After Marriage

After Marriage
Shoping



Sudah dua hari berlalu sejak hari itu.


Anha memasukkan ponsel dan dompetnya ke dalam tas kecil miliknya. Hari ini rencananya dia akan jalan jalan ke mal untuk membeli beberapa baju mengingat besok sore Anha akan menghadiri hang out dengan Sisil dan Lidya.


Sebenarnya baju Anha di lemari masih banyak. Tapi yang namanya sifat wanita itu mau sebanyak apa pun bajunya sampai menggunung di lemari pun rasanya masih kurang saja.


Anha berpikir sejenak, apa lebih baik dia membeli baju yang warnanya senada dengan Hasan, ya? Biar couplean begitu ketika dikenakan?


Ah, tapi Anha merasa sedikit sedih karena hari ini Hasan tidak dapat menemaninya berbelanja lantaran saat ini Hasan ada rapat dengan kliennya di luar.


Dua hari tidak bertemu dengan Hasan rasanya sangat rindu sekali.


Hasanku: Maaf, ya, Beb, aku nggak bisa nemenin kamu shoping, pesan Hasan pada whatsappnya.


Sayang💜: Iya nggak papa, aku bisa beli sendiri, kok. Lagian kamu, kan, lagi sibuk, balas Anha kepada Hasan.


Anha terkekeh karena merasa lucu  juga mengingat ternyata dia sudah mengganti nama kontak Hasan menjadi Hasanku.


Jelaslah Hasanku! Anha tidak mau siapapun mengambilnya dari sisinya.


Sayang💜: Hasan, besok jam tiga sore kamu bisa nggak nemenin aku hang out bareng temen temenku? Please, pinta Anha dalam pesan singkatnya.


Hasan yang sedang membaca pesannya tersebut diam sejenak untuk berpikir dan mencocokan jamnya dengan jadwal Hasan.


Menemani Anha? Hasan menggaruk ujung hidungnya. Sebenarnya Hasan ada janji dengan temannya, tapi demi Anha tidak apalah dia menunda sejenak janjinya dengan temannya. Lagian acara dengan temannya tidak penting penting amat, sih.


Hasanku: Iya, besok aku janji bakalan nemenin kamu. Besok mau dijemput jam berapa?


Anha senang bukan main ketika membaca pesan tersebut.


Hasanku: Iya Bebeb.


Sayang💜: Aaaa!!! aku sayang banget sama kamu! Luv💜.


Hasan terkekeh membaca balasan dari Anha. Mereka yang semula malu malu meski sekadar memanggil dengan sebutan ‘Beb’ atau ‘Sayang’ kini sudah mulai blak blakan dalam mengungkapkan perasaan cinta mereka antar satu dengan yang lainnya.


Anha berjalan pelan keluar dari kamarnya dengan hati yang dihujani bunga bunga musim semi yang bermekaran.


Mama yang kebetulan sudah berada di rumah hanya melongo melihat anak perempuannya yang sedang sumringah itu. Seperti habis menang lotre saja.


“Mau kemana kamu?” tanya Mama penuh selidik sambil menyipitkan mata. Anha hanya mengembuskan napas singkat, dasar mama protektif! batin Anah dalam hati.


“Jalan-jalan, dong, Ma. Ke mal, belanja yang banyak biar nggak stress kerja kayak Mama,” kata Anha meledek Mamanya yang gila kerja itu sambil mengenakan flat shoesnya sambil bersandar di tembok agar tidak terhuyung ke samping.


“Yang hemat kamu, jangan borong belanjaan. Jangan kalap dan jangan lupa pulangnya bawain mama jajanan yang enak.”


Anha memutar bola matanya. Dasar Mama, menyuruh hemat tapi tetap memalak jajan dari anaknya. Tapi tentu saja Anha akan membawakan banyak jajanan manis untuk mamanya nanti setelah pulang dari mal.


“Iya-iya, Ma. Assalamualaikum,” pamit Anha dan melangkah agak cepat menghampiri Mamanya kemudian menciumi pipi kiri dan pipi kanan mamanya.


Setelah itu Anha buru buru berjalan ke luar karena ojek pesanannya sudah menunggunya di depan gerbang rumahnya.


***


Yang mau lihat visual / foto karakter di novel After Marriage cuss cek di instagramku @Mayangsu_