After Marriage

After Marriage
Ikram



Sebelum Anha sampai ke mal, dia menyuruh ojek tersebut untuk berhenti sejenak di ATM karena Anha hendak menarik uang tunai di ATM lantaran di dompetnya hanya ada sedikit uang cash.


“Bentar, ya, Mas. Nanti tak kasih tips, deh, hehe,” kata Anha kepada tukang gojek tersebut sambil menyengir.


“Oh, iya, Mbak. Nggak papa. Santai aja.”


Syukurlah Mang gojek tersebut mau menunggu. Dan beruntungnya lagi adalah antrean pada mesin ATM itu tidak banyak. Hanya perlu menunggu satu orang di depannya saja.


Anha berpikir sejenak, mengingat kembali rencannya untuk hari ini. Yaitu dia akan berbelanja tiga atau empat pasang baju dan satu baju untuk Hasan dengan warna yang senada dengan bajunya untuk dikenakan besok. Agar semakin serasi ketika dikenakan.


Setelah orang di depannya sudah selesai dan keluar dari ruang ATM. Kini Anha giliran masuk dan Anha buru buru mengeluarkan kartu ATM-nya. Lalu Anha memasukkan kartu ATM tersebut ke dalam mesin.


Anha hanya ingin menarik beberapa ratus ribu saja—teringat pesan dari mamanya agar dia tidak boros berbelanja.


Setelah selesai menarik uang dan memasukkannya ke dalam dompet kulit miliknya.


Anha mengecek kembali saldo tabungannya--karena sejujurnya Anha jarang sekali mengecek jumlah saldonya dan dia lebih sering menarik tunai beberapa ratus ribu saja dari gajinya ketika pulang bekerja atau ketika akan berbelanja bulanan di supermarket.


Anha sendiri juga jarang mengecek M-Banking-nya.


Ketika selesai mengecek jumlah saldo pada rekeningnya, Anha menutup mulutnya karena terkejut melihat isi saldonya.


Setengah tidak percaya—bahkan sebenarnya Anha tidak percaya sama sekali lantaran saldo ditabungan Anha sebegitu banyaknya.


Sampai tembus sembilan digit nominalnya!


Bahkan uang sebanyak itu bisa untuk membeli satu unit rumah di perumahan yang elit.


Apa dia salah lihat? Mana bisa tabungannya sampai mengembung banyak seperti itu?


Anha mencubit lengannya dan terasa sakit. Ini bukan mimpi.


Buru buru Anha mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya dan memasukkan userID serta Mpin untuk masuk ke dalam aplikasi M-bankingnya sambil menggigit jarinya.


Apa jangan jangan bosnya salah transfer gaji, ya?


Ibu jari Anha bergerak menekan panel rekeningku, lalu ke panel tabungan, kemudian Anha mengecek mutasi rekening untuk satu bulan terakhir.


Dan tubuh Anha seketika merasa membeku, jantungnya seolah terasa berhenti berdetak ketika melihat nama dari ‘orang’ yang mentransfernya sampai tembus ratusan juta itu.


Tangannya yang memegang ponsel pun gemetar, wajah Anha pucat pasi, bahkan lututnya terasa lemas.


Uraian;


TRANSFER DARI Sdr IKRAM A.


Uang bulanan buat Anha sama Mama.


Dengan nominal sampai puluhan juta dalam sekali transfer.


Anha tidak tahu jika diam diam Ikram mengiriminya uang bulanan lantaran Anha memang jarang mengecek saldonya.


'Alah paling kamu nikah sama anak saya cuma buat gerogoti hartanya, doang, kan?**'


'Gini, nih, kalau cari mantu yang kampungan! Makanya kamu, tuh, sebelum nikah cari istri yang bibit bebet bobotnya baik biar nggak malu maluin kayak dia, Ikram!**'


Anha menutup telinganya karena terngiangkembali perkataan Mama Erin yang sangat menyakitkan itu. Dadanya terasa sesak sekali.


Sungguh setelah menikah Anha tidak mengharapkan uang sepeser pun dari Ikram. Jika dia tahu Ikram diam diam mengirimnya uang perbulan Anha pasti menolak dan tidak akan sudi menerima uang tersebut.


Apa tadi dia bilang pada keterangan ketika mentransfer uang tersebut ke rekening Anha? Buat Anha sama Mama?


Menggelikan sekali! Uang ratusan juta itu tidak akan dapat membayar pengkhianatan yang dilakukan Ikram kepadanya serta perilaku jahat yang dilakukan oleh Mama Erin kepadanya.


Tidak, Anha harus mengembalikan uang tersebut kepada Ikram.


Dengan raga yang masih syok, ibu jari Anha bergerak mencari kontak seseorang untuk dihubungi.


Dan untungnya nomor tersebut aktif.


Sebenarnya Anha deg degan dan gemetar ketika menelepon nomor tersebut, tapi dia harus memberanikan dirinya sendiri.


Satu detik…


Dua detik...


Tiga detik...


Anha menelan ludah, teleponnya tersambung dan orang di seberang sana mengangkatnya.


“Halo.”


"Halo Tante yang kena gantung. HEHEHEHEHEHE."


:v


***


Yang mau lihat visual / foto karakter di novel After Marriage cuss cek di instagramku @Mayangsu_