
"Bohong. Pasti kalian punya hubungan sesuatu."
Anha tidak percaya sama sekali dengan ucapan Hasan. .
Apalagi saat ini Hasan hanya terkekeh melihat wanita pujaanya cemburu.
Tetapi karena ini pula Hasan akhirnya bisa tahu kalau ternyata Anha juga memiliki perasaan yang sama seperti dirinya.
"Sumpah. Emangnya kenapa juga kamu mikir aku suka sama Bella?" tanya Hasan ingin mendengar lebih banyak lagi respons Anha terhadapnya.
"Ya, kan, Bella cantik. Malah lebih cantik dari pada aku."
Hasan tertawa mendengar hal tersebut. Bella cantik. Tetapi Anha tidak tahu sama sekali jika di mata dan di hati Hasan hanya Anhalah satu satunya wanita yang paling cantik.
Wanita yang dapat menarik hatinya sejak awal bertemu di toko kue Erwin temannya tersebut.
Wanita yang dapat membuat jantungnya berdetak dua kali lebih cepat daripada biasanya.
Ketegasanya ketika membela temannya, kemandirannya, kecantikannya, terutama masakan capcai nikmat buatanya ketika Hasan menjemputnya kala itu.
Tanpa terduga kepingan ingatan manis tersebut membuat Hasan tersenyum sendiri membuat Anha yang saat ini sedang berjalan berdampingan dengan dirinya hanya mampu kengeryitkan dahi melihat keanehan Hasan.
Sarapan bersama yang nikmat, walaupun sekadar masakan rumahan sederhana yang sama halnya yang sering mamanya masakan untuknya tetapi entah mengapa jika bersama dengan Anha terasa berbeda.
Terbesit pula harapan bahwa Hasan ingin makan pagi bersama lagi dengan Anha dan Mamanya.
"Kenapa?" tanya Anha yang melihat Hasan tersenyum senyum sendiri.
'Aneh,' batinnya.
"Aku nggak ada perasaan apa-apa, kok, sama Bella. Kami cuma temenan aja."
Anha semakin kesal dengan sifat Hasan yang seperti ini. Ia masih tidak dapat percaya seratus persen dengan ucapan lelaki di sebelahnya ini.
Akhirnya Anha merubah cara bicaranya dengan topik lain yang lebih jelas dan tidak bertele-tele lagi. Ia ingin tahu apa jawaban dari Hasan. Jawaban atas hubungan Hasan dan Bella.
Kalau seumpamanya Hasan memiliki perasaan kepada Bella-- meskipun hanya sedikit saja. Maka Anha memutuskan untuk menjauhi lelaki tampan di sebelahnya tersebut.
Bagaimanapun prinsip Anha dari dulu adalah dia tidak akan merusak hubungan orang lain. Dia bukan Dewi! Wanita perusak hubungan orang lain itu. Anha sudah pernah di selingkuhi. Maka dari itu dia tidak mau mecoba apa yang Dewi lakukan kepadanya ke pada orang lain.
"Tapi kamu tahu, kan, kalau Bella itu suka sama kamu?" kata Anha akhirnya to the point sambil bersedekap dada. Matanya menyipit menuntut jawaban dari Hasan.
Kini mimik wajah Hasan yang semula menahan senyum kini berubah menjadi serius.
"Iya, aku sebenernya tahu, kok, kalau dia suka sama aku."
Mata Anha membulat penuh. Tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
Berarti Hasan selama ini...
***
Follow juga instagramku: @Mayangsu_ di sana aku lebih aktif dan post banyak info tentang novelku + jadwal update + visual tokoh. Makasih.
Follow juga instagramku: @Mayangsu di sana aku lebih aktif dan post banyak info tentang novelku + jadwal update + visual tokoh. Makasih. Follow juga instagramku: @Mayangsu di sana aku lebih aktif dan post banyak info tentang novelku di sana + dan post jadwal update + visual tokoh. Makasih. Follow juga instagramku: @Mayangsu_ di sana aku lebih aktif dan post banyak info tentang novelku + jadwal update + visual tokoh. Makasih.