
Sean terkekeh melihatnya. Uh, lucunya si tante yang satu ini.
"Punyalah tante. Aku kan, udah dikasih kartu bebas gesek dari Om Hans, Hehe," kata Sean sambil menyengir dengan sombongnya.
Anha bergumam tidak jelas, dasar anak ornag kaya. Pelayan tersebut kembali dengan banyak pakaian yang dibawanya dari ruang belakang. Banyak sekali. Bagus bagus. Warnanya juga cantik cantik.
Sean memaksa Anha untuk mencobanya satu satu. Awalnya Anha merasa malas, tapi karena dibayari ya siapa juga yang tidak mau.
“Jelek, Ah. Ganti ganti,” kata Sean sambil duduk di kursi sambil menikmati ciki yang entah dari mana dia dapatkan.
“Ganti. Jelek. Aku nggak suka,” ulang Sean ketika Anha sudah mencoba baju untuk yang kesekian kalinya.
Anha mendengus kesal, anak ini memang sengaja ingin mengerjainya.
“Cobain yang itu, Mbak,” perintah Sean kepada pelayan butik sambil menunjuk baju yang tadi diam diam dipilihkanya untuk Anha.
“Eh?” kata pelayan tersebut agak telmi, namun akhirnya menurut saja.
Dengan malu malu Anha keluar dari ruang ganti, Anha berkacak pinggang dan marah bukan main karena Sean memilihkan baju yang amat terbuka seperti ini. Dengan bagian atas yang kekurangan bahan, kain yang terlalu ketat. Alias baju kekurangan bahan.
Sean terpana, wajahnya agak memerah, cikinya yang belum sempat masuk ke dalam mulutnya saja sampai terjatuh.
“Cantik banget, Tante.”
Anha yang sudah geram bukan main langsung menjambak rambut si tengil itu. Pegawai butik tersebut tertawa geli dengan dua pasangan ini. Mereka berdua sangat serasi dan cocok sekali.
Yang satu tampan, yang satu cantik. Mereka juga sangat akrab.
“Mbak sama Masnya serasi banget, ya. Mbaknya cantik banget, Masnya memang beruntung banget,” kata pegawai butik tersebut memuji muji padahal itu cuma basa basi membahagian hati konsumennya agar membeli lebih banyak lagi baju di sini. Teknik marketing. Syukur syukur kalau dapet tip dadakan.
“Woya jelas! Mata mbak ini memang bagus sekali,” kata Sean dengan bangganya. Anha hanya mengeryitkan keningnya mendengar perkataan pegawai butik yang malahan membuat anak ini semakin besar kepala.
“Saya doain, Mas, semoga kalian berdua langgeng dan cepet cepet nikah terus punya anak yang lucu,” tambahnya membuat anak badung ini semakin menjadi jadi dan berbunga bunga sekali.
“Pastinya!”
Anha memutar bola matanya. Belum genap sehari dia menemani Sean namun rasanya saat ini dia ingin menangis. Sean benar benar cobaan terberat untuk kesabarannya.
“Nih Mbak, tadi semua yang dicobain sama bebeb saya dibungkus, ya. Terus nanti kirim ke alamat rumahnya sayangku,” kata Sean sambil mengulurkan kartu ATM-nya dengan penuh jumawa.
Anha melongo melihatnya, mulutnya terbuka sedikit. Kemudian Anha menepuk dahiya sendiri karena si bocah ini mudah sekali tertipu trik marketing dari penjaga butik ini.
“Kamu ini lho, banyak banget tahu, nggak sayang uang, ih. Kan, mendingan uangnya kamu tabung buat kuliahmu di NTU nanti. Blablabla…” Anha mulai menerocosinya dan bergumam tidak jelas, bahkan sebenarnya Sean tidak terlalu mendengarkan apa yang sedang Anha katakan.
Tetapi sejujurnya Anha di mata Sean sangat lucu dan penuh perhatian. Lantaran selama ini tidak perah Sean mendengarkan omelan jengkel seperti itu dari orang lain. Hal yang tidak dia dapatkan dari ibunya, seolah Sean dapatkan dari sosok Anha.
Cup!
Tanpa di sadari Sean melangkah ke depan dan mencium bibir Anha dengan cepat membuat Anha terdiam karena kejadian itu berlangsung begitu cepatnya.
Sean dan Anha sama sama terdiam. Kemudian Sean berbalik badan karena malu sambil bergumam pelan namun masih terdengar oleh indra pendengaran Anha.
“Ya ampun. Tante Anha mencuri ciuman pertamaku!”
Anha melongo. Hah! Yang benar saja! Seharusnya Anha yang malu dan berbalik badan. Tapi kenapa malahan si bocah tidak waras ini yang malahan malu seolah olah Anha yang menciumnya saja!
Pegawai butik yang tadinya hendak menanyai Sean untuk memasukan pin agar proses pembayaran selesai kini urung, dia menutup mulutnya karena lucu melihat mereka berdua dan kini dia memilih untuk pura pura tidak melihat dua insan yang sedang dimabuk cinta itu.
***
Hai. Siapa, nih, yang suka sama Sean?
BTW aku udah buatin kisahnya Sean, loh.
Kuy, cek di profilku. Judulnya Dinikahi Berondong Kaya 😎
Cara baca Sean:
Klik profilku, terus pilih novel yang judulnya Harta, Tahta, Aprilia. (Wajib pake koma ngetiknya)
Cari langsung di kolom pencarian MangaToon/Noveltoon dengan mengetikkan judulnya si Sean:Dinikahi Berondong Kaya
Ketik nama penaku di kolom PENCARIAN MT: Mayangsu. Terus pilih novelnya Sean.
NOTES: Ketiknya di kolom pencarian Mangatoon, ya. Jangan di kolom komentar astaghfirullah. Soalnya kemarin banyak banget yang ngetik judul Sean di kolom komentar. (nak ono sing salah meneh, tak ciwel kempole!) 😤😑😂
Pokoknya covernya ceritanya Sean kayak gini....
Makasih. Aku tunggu kalian di sana, ya. Dijamin senyum senyum sendiri waktu bacanya 🤭😍.
Salam sayang dari aku,
Mayangsu.