After Marriage

After Marriage
Dua Bon Cabe



Setelah puas berbelanja pakaian dan menyelesaikan pembayaran barang. Kali ini mereka akan masuk ke dalam Mall yang memang letaknya berseberangan dengan butik tersebut.


Motor Sean dititipkan di parkiran depan butik karena dia malas apabila harus memarkirkannya di parkiran mall, sumpek.


Sean mulai berjalan keluar dengan Anha sambil terus saja mengenggam jemari Anha. Intinya Sean tidak mau melepaskan tangan Anha sama sekali.


Anha yang diperlakukan seperti itu hanya pasrah dan diam saja, mau menolak pun tidak bisa karena ini adalah 'Sean Days'


Beberapa orang di sekitar menatap mereka berdua juga memiliki rasa iri, ingin pacaran, ataupun kagum dengan mereka berdua.


Yang satu cantik, yang satu tampan. Mereka berdua memang seperti pasangan yang serasi sekali.


"Ih, lihat, deh. Ganteng, ya, cowoknya. Tinggi, putih, sayang banget jalan sama tante-tante," kata dua ABG yang sedang berdiri tak jauh dari pintu masuk Mall.


Kepala Anha seolah keluar asap mendengar hal tersebut. Masih anak bau kencur, beraninya mengatai dirinya tante-tante. Kurang ajar. Jika tidak ingat dengan umur dan malu, tentunya Anha akan mengajaknya untuk jambak jambakan di sini.


Sedangkan Sean hanya diam saja sambil menahan tawa melihat tante idolanya mulai memanyunkan bibir sambil dahinya mengerut karena kesal menjadi bahan pembicaraan seperti itu.


"Masak, sih, tante tante? Kelihatannya masih muda gitu, kok. Anak kuliahan kali," balas temannya tersebut sambil menyenggol lengannya.


"Alah palingan juga dia pake filler, itu hidung sama bibir bagian bawah biar seksi. Tanam benang juga itu biar kelihatan kenceng wajahnya."


Tanam benang matamu!


Kalau memang sudah genetik cantik dari lahir dia mau apa hah!


Anha mengepalkan tangannya, dia mulai terbakar, sudah kesal bukan main dengan dua anak ingusan itu. Sean akhirnya terkekeh geli dan merangkul pinggang Anha.


"Lepas, ih. Mau kuhajar dia!" kata Anha sambil tersungut sungut emosi.


Sebenarnya seru juga jika melihat Anha jambak jambakan dengan duo bon cabe tersebut. Tapi tidak usahlah. Nanti malahan Tantenya ini tidak terlihat elegan di mata orang lain.


Sean buru buru menarik Anha untuk masuk ke dalam Mall. Dua wanita tersebut berdecak kesal karena tidak dapat lagi menatap wajah Sean yang tampan dan keren itu.


"Masih sebel akutu sama dia," kata Anha masih saja menekuk wajahnya membuat Sean jadi bingung dan salah tingkah.


Tidak boleh, ini adalah hari kencan mereka berdua untuk yang pertama dan terakhir kalinya. Sean tidak suka melihat wajah Anha yang sedih bercampur kesal seperti ini.


"Tante," kata Sean pelan membuat Anha memalingkan pandangannya ke samping dan menatap wajah tampan anak ini.


Sean menangkup wajah Anha membuat pipinya bersemu merah karena diperlakukan seperti ini.


"Tante ingat, ya, kata kataku ini. Mau tante filler, kek. Mau tante cantik alami, kek. Aku nggak peduli. Bagiku tante itu cewek tercantik di dunia ini yang pernah aku temui."


Wajah Anha memerah, dan Sean hanya terkekeh sambil mengusap pucuk rambut Anha dengan gemas.


"Mau es krim?" tawar Sean agar Anha tidak bad mood lagi ketika mereka berdua sudah memasuki Mall dan Sean melihat stand yang menjual es krim.


Anha yang melihat beberapa orang sedang makan es krim pun langsung menganggukan kepala.


Memang siapa yang tidak suka es krim? Tua atapun muda jelas semuanya suka es krim.


Sean terkekeh. Gemasnya!


***


IG penulis: Mayangsu_