After Marriage

After Marriage
Ajakan Keluar Hasan



Setelah puas bertamu dan mengobrol banyak hal. Sean berpamitan pulang kepada Tante Anha dan mamanya tante Anha. Bagaimanapun dia tidak bisa tinggal terlalu lama di sini. Sean harus mempersiapkan keberangkatannya ke Singapura dan packing ini itu.


Ketika hendak pulang Sean mencium punggung tangan Mamanya Tante Anha. Mama tersenyum dan megusap rambut Sean dengan sayang. Anak ini sopan dan ceria.


Setelah selesai Sean melambaikan tangan kepada Mama Tante Anha dan Tente idolannya itu—tetapi Sean tidak sudi sama sekali melambaikan tangan kepada om berengsek yang tadi mencekokiya cookis bekas di lantai.


"Hati-hati, ya, Nak Sean di jalan,” kata Mama Anha sambil melambaikan Tangan kepada Sean. Sean mengangguk dengan semangat dan tangannya mengacung membentuk symbol OK kepada Mama Anha.


Besok kalau Sean sudah pulang ke Indonesia. Dia akan membawakan oleh oleh yang banyak untuk Tantenya tercita itu.


Hasan hanya memejamkan mata melihat bocah tengil itu menaiki kendaraannya dan berlalu dari rumah Anha. Ada perasaan benar benar lega. Akhirnya…


Dan kinilah saatnya Hasan melakukan hal yang sudah ia rencanakannya sejak tadi bahkan sejak Anha belum pulang sore tadi.


Hasan sudah mempersiapkannya dengan matang matang. Hasan menatap ke arah samping, menatap wanita yang amat dicintainya itu. Benar kata Dimas kemarin. Kalau dia tidak segera bergerak, bisa jadi Anha akan pergi, dan tentunya Hasan tidak akan pernah menginginkan hal tersebut terjadi.


“Tante,” kata Hasan terputus sejenak dan dia menelan ludahnya karena gugup yang menyerbu dirinya. Kenapa rasanya susah sekali mengucapkan hal tersebut? Lebih mudah bagi Hasan berkata dengan klien daripada berkata dengan calon ibu mertua. Bawaanya selalu gerogi.


“Ya?” Mama dan Anha menatap Hasan secara bersamaan. Apa yang hendak Hasan katakan? Kenapa wajahnya pucat pasi?


Mama Anha menahan tawanya. Apa jangan jangan Hasan hendak meminta putri kesayangannya itu makannya dia gugup sekali?


Hasan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Jantungnya berdetak lebih cepat daripada biasanya.


“Tante… sa—saya boleh nggak…”


“Ya?”


“Um… saya boleh nggak ajak Anha ke-keluar sebentar? Saya pengin jalan jalan dan cari udara segar sebentar,” kata Hasan dengan nada gugup.


Dasar anak muda zaman sekarang, tahu malam mingguan saja sudah semangatnya bukan main untuk berkencan. Tentu saja Mamanya akan mengizinkannya. Tidak ada alasan pula kenapa beliau menolak untuk memberi izin kepada Hasan.


Tetapi Anha memalingkan wajah dan menatap ke arah lain, suasana hatinya saat ini sedang tidak baik sama sekali.


Anha mengusap lengannya perlahan, mengusir rasa dingin dari angin malam yang berembus membelai kulit putihnya.


Lagian. Kenapa pula Hasan mengajaknya untuk ke luar? Tadi dia bilang kalau dia kemari, kan, hanya sekadar mengantarkan dokumen kantor untuknya. Ini malam minggu, seharusnya Hasan berkencan saja sana dengan Bella.


Anha merasa kesal dengan hubungan tidak pasti ini. Apa ini yang disebut friendzone? Teman tapi mesra? Dan istilah konyol lainnya?


Kenapa Hasan datang seolah olah suka? Tetapi kadang pergi dan menggandeng tangan wanita lain seolah olah tidak suka dengan dirinya.


Apaka tabiat lelaki memang seperti itu? Tidak puas dengan satu perempuan saja?


Kuberitahu kau, tidak ada rasa enak sama sekali ketika melihat lelaki yang kau sukai tidak cukup puas dengan satu perempuan dan mereka bergonta ganti pasangan seenaknya. Kalau di novel novel atau komik romansa memang seru, tapi kalau di dunia nyata itu menyakitkan.


Perempuan itu pencemburu. Anha tidak akan pernah suka Hasan dekat sama dekat sini. Kalau Hasan suka dengan dirinya. Harusnya dia jaga perasaan dan mengejar ngejar Anha! Tidak ada wanita yang mau dibagi dengan wanita lain!


Anha lelah, dia tidak ingin menganggap segala hal kecil berlebihan. Takut jika nantinya akan kecewa karena sudah terbawa perasaan kepada Hasan.


“Maaf, Ma. Anha lagi males keluar malem-malem kayak gini,” tolak Anha sepihak sambil menundukkan kepalanya ke bawah dan meremas dress bawahannyanya.


***


Jangan lupa tinggalkan votes, like, komen ^^