
“Hasan! Bukannya kita mau makan siang bareng!” teriak Anha dari arah belakang sambil bersedekap dada dan mengembuskan napas cepat karena merasa kesal bukan main.
Hasan agak kaget karena dia tidak tahu jika ternyata daritadi Anha berada di belakangnya dan mengamati kedekatannya dengan Bella.
Hasan menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali. Dua wanita dengan wajah kesal di arah depan dan belakangnya. Lalu saat ini dia harus melakukan apa?
“Em… Aku minta maaf banget, ya, Bel karena nggak bisa makan bareng sama kamu. Aku udah janji mau makan bareng sama Anha. Lain kali aja, ya. Sekali lagi aku minta maaf, ya” tolak Hasan dengan halus supaya Bella tidak sakit hati. Bagaimanapun Hasan tidak ingin melukai perasaan orang lain.
Hih! Kenapa juga Hasan minta maaf kepada Bella? Seperti tidak rela saja karena merelakan makan siang bersamanya, rutuk Anha dalam hati merasa kesal.
Kemudian Hasan berjalan ke arah Anha sambil tersenyum senang. Dia tidak mau megulangi kesalahannya yang terdahulu apalagi membuat calon istrinya ini cemburu. Hubungannya dengan Anha sudah mulai membaik, Hasan tidak ingin membuat Anha cemburu lagi. Dia harus menjaga perasaan Anha karena Anhalah yang saat ini menjadi prioritasnya.
Anha tersenyum senang karena merasa menang. Makan itu sialan! kata Anha dalam hati sambil tersenyum miring ke arah Bella. Dulu suaminya sudah diambil Dewi. Sekarang jangan sampai calon suaminya diambil Bella.
Kemudian Anha menjulurkan lidahnya dan mengejek Bella. Hasan terkekeh melihat tingkah kekanakan Anha seperti itu, lucunya.
Bella yang melihatnya merasa panas pada matanya. Hendak menangis. Dia mengepalkan jemarinya erat erat karena kesal bukan main kepada Anha.
Padahal tadi pagi Bella sudah berusaha bangun sepagi mungkin untuk membuatkan bekal Hasan. Padahal Bella sebelum hari H sudah berbelanja bahan makanan di supermarket padahal Bella benci hal itu. Anha mengacaukan rencananya yang sudah disusunya rapi sekali. Makan bersama, mencoba menarik perhatian Hasan, ingin Hasan memuji masakannya dan mengatakannya masakannya enak sekali.
Tapi semuanya gagal total karena Anha.
Bella benci sekali dengan Anha! Dia sudah berusaha mati matian selama tiga tahun ini untuk mendapatkan hati dan cinta Hasan. Tetapi kenapa Hasan malahan sebegitu mudahnya jatuh cinta kepada orang yang baru dikenalnya beberapa bulan saja?!
Apa karena Bella kalah cantik daripa wanita sialan itu?! Bella mengusap air matanya pada sudut matanya.
Ingin rasanya Bella menghancurkan Anha berkeping keping.
“Yuk,” kata Hasan sambil tersenyum dan menggandeng lengan Anha. Anha tersenyum dan menggandeng balik Hasan. Mengabaikan si Bella yang sok kecantikan itu.
Bella kesal, benar benar kesal melihat kemesraan mereka berdua. Dia terbakar!
Teriakan terebut membuat Hasan agak terkejut.
Teriakan tersebut juga membuat Hasan berhenti sesaat dan membuatnya menengok ke arah belakang.
Tampak Bella yang menangis dan masih memegang kotak bekalnya.
Hasan menelan ludah.
Apa yang harus dia lakukan.
“Be—bella…”
***
Yeyye digantung.
Apa yang bakalan dilakukan Hasan?
A. “Besok aja, deh, An, kita makan siangnya. Aku nggak tega sama Bella.”
B. Bodoamatlah teung