
“Maafin aku juga karena tadi ngediemin kamu. Aku juga nggak suka kamu deket deket sama Bella. A—aku… cemburu,” kata Anha agak sumbang sambil menatap ke arah bawah karena malu.
Hasan terkekeh. Tapi dia seneng karena ternyata Anha juga memiliki rasa yang sama seperti yang saat ini dia rasakan.
Tanpa Anha duga, Hasan menarik pelan tangan Anha dan mengecupi punggung tangan Anha dengan pelan membuat pipi Anha memerah padam.
“Aku sayang, An, sama kamu,” ucap Hasan sambil menciumi tangan Anha.
Pipi Anha menghangat. Jantungnya berdetak lebih kencang.
Ya Tuhan! Apa baru saja Hasan mengungkapkan perasaannya kepadanya?
Setelah itu Hasan menyentuh dagu Anha sampai dia agak mendongak sedikit dan netra cokelat indah milik perempuan itu bertabrakan dengan netra hitam milik Hasan.
Cantik. Hanya itulah yang dapat menggambarkan sosok Anha. Akan sangat beruntung bagi Hasan jika dia dapat memiliki wanita ini sepenuhnya.
Menjadi teman hidupnya sampai menua bersama.
Hasan bergerak mendekat ke arah Anha, ia memiringkan kepalanya. Anha menelan ludah karena semakin lama jarak antara mereka berdua semakin terkikis saja.
A—apakah mereka akan berciuman?
Anha meremas bawahan dressnya karena gugup.
Ia memang pernah berciuman dengan banyak laki laki. Tapi sungguh, ini yang pertama kalinya Anha merasa setegang ini.
Anha dapat merasakan embusan napas hangat milik Hasan yang menerpa pori pori wajahnya. Jarak semakin terkikis. Dahi mereka menyatu, kini mereka hanya tersisa beberapa centi antar satu dengan yang lain.
Hasan menggesekkan hidungnya dengan hidung mancung milik Anha.
“Aku cinta, An, sama kamu. Kamu mau nggak jadi orang yang paling berarti buat aku?”
Anha menyentuh dada Hasan dan sedikit meremaas erat kemejanya.
Pun sama, Hasan menelusupkan tangannya pada rambut hitam Anha dan menekannya untuk memperdalam ciuman mereka yang semula hanya kecupan kini berubah menjadi lumatan panas.
Hasan ******* dan menggigit kecil bibi bawah Anha yang seksi dan agak tebal itu. Pipi Anha semakin merona merah. Dia meremaas rambut Hasan. Ciuman mereka semakin panas. Lidah mereka saling berbelit satu sama lain. Anha bisa gila.
Hasrat yang sudah ditahan Anha sejak lama seolah dinyalahan kembali. Ditambah ketika dulu Anha menikah dengan Ikram dia tidak pernah mendapatkan kebutuhan biologisnya sama sekali.
“Ha—Hasa…” napas Anha memburu dan matanya sayu ketika dia merasakan ciuman Hasan beralih ke bawah, ciuman basah itu bergerak semakin ke bawah dan mencium dengan lembut leher jenjang nan putih milik Anha. Anha memejamkan matanya, tubuhnya merinding dan terasa panas. Dia menengadah memberikan akses lebih bagi bibir Hasan untuk menjamahnya.
Anha benar benar gila. Hasan memberikan isapan kecil di leher Anha membuat Anha menutup mulutnya dengan punggung tangannya karena takut jika mengeluarkan suara yang aneh. Pasti setelah ini akan tertinggal bekas merah di lehernya karena ulah Hasan.
“Ha—hasan…”
Tangan Hasan seolah tergerak mengusap dari bagian perut Anha—yang masih terlapisi kain dressnya—perlahan naik ke atas sampai ke bagian bawah dada Anha yang membusung itu.
Ti—tidak. Ini salah. Batin Anha menolak, tapi otaknya sudah panas karena sudah diliputi nafsu.
Anha menggigit bibir bawahnya agar tidak mendesah. Apa yang harus ia lakukan? Benarkah malam ini mereka akan melakukan hal ini di sini?
***
Cuma mau ngingetin. Jangan lupa votes+komen+likes, ya. Siapa tahu kalian keasyikan baca jadi lupa, hehe. :)
Visual ANHA/SEAN/HASAN ada di Instagramku:@Mayangsu_
Aku males post di sini karena sistem Mangatoon bakalan lama kalau update ada gambarnya.