
Mata Sean terbelalak ketika dia mengetahui jika ternyata respons Hasan berbeda dari yang dia pikirkan sebelumnya.
Sean kira Hasan hanya akan cemberut dan jengkel atas perlakuannya yang tengil barusan.
Tapi siapa sangka jika Hasan yang perumpamaannya seperti kelinci yang biasanya terlihat kalem dan lemah lembut kepada Anha kini juga bisa kesal juga. Dan kini kelici tersebut seolah berubah galak seperti singa betina yang sedang diganggu ketika waktu kawin.
Hasan dengan kesal naik melewati atas meja kayu yang menjadi sekat pemisah antara dirinya dan Sean, kemudian setelah itu Hadan bergerak menubruk Sean secara tiba tiba serta mencengkeram dengan erat kerah baju Sean.
Anak ini memang harus di beri pelajaran agar kapok.
Mumpung Anha masih di belakang. Satu pukulan sepertinya tidak masalah. Toh, juga tidak ketahuan, tinggal nanti bilang saja Sean terbentur meja, kan, mudah, kata Hasan dalam hati karena kesal.
"TANTE ANHA TOLOONGGGG!" teriak Sean tengil sambil mencoba mencari bantuan sebisa mungkin dari tante cantiknya tersebut.
Matilah dia kali ini apabila Anha tidak kunjung keluar. Bisa bisa dia menjadi rempeyek karena digebuki om mesum yang galak ini.
Anha kebetulan sudah berjalan pelan menuju ruang tamu sambil membawa nampan yang berisi biskuit rasa cokelat dan strowberry sebagai cemilan mereka berdua sambil mengobrol nanti, dan tidak lupa dua minuman segar yang sisanya masih di belakang dan nanti akan dibawakan oleh Mama.
Baru saja melewati pintu yang menghubungkan pintu ruang tamu dan pintu ruang keluarga kini Anha dibuat melongo tidak percaya ketika mendapati dua bocah tua tak ingat usia sedang bekelahi tidak jelas.
Bahkan lihatlah, toples wadah cookis yang semula tergeletak rapi di atas meja kini sudah jatuh ke bawah dan isinya tumpah--karena tadi Hasan naik melewati meja dan tidak sengaja memporak porandakan benda benda yang semula berada di atas meja.
Anha geram bukan main. Mereka benar benar keterlaluan!
Yang satu tua tapi tetap saja meladeni bocah, dan satunya lagi bocah yang memang Anha akui ketengilannya melampaui batas kewajaran pada umumnya.
"Kalian ini bener bener, deh! Sampai berantakan kayak gini, astaga!" teriak Anha dengan geram.
Hasan dan Sean yang mendengar hal tersebut otomatis langsung memalingkan pandangan mereka ke arah sumber suara.
Nampak Anha yang sedang naik pitam dan kepalanya seolah berasap melihat kelakuan dua bocah tak ingat usia itu.
Sean tersenyum merekah karena senang melihat tante wonder woman penyelamatnya sudah datang, sedangkan Hasan menelan ludahnya karena takut melihat Anha yang berdiri dan masih marah.
Bagaimana pun, jika ada dua orang yang bertengkar, pasti nantinya yang disalahkan adalah yang tua.
"Tante tolong Sean. Om ini jahat mau nyekik Sean," kata Sean memelas kepada Anha sambil memasang tampang puppy eyesnya agar mendapat pembelaan dari Anha.
Hehehe, mati kau om mesum!
Hasan menatapnya tidak percaya kepada bocah yang masih dipegangi kerah bajunya tersebut. Bahkan sekarang wajah Sean semakin terlihat menjengkelkan dan menyeringai dengan senang.
Hasan berdecak kesal dan melepaskan cengkerammannya dari kerah baju Sean.
Jika tidak ingat dia masih berada di rumah Anha dan harus jaga image. Jelas saja dia sudah menghajar bocah tengil itu.
Sean menyengir, kemudian melipat tangannya di depan dada sambil menatap Hasan dengan angkuhnya.
Matilah om mesum, pasti Tante Anha habis ini akan memarahimu, katanya dalam hati sambil tersenyum senang.
Namun dugaan Sean meleset jauh.
"Tante⦠Aduhhh!!!" teriak Sean sambil mengusap kepalanya yang kena jitakan oleh Anha yang sedang berapi api tersebut.
Huhuhu ternyata tantenya sudah tidak sayang lagi dengannya, batin Sean dengan sedih.
"Sakit tahu Tante, benjol ini kepala Sean," ucap Sean dilebih lebihkan sambil masih menggosok kepalanya yang masih terasa sakit karena terkena jitak tersebut.
"Diem kamu!" kata Anha sambil berkacak pinggang dan mendelik sebal.
***
Hai. Siapa, nih, yang suka sama Sean?
BTW aku udah buatin kisahnya Sean, loh.
Kuy, cek di profilku.
Cara baca Sean:
1. Klik profilku, terus pilih novel yang judulnya Harta, Tahta, Aprilia. (Wajib pake koma ngetiknya)
2. Cari langsung di kolom pencarian MangaToon/Noveltoon dengan mengetikkan judulnya si Sean: Harta, Tahta, Aprilia. (Wajib pake koma ngetiknya)
3. Ketik nama penaku di kolom PENCARIAN MT: Mayangsu. Terus pilih novelnya Sean.
NOTES: Ketiknya di kolom pencarian Mangatoon, ya. Jangan di kolom komentar astaghfirullah. Soalnya kemarin banyak banget yang ngetik judul Sean di kolom komentar. (nak ono sing salah meneh, tak ciwel kempole!) π€ππ
Pokoknya covernya ceritanya Sean kayak gini....
Makasih. Aku tunggu kalian di sana, ya. Dijamin senyum senyum sendiri waktu bacanya π€π.
Salam sayang dari aku,
Mayangsu.