After Marriage

After Marriage
Ragu Denganmu



Hai, kita coba ganti POV dulu ya jadi POV orang ke 3. Apa itu POV? POV itu artinya point of view atau sudut pandang.


Contoh, biasanya, kan, aku pakai sudut padang orang pertama atau Anha.


(Jantungku berdetak lebih cepat daripada biasanya ketika Hasan hendak mencium bibirku) nah, kini ganti jadi: (Jantung Anha berdetak lebih cepat ketika Hasan akan mencium bibir merahnya)


Oke. Mudeng, ya. Silakan baca.


***


Anha menelan ludahnya ketika ia mendengar suara dari denting lift berbunyi, tanda mereka berdua telah sampai pada lantai yang semula mereka tuju.


Kini ia mendapati beberapa orang yang tengah menatapnya dengan Hasan yang saat ini sedang berada di posisi yang sangat.... Absurd. Posisi agak 'intim' juga, di mana Anha sendiri sedang di kurung dalam dua lengan kekar di sebelah kanan dan kiri tubuhnya.


Hasan pun juga merasa tak kalah canggungnya. Ia menarik kedua tangannya sehingga kini Anha terbebas dari kurungannya. Kemudian Hasan berdehem sejenak untuk menetralkan atsmofir kecanggungan dalam ruang kotak sempit tersebut, setelah itu ia mengusap tengkuk belalangnya.


Masalahnya bukan hanya itu saja. Di luar lift sana. Kurang lebih ada lima orang yang dalam diamnya sedang mengamati mereka berdua-- termasuk juga wanita dengan rambut hitam panjang sepinggang yang menatap mereka berdua tak kalah kagetnya seperti empat orang lainnya.


Tatapan yang penuh menyelidik dan menerka nerka dalam hati.


Anha mengamati dengan saksama wajah Bella untuk menyimpulkan apa yang saat ini wanita itu sedang rasakan.


Meskipun saat ini ekspresi Bella biasa biasa saja. Tetapi insting Anha sebagai wanita pada umumnya pun juga dapat menangkap sedikit ekspresi kecemburuan berbalut kesedihan pada wajah cantik Bella tersebut.


Kini beberapa karyawan mulai bergerak masuk ke dalam lift. Mencoba abai akan kejadian yang berhasil meraka tangkap dengan kedua mata mereka tadi, pikirnya daripada mereka bengong lama-lama akan kejadian yang buka urusan mereka itu. Dan takutnya pula nanti jikalau pintu lift yang saat ini masih terbuka itu akan tertutup kembali.


Hasan menggenggam tangan Anha membuat Anha yang semula terdiam kini menatapnya sambil mengerjabkan mata. Hasan tersenyum dengan ramah.


"Yuk, keluar, udah sampai," katanya membuyarkan lamuna Anha. Anha menelan ludah sesaat. Kemudian ia menganggukkan kepala. Mereka berdua berjalan keluar dari dalam lift ersebut.


Anha keluar dari dalam lift, langkahnya berseberangan dengan Bella yang melangkah memasuki lift.


Setelah Hasan dan Anha sudah keluar dari dalam lift. Kini Anha mulai menerka nerka dalam hati. Banyak hal berkecamuk dalam benaknya.


Benarkah Hasan sama sekali tidak memiliki perasaan kepada Bella?


Um... Karena memang pada kenyataannya Bella juga tidak kalah cantik daripada dirinya. Hidung Bella mancung. Tinggi Bella yang semampai, mata hitam kepunyaanya dengan bulu mata yang lentik. Rambut hitam panjang sepinggang yang tergerai indah.


Benarkah Hasan sama sekali tidak memiliki perasana kepada Bella? ulang Anha dalam hati.


Kalau dilihat lihat padahal Bella memiliki perasaana yang bergitu amat besar kepada Hasan.


"Bukannya tempatmu ada di lantai sepuluh?" kata Anha mengingatkan kembali Hasan yang saat ini malahan berjalan mengantarkan dirinya ke tempat lantai di mana Anha berkerja.


Hasan hanya tersenyum. Dia memang berniat mengantar Anha sampai ke ruangannya.


Bilang saja ini lebay, ataupun kekanakan. Tetapi Hasan tidak masalah. Mengantar Anha ke pelaminan pun Hasan kuat, kok. Cinta memang membuat orang gila dan mau melakukan apa saja demi pujaan hatinya.


"Bella pacarmu, ya?" tanya Anha tanpa menengok ke arah Hasan sama sekali. Ia pura pura acuh membuat Hasan terkekeh geli.


Hasan jelas tahu dengan betul jika wanita yang saat ini sedang berjalan di sampingnya ini sedang cemburu.


Tetapi entah mengapa malahan hal tersebut membuat Hasan semakin gemas. Ingin rasanya ia mencubit pipi Anha. Tetapi sayangnya ia sadar jika ia bukan siapa siapa bagi Anha.


Ah, tapi tak apa. Toh, Hasan optimis jika sebentar lagi Hasan akan menghilangkan predikat 'bukan siapa siapa bagi Anha' dalam hubungan mereka. Hanya saja saat ini waktunya belum pas mengingat baru beberapa hari saja mereka saling kenal.


"Aku udah bilang. Aku nggak ada hubungan apa-apa sama Bella."


"Bohong!"