
"Hasan pulang bareng, yuk," kata seseorang dari belakang membuat Anha dan Hasan menghentikan langkahnya sejenak.
Mereka berdua merasa tidak asing dengan suara orang tersebut.
Dan benar saja, ketika Anha menoleh ke belakang, sekarang dia tahu kalau suara itu adalah suara dari Bella—yang saat ini sedang tersenyum sambil menutup pintu ruangannya.
Kini Anha hanya mampu memutar bola matanya—bahkan secara terang terangan. Ia lelah.
Anha hanya ingin pulang ke rumah secepatnya.
Bella berlari kecil menghampiri mereka berdua. Otak kecil Anha seolah memberitahukan bahwa 'masalah sedang datang menghampiri'
"Hasan, aku mau ikut pulang bareng sama kamu, ya," kata Bella sambil tanpa permisi menggandeng lengan Hasan dengan manja—dan untuk kedua kalinya, Anha memutar bola matanya.
Pantas saja Hasan tidak menyukai Bella. Kalau dilihat-lihat secar sekilas, sih, Bella memang cantik, enerjik, tetapi caranya menyukai seorang lelaki memang terlalu terang terangan.
Sifat lelaki itu, semakin dikejar maka malahan semakin rishi saja.
Tapi yang membuat Anha sedikit kecewa adalah Hasan tidak menepis rangkulan dari tangan Bella pada lengannya itu.
“Boleh, ya?” ulang Bella kepada Hasan. Hasan hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya membuat Anha sekilas memelototkan matanya.
Apa-apaan itu! Katanya hanya teman biasa, katanya tidak suka, tapi kenapa Hasan mengiyakan keinginan Bella, sih!
Dahi Anha mengeryit, dia mengembuskan napas sebal. Semua laki-laki sama saja. Buaya!
Entah mengapa saat ini Anha malahan cemburu tidak jelas kepada Hasan. Padahal tadi Anha mengatakan pada sendiri kalau Hasan bukan siapa siapanya, bukan? Lalu kenapa juga saat ini dia harus cemburu segala?
Begitu pula ketika mereka bertiga berada dalam lift. Hasan dan Bella sibuk bercengrama sendiri dan kini malahan Anha terlihat seperti obat nyamuk saja.
Pasalnya saat ini posisi mereka bertiga adalah Bella sedang merangkul lengan kekar Hasan, mereka mengobrol hangat dan ketawa ketiwi sendiri. Sedangkan Anha hanya berdiri diam saja di belakang mereka.
Tanpa Anha sadari sebenarnya diam-diam Hasan mengamati tingkah laku Anha yang ternyata cemburu seperti itu dari pantulannya pada dinding lift. Tangan yang bersedekap dada, pipi yang mengembung dan bibir yang cemberut benar-benar lucu sekali. Ingin rasanya Hasan menangkup wajah cantik tersebut.
Tapi Hasan bersyukur, karena sekarang ia tahu kalau sebenarnya Anha memiliki perasaan seperti dirinya. Hanya saja mungkin memang benar ini semua terlalu cepat. Maka, Hasan akan bersabar sejenak.
Tapi dia yakin, dia dapat mengambil hati Anha. Lagi pula, usianya saat ini sudah matang. Meskipun mereka mengenal baru beberapa minggu saja. Tapi apa boleh buat jika memang hati ini sudah terpatri kuat?
Denting dari pintu lift terdengar. Bella masih betah menggandeng lengan Hasan. Dan gandengan tersebut baru terlepas ketika Hasan mengatakan akan mengambil mobilnya dari parkiran sebentar.
Ketika Anha tinggal berdua dengan Bella, tiba-tiba Bella mengatakan sesuatu yang terdengar aneh bagi Anha.
“Anha, sorry, ya, soal di ruanganku tadi. Jangan di masukin hati, ya,” kata Bella sambil tersenyum sampai matanya menyipit.
Anha hanya merasa kikuk, dia menggaruk kepalanya sendiri yang terasa tidak gatal sama sekali. Kenapa sikap Bella selalu berubah-ubah? Membuat bingung saja.
Anha mengembuskan napas lelah, pantas saja Bella tiba-tiba menyuruhnya untuk melupakan kejadian tadi. Ternyata itulah alasan yang sebenarnya. Yaitu Anha disuruh tutup mulut dan jangan mengadu kepada Hasan.
Anha menganggukkan kepala, lagi pula untuk apa juga dia mengatakannya kepada Hasan. Kurang kerjaan saja.
“Yuk, masuk,” kata Hasan kepada keduanya.
Ketika mobil Hasan menghampiri mereka berdua, tanpa di sadari tangan Anha dan Bella bergerak bersamaan untuk membuka pintu mobil tersebut.
Dan entah mengapa… malahan menimbulkan suasana absurd. Begitupun Hasan yang melihatnya malahan semakin di buat bingung saja.
“Gimana kalau kalian berdua duduk di belakang aja? Barengan gitu?” kata Hasan mencoba menengahi. Apabila ia membiarkan Anha duduk di kursi bagian depan maka Hasan takut apabila Bella cemburu. Pun sebaliknya, apabila Hasan menyuruh Bella untuk duduk di kursi depan maka dia takut apabila Anha cemburu.
Sekarang Hasan menyalahkan dirinya sendiri. Kenapa juga tadi dia mengiyakan keinginan Bella untuk pulang bersama mereka?
Padahal niatannya Hasan ingin pulang bersama Anha seorang, lalu mereka akan mengobrol tentang hal-hal yang seru selama perjalanan pulang—hitung-hitung PDKT agar hubungan mereka bertambah dekat. Tetapi ternyata hal kecil seperti ini ternyata dapat menimbulkan ke masalah juga.
“Anha, gimana kalau kamu aja yang duduk di belakang?” kata Bella tiba-tiba membuat Anha agak mengeryitkan dahinya.
“Soalnya aku udah biasa duduk di kursi depan. Kalau duduk di belakang rasanya kepalaku agak pusing.”
Hah, alasan macam apa itu!
Tapi apa mau di kata. Anha saat ini hanya me-num-pang saja. Dia terpaksa mau tidak mau tetap mengalah.
Dan yang ditakuti Hasan pun terjadi juga. Anha terlihat murung dan pendiam selama perjalanan pulang. Sedangkan Bella lebih sering tertawa dan mendominasi percakapan dengan Hasan seolah Anha tidak ada di sana saja.
Daripada kesal sendiri, Anha lebih memilih untuk memejamkan mata berpura-pura tidur. Pemandangan di depannya sungguh tidak enak dipandang mata. Ditambah saat ini Anha lebih mirip seperti obat nyamuk saja.
Hasan yang diam-diam mengamati Anha dari spion tengah kini malahan tidak enak hati. Dia seolah melakukan kesalahan yang besar. Kenapa juga setiap kali Hasan berusaha untuk berdekatan dengan Anha namun malahan Anha bergerak seolah menjauh.
Mobil Hasan terus bergerak membelah jalan kota, Hasan mengantarkan Bella terlebih dahulu ke rumahnya, setelah itu Hasan mengantarkan Anha untuk pulang.
“An, bangun, yuk. Ini udah sampai,” kata Hasan mencoba memangunkan Anha.
Anha masih membisu dalam diamnya membuat Hasan hanya mampu menelan ludah.
Tetapi ketika ia sudah turun dari mobil dan menutup pintu mobil dengan gerakan kasar—seperti gerakan membanting.
Hal itu sudah cukup jelas untuk diartikan sebagai tanda bahwa Anha marah.
***
Follow juga instagramku: @Mayangsu_ di sana aku lebih aktif dan post banyak info tentang novelku + jadwal update + visual tokoh. Makasih.