
"Oh, Pak Hasan yang itu, An, yang kamu maksud? Kayaknya kalau nggak salah dia sama Bella itu pacaran, deh, An," kata Sisisl dengan wajah yang amat sangat serius membuat Anha membulatkan mata seketika, ia tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
Be-benarkah Hasan dan Bella pacaran?
Mendengar hal tersebut seolah olah hati Anha patah seketika padahal Anha baru saja hendak memutuskan untuk melangkah lebih jauh dengan Hasan.
"Gimana, sih, Sil! Tadi katanya kamu nggak tahu si Pak Hasan itu punya pacar atau engga. Tapi sekarang tiba tiba kamu bilang kalau Pak Hasan itu pacarnya Bella. Yang bener itu yang mana, Sil?" kata Anha agak kesal karena ucapan Sisil tidak sinkron sama sekali dari tadi.
Tidak mungkin bukan Sisil telmi karena kebanyakan makan micin? Kenapa gossip darinya tidak akurat sama sekali bikin orang naik darah saja.
"Ya, namanya, kan, manusia, An. Wajarlah kalau aku lupa. Hehe," kata Sisil sambil menyengir kuda kemudian Sisil menikmati kembali cikinya yang sudah habis tetapi masih dirogoh rogohnya untuk mengais sisa remahan ciki tersebut.
Anha hanya menggeleng gelengkan kepala melihat hal tersebut. Sahabatnya itu memang hobi sekali makan ciki bahkan sejak SMA sampai sekarang.
Kemudian setelah itu Sisil menatap ke arah kanan atas sejenak, keningnya mengerut, milik wajahnya seolah olah saat ini sedang memikirkan sesuatu dengan serius sekali.
"Oh, iya, An. Bukannya kalau nggak salah Pak Hasan sama si Bella Bella itu sudah tunangan, ya? Mereka, kan, kayaknya udah mau nikah, An," kata Sisil sambil meremas bungkus ciki dan menaruhnya di atas meja kubikelnya dengan cuek.
Anha yang mendengar hal tersebut otomatis langsung melotot tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Serius kamu, Sil?" tanya Anha dengan mata yang membulat penuh.
"Serius, lah, An. Masak iya aku bohong sama kamu, sih. Aku ini, kan, udah kerja di sini satu tahun. Kamu anak kemarin sore tahu apa soal itu."
Seketika rasanya hati Anha patah berkeping keping. Benarkah Hasan sudah bertunangan dengan Bella? Lalu, kenapa juga Hasan masih mendekatinya kalau dia sudah bertunangan? Pantas saja tadi ketika dia berpas pasan dengan Bella dari di lift, Bella terlihat tampak tidak suka dan murung ketika melihat kedekatannya dengan Hasan.
Bukannya memang itu sangat wajar sekali? Mana ada wanita yang menampilkan ekspresi biasa biasa saja ketika kekasihnya berdekatan dengan wanita lainnya. Apa jangan jangan Hasan dan Bella sedang bertengkar sehingga saat ini Hasan mendekatinya hanya sekadar menjadikan Anha sebagai alat supaya Bella cemburu terhadap Hasan?
Kini Anha malahan bergulat sendiri dengan pikiran dalam batinnya. Menerka nerka tidak jelas sendiri.
Memang sepatutnya sejak awal Anha tidak perlu banyak berharap kepada Hasan. Apalagi mereka baru beberapa hari saja mengenal satu sama lain.
Harusnya Anha lebih selektif lagi dan tidak dengan mudahnya membuka hati untuk orang baru. Apalagi dulu dia pernah mengalami perceraian yang sepahit itu. Harusnya Anha belajar tenang kejadian di masa lampau.
Tetapi apa mau dikata, perempuan itu memang harafiahnya adalah makhluk yang perasa. Dibaiki sedikit saja sudah merasa tersanjung, diperhatikan sedikit saja sudah menganggap itu semua cinta. Padahal sebenarnya perasaan nyaman adalah sebuah jebakan yang fana. Terasa memabukkan, tetapi menghancurkan sekali
Anha menyentuh dadanya yang entah mengapa kini terasa ngilu di jantungnya. Bahkan hanya untuk sekadar bernapas pun rasanya amat sesak.
Sedangkan kini di lain sisi, tepatnya di dua kubikel sebelah kanan kubikel tempat Anha berada. Saat ini terlihat Sisil sedang sekuat tenaga untuk menahan tawanya agar tidak meledak. Menikmati ekspresi sedih dari raut wajah Anha benar benar hiburan tersendiri baginya.
Sebenarnya Sisil ingin terbahak. Jelas saja sahabatnya sejak SMA itu memiliki perasaan kepada si Pak Manager hot tersebut.
Padahal kenyataanya Sisil berbohong kepada Anha. Hasan saat ini tidak memiliki kekasih sama sekali, dan Sisil juga tahu akan hal itu.
Hasan itu single. Tetapi menambah nambahi gossip dengan fakta yang dibengkokkan memang kenyataanya seru sekali.
Sisil berpikir, kenapa juga Anha sebegitu polosnya percaya akan omongannya tersebut. Seharusnya, kan, Anha curiga karena tiga ucapan Sisil yang berbeda itu mengandung kejanggalan yang amat ketara.
Awalnya Sisil mengatakan tidak tahu siapa pacar Hasan. Kedua Sisil mengatakan Hasan pacarnya Bella. Yang ketiga Sisil mengatakan Hasan dan Bella sudah bertunangan. Tetapi yang membuat Sisil tertawa geli Anha percaya-percaya saja.
Sisil membiarkan saja Anha terjebak dengan rasa cemburunya. Lain kali saja Sisil akan menjelaskan kalau tadi dia hanya bercanda kepada Anha.
Hasan single, kok. Ya, meskipun banyak karyawan di sini yang suka dengan si ganteng berjambang tersebut, sih. Baik secara sembunyi sembunyi ataupun secara terang terangan seperti si Bella itu.
***
Follow juga instagramku: @Mayangsu_ di sana aku lebih aktif dan post banyak info tentang novelku + jadwal update + visual tokoh. Makasih.