
"Mau es krim yang rasa Apa?" tanya Sean kepada Anha sebelum dia berjalan ke antrean.
"Es krim cone rasa vanilla!" kata Anha dengan semangat serta mata yang berbinar.
Sean tersenyum kemudian mengacak pelan rambut Anha. Dasar lucunya si tante ini.
"Tante sayang duduk di sini dulu. Antreannya panjang. Nanti Tante capek kalau ikutan antre. Kan, kasihan."
Setelah itu Sean berlalu meninggalkan Anha dan memesan dua es krim cone rasa vanilla.
Anha hanya tersenyum mendengar kalimat dari anak tersebut. Sean sebenarnya pengertian juga.
Sikapnya yang manis namun terkadang juga jahil membuatnya sering tersenyum dan cemberut sendiri.
Sangat beruntung wanita yang nantinya dapat memenangkan hatinya dan menjadi kekasihnya. Pasti Sean akan memperlakukannya dengan sangat lembut.
Anha mulai berpikir. Kalau saja Anha masih muda dan dahulu mengenal Sean.
Tentu saja Anha akan lebih memilih Sean daripada Angga.
Sembari menunggu Sean mengantre, Anha lebih menyibukkan dirinya dengan gawai di tangan kanannya.
Sean menggerutu karena memang antreannya banyak. Kurang lebih dia harus menunggu delapan orang lagi yang masih berdiri di depannya tersebut.
Heh! Apakah orang kaya tidak bisa membeli es krim lewat jalur VVIP saja? Seharusnya tadi Sean membelikan es krim untuk Anha di tempat yang lebih elit saja, kan tidak usah repot repot mengantre dan pasti akan dilayani dengan cepat. Menyebalkan sekali memang.
Tetapi ketika Sean menatap ke arah tante kesayangann dari kejauhan, Sean pun jadi merasa tidak masalah, demi tante Anha. Semuanya akan di lakukannya.
Bosan menunggu antrean yang bahkan sejak tadi baru berkurang tiga orang. Sean akhirnya mencuri curi pandang ke arah Anha.
Anha nampak sedang menunduk sambil memainkan ponselnya. Ah, kenapa sih tante Anha bisa secantik itu.
Wajahnya yang sedang diam saja bisa cantik seperti itu, apalagi jika melihat tante Anha ketika tersenyum seperti biasanya. Semakin cantik saja.
Kenapa juga suami tante Anha dulu menceraikannya. Tidak bersyukur sekali lelaki itu memiliki istri cantik dan seksi tante Anha.
Sebenarnya Sean penasaran dan juga ingin menanyakan tentang alasan kenapa tante Anha bisa bercerai. Tetapi kan itu privacynya. Jadinya Sean tidak mau sampai ikut campur ke urusan pribadi Anha. Semua orang punya batasan masing masing.
Setelah pegal menunggu, akhirnya Sean mendapatkan dua cone es krim rasa vanilla.
Anha berbinar ketika Sean berjalan ke arahnya sambil membawa dua es krim tersebut.
“Makasih, Sean,” kata Anha ketika Sean memberikan es krim tersebut kepadanya.
Mereka berdua duduk di kursi sejenak sambil menikmati es krim dan menatap acak beberapa orang yang berlalu lalang.
“Habis ini kita mau ke mana lagi, Sean?” tanya Anha sambil menikmati es krim yang enak sekali itu.
“Hmm?” Sean menatap ke arah samping. Melihat Anha dengan saksama. Tetapi wajahnya otomatis memerah padam karena mendapati Anha yang sedang menjilat es krim tersebut dengan perlahan sambil masih menatap lurus ke arah depan tanpa berdosa sama sekali.
Kenapa juga Anha menjilat es krim seperti itu!
Seperti menjilat...
Memang Anha tidak berpikiran apa apa. Tetapi Sean yang seorang lelaki normal seperti yang lainnya tentu saja berpikiran macam macam!
Sean menelan ludahnya. Dengan wajah yang memerah dia mencoba memalingkan kembali wajahnya ke samping.
“Gatau,” jawab Sean singkat..
Lengang menengahi mereka sesaat. Berbeda dengan detak jatung Sean yang tidak bisa santai dan terus berdetak kencang.
Untuk ke dua kalinya Sean mencuri curi pandang lagi ke arah Anha. Dia bia gila jika terus terusan menatap Anha.
Anha sedang menikmati es krimnya. Bibir bawahnya yang agak tebal dan seksi itu terkena lelehan es krim. Seperti…
Sean memejamkan mata. Pikirannya sudah sampai ke mana mana.
“Nanti kamu di NTU tinggalnya sama siapa Sean?” tanya Anha sambil masih menikmati es krimnya.
Anha yang kesal karena merasa di abaikan pun kesal bukan main dan menjitak kepala anak ini.
“Ditanya orang tua nggak di jawab,” kata Anha dengan kesal.
“Cerewet ih,” kata Sean menjawab seadanya.
Anha mendengus kesal. Kenapa juga anak ini bisa seperti itu.
“Anak ini bener bener, ya!”
Sean akhirnya menatap Anha dengan wajah memerah sekali membuat Anha mengeryitkan keningnya. Kemudian dengan cepat Sean mengambil es krim di tangan kanan Anha dan memasukkannya ke mulutnya, memakannya dengan cepat. Es sialan ini memicu pikiran kotor untuknya.
Anha membuka mulutnya dan kehabisan kata kata melihat tingkah laku bocah tidak waras ini.
Es krim…
Es krim kesayangannya…
Dimakan dengan rakus anak ini…
“SEAN!!!”
***
Hai. Siapa, nih, yang suka sama Sean?
BTW aku udah buatin kisahnya Sean, loh.
Kuy, cek di profilku. Judulnya Harta, Tahta, Aprilia 😎
Cara baca Sean:
Klik profilku, terus pilih novel yang judulnya Harta, Tahta, Aprilia. (Wajib pake koma ngetiknya)
Cari langsung di kolom pencarian MangaToon/Noveltoon dengan mengetikkan judulnya si Sean: Harta, Tahta, Aprilia. (Wajib pake koma ngetiknya)
Ketik nama penaku di kolom PENCARIAN MT: Mayangsu. Terus pilih novelnya Sean.
NOTES: Ketiknya di kolom pencarian Mangatoon, ya. Jangan di kolom komentar astaghfirullah. Soalnya kemarin banyak banget yang ngetik judul Sean di kolom komentar. (nak ono sing salah meneh, tak ciwel kempole!) 😤😑😂
Pokoknya covernya ceritanya Sean kayak gini....
Makasih. Aku tunggu kalian di sana, ya. Dijamin senyum senyum sendiri waktu bacanya 🤭😍.
Salam sayang dari aku,
Mayangsu.