambil menutup matanya dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya masih memegang lengan kiriku.


Ikram menangis.


"Maaf. Tapi aku udah nggak ada rasa lagi sama kamu. Makasih. Sampai jumpa," kataku dengan singkat kemudian aku melepaskan tangannya dari lengaku. Aku berbalik badan, mulai berjalan cepat dan mengabaikan Ikram yang memanggil manggil namaku dari arah belakang.


Aku juga mengabaikan Dewi yang sampai saat ini mungkin masih melihatku.


Aku berjalan ke arah taksi yang sudah dipesan Mama. Kemudian aku masuk ke dalam.


"Kamu nggak papa? Tadi Ikram ngomong apa sama kamu?" kata Mama mengintrogasiku setelah aku duduk di kursi mobil. Aku hanya meringis dan menggelengkan kepala.


Jiwa dan ragaku saat ini terlalu lelah untuk membahas semua hal yang berkaitan dengan Ikram.


Mama tersenyum tipis, kemudian setelah itu Mama memilih urung untuk menanyaiku lebih lanjut karena Mama tahu aku saat ini sedang butuh waktu untuk menangkan diri sejenak.


Taksi pun mulai bergerak membelah jalan kota untuk sampai di rumahku.


Sesekali aku mendongak ke arah atas. Melihat awan biru yang membentang luas.


Beberapa cahaya masuk menembus kaca mobil sebelah kiri. Aku yang masih mendongak ke atas menutup wajahku dengan tangan kiriku karena silau.


Dan di hari ini…


Aku sudah resmi bercerai.


Besok…


Aku akan memulai hidup baru lagi.


Aku tidak tahu harus memberimu nasihat apa lagi. Tetapi jika saat ini kau sedang berada di suatu hubungan dan hubungan yang kau jalani terasa menyesakkan. (Sering cekcok, sering tidak cocok antar satu dengan yang lainnya, atau perselingkuhan yang dilakukan oleh salah satu pasanganmu)


Maka saranku adalah lepaskan saja.


Ibarat menggenggam tali tambang yang ditarik oleh seseorang. Jika tali itu(hubungan) membuat tanganmu sakit(hidupmu). Maka lepaskanlah, berhentilah menjadi manusia melankolis.


Terkadang cara Tuhan menjauhkan diri kita dari hal buruk adalah dengan memperlihatkan keburukan tersebut di depan mata kita sendiri agar kita sadar, melepaskan, kemudian menjalani hidup yang baru.


TAMAT


***


Ini tamat season satu ya sistaaaa…


Go to season DUA!


Jika kalian ingin mengetahui update terbaru novelku. Kalian bisa follow Instaagramku Mayangsu. Di sana aku suka post spoiler novel, visual, ngasih info novel apa aja yang udah rilis. InsyaAllah disana aku lebih aktif bales2i komen kalian.



Yang nggak punya Instaagram bisa add Facebookku Mayangsu (Tapi aku nggak terlalu aktif di sana)


Aku juga ada akun tiktok lho. Skuy mampir