After Marriage

After Marriage
Kafe 1



Hari Kamis. Tepatnya dua hari sebelum hari sabtu di mana Anha sudah berjanji kepada Sean bahwa dia akan menemani Sean seharian penuh jalan jalan sebagai hari pelepasannya sebelum dia pergi ke Singapura.


Tetapi ternyata bukan sekadar satu hati yang sedang menanti, ada hati lain yang ternyata juga merasakan rindu. Sedikit rasa cemburu. Ingin melarang seseorang namun sadar bahwa mereka berdua hanyalah sebatas teman saja.


Apa menurutmu lucu karena cemburu kepada anak kecil yang usianya jauh berada di bawahnya? Bagaimana bisa Sean bisa sbegitu mudahnya mendekati Anha tanpa rasa canggung seperti kala halnya apabila dia mendekati Anha.


Tapi apa mau dikata kalau memang itulah kenyataannya. Ketika Hasan bertemu dengan Anha. Ada perasaan canggung dan gelenyar aneh di hatinya.


"Aku pengin nikahin kamu, An,” kata Hasan jauh di lubuk hati yang paling dalam.


Langit mendung, padahal detik jam di tangan kiri lelaki tersebut masih menunjukan pukul tiga sore hari. Warna awan yang semula cerah berwarna biru seperti catton candy kini sudah berubah menjadi warna lain yang lebih condong ke abu abu.


Kini bulir bening itu pun akhirnya terjatuh dari langit dan mulai perlana lahan menetes ke bumi.


Hasan hanya mengembuskan napas lelah, suasana hatinya sedang tidak bersahabat.


Ditambah lagi hujan yang entah mengapa mengundang rasa sedih baginya dan mengingatkannya kepada seseorang yang belakangan ini mengisi relung hatinya, yang bahkan terkadang menyapa dalam mimpi indahnya. Anha. Baiklah, mungkin dia mulai gila.


Padahal awalnya niat hati Hasan hanya memberhentikan sejenak mobilnya untuk membeli minuman di kedai kopi terdekat malahan kini ia harus terkunci di sini bersama temannya Dimas.


Dimas hanya mengelengkan kepalanya melihat teman karibnya itu sedang gundah gulana dan saat ini hanya diam sambil menatap ke arah luar jendela sambil menyangga dagunya.


Memang siapa lagi gerangan yang dapat membuat temannya ini patah hati selain wanita tercantik di bagian CSO dengan manik mata cokelat terang yang begitu cantik sehingga membuat orang lain tidak berpaling ketika menatapnya.


Jika tidak tahu diri bahwa sahabatnya sendiri menyukainya. Pasti diamau ikutan mendekati Anha.


"Mikirin dia lagi?" sindir halus Dimas namun diabaikan oleh Hasan.


Atau cinta bertepuk sebelah tangan? Dimas terkekeh sendiri memikirkannya.


Kini Hasan mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi whatsapp untuk mengecek adakah pesan masuk dari Anha.


‘Anha, kamu lagi apa?’


Empat kata itu, walaupun begitu singkatnya namun Anha tidak membacanya pesan tersebut sekali. Padahal dia terakhir di lihat aktif lima belas menit yang lalu. Sedangkan Hasan megiriminya pesan itu sejak kemarin.


Memang sepertinya akhir akhir ini Anha seolah menjauhinya. Anha selalu lama ketika membalas pesan darinya.


Atau jangan-jangan… Anha memang menyukai bocah magang itu?


Ataukah Hasan berbuat kesalahan dengan Anha, kah?


Tapi yang benar saja, tidak mungkin apabila Anha menyukai bocah itu. Usia Anha dengannya saja terpaut jauh sekali, kok.


Tapi kalau memang Anha seleranya seperti itu, memangnya Hasan bisa apa?


"Yaelah, kalau kangen, mah, chat aja kali, Bro. Sok sokan gengsi jaga image banget sih jadi orang. Kalau udah diambil orang baru tahu rasa lu," celetuk Dimas dengan kesal karena temannya ini dari tadi hanya memandangi ponselya tetapi jari jemarinya tidak bergerak mengetik sama sekali.


Kalau suka dengan wanita, apa susahnya sih mengungkapkannya!


***


ig: mayangsu_