After Marriage

After Marriage
Bertengkar Terus*



Jadi, Hasan ke sini hanya karena mengantar arsip, ya? Mungkin di matanya Anha hanyalah sebatas teman kantor. Tidak lebih.


Anha meremas dress bawahannya dan ada rasa denyut ngilu di jantungnya.


“Oh. Kamu seharusnya nggak usah repot repot nganterin arsip ke aku, San. Lagian besok senin bisa kuambil sendiri waktu di kantor, kok,” jawab Anha dengan mencoba biasa biasa saja sambil mengambil cookis yang sama seperti yang sedang dimakan oleh Sean.


Enak juga.


Hasan mengeryitkan kening. Dia merasa tidak suka atas jawaban Anha barusan. Apa itu artinya Anha tidak suka melihat dirinya di sini?


Kini Sean yang gantian duduk dan agak mundur menyenderkan punggungnya ke belakang—dengan niatan supaya Anha tidak melihatnya akan mengejek Hasan saat ini.


Dengan wajah tengilnya Sean tersenyum miring, tatapannya seolah mengatakan.


“Apa kau sialan! Maju sini!”


Hasan memejamkan mata, mencoba bersabar. Tapi bermain emosi dengan Hasan sangat seru sekali bagi Sean.


Lengang menengahi mereka bertiga di ruang tamu ini. Yang ada hanyalah suara dari mulut Sean yang mengunyah cookis dengan kesal sambil menatap Hasan seolah ingin memukul wajahnya.


“Kamu tadi habis ke mana sama anak itu?” tanya Hasan. karena bingung hendak mencari topik apa. Dia tidak suka kelengangan seperti ini. Tapi sialnya ada Sean yang mengganggunya saat ini.


Memang benar kata orang. Dua orang tidak boleh berdua duaan jika buka mukhrim karena pasti ada orang ketiga yaitu setan.


Setan berbentuk manusia sungguhan.


Yaitu Sean yang saat ini sedang menatapnya dengan sengit.


“Oh, ya jelas dong kami tadi habis kencan. Om yang tua mana tahu tentang kisah kasih anak muda. Tadi seru banget, om. Kami beli es krim, shoping, ke pantai, so sweet banget, lah, pokoknya,” kata Sean menyela sebelum Anha sempat menjawabnya dengan begitu jumawanya.


“Kamu nggak malu jalan sama bocah? Nanti malahan dikira orang kamu tante tante girang yang jalan sama berondong, lho, An,” balas Hasan memberikan satu pukulan balik ke pada Sean.


“Bocah bocah! Siapa emangnya yang bocah!” kata Sean sambil berapi api.


Anha hanya mampu memijit pelipisnya karena pusing bukan main.


Kenapa, sih, mereka berdua tidak pernah akur sama sekali? Sejak awal pertemuan Hasan dan Sean selalu saja bertengkar. Baik ketika Anha resign dari toko kue sampai saat ini pun mereka seolah ditakdirkan bertengkar terus seperti tom & jerry.


“Udah-udah jangan berisik! Pusing aku,” kata Anha mencoba menenangkan ke dua bocah itu.


Dia tidak percaya jika putri tunggal kesayangannya itu ternyata laku keras juga di luar sana. Diperebutkan sana sini mirip seperti dirinya ketika masih muda dulu.


Bahagianya Mama Anha. Yang satu tampan dan sudah matang. Yang satu walaupun masih terlihat sangat muda tetapi sangat manis dan royal. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya paper bag berisi baju dari butik ternama yang tadi diantarkan pegawai butik tadi siang hari.


Kalau Mamanya berada di posisi Anha, pasti dia saat ini juga sangat bingung untuk memilih antara dua pria tersebut.


Andai saja poliandri di legalkan. Dua suami pasti lebih baik. Mama Anha tertawa sendiri atas khayalannya yang sudah sampai ke mana mana itu.


Tetapi bagai mana pun ANAK JENG ASIH tetap kandidat CALON SUAMI ANHA yang masih Mamanya sukai.


***


Hai. Siapa, nih, yang suka sama Sean?


BTW aku udah buatin kisahnya Sean, loh.


Kuy, cek di profilku. Dinikahi Berondong Kaya 😎


Cara baca Sean:


1. Klik profilku\, terus pilih novel yang judulnya **Dinikahi Berondong Kaya


2. Cari langsung di kolom pencarian MangaToon/Noveltoon dengan mengetikkan judulnya si Sean:**  Dinikahi Berondong Kaya


3. Ketik nama penaku di kolom PENCARIAN MT: Mayangsu. Terus pilih novelnya Sean.


NOTES: Ketiknya di kolom pencarian Mangatoon, ya. Jangan di kolom komentar astaghfirullah. Soalnya kemarin banyak banget yang ngetik judul Sean di kolom komentar. (nak ono sing salah meneh, tak ciwel kempole!) 😤😑😂


Pokoknya covernya ceritanya Sean kayak gini....



Makasih. Aku tunggu kalian di sana, ya. Dijamin senyum senyum sendiri waktu bacanya 🤭😍.


Salam sayang dari aku,


Mayangsu.