After Marriage

After Marriage
Jajan



 


 


***


“Kamu bisa masak nggak, An?” tanya Hasan kepada Anha dengan mulut yang masih sibuk mengunyah maknanan.


Entah mengapa Anha sedang mengidam jajan ala anak SD zaman dulu seperti telur gulung dan martabak mini denga yang diplastiki.


Hasan terkekeh dan menggelengkan kepala meliat kelkuan Anha yang sederhana namun lucu itu. Baru saja pacaran, tetapi Anha sudah mengidam ini itu.


Biasanya wanita mantan mantan Hasan selalu mengajak Hasan ke restoran yang mahal dengan harga menu makanan yang membengkakkan dompetnya. Tapi Anha berbeda, dia tidak serempong mantan mantan Hasan. Tapi hal itu justru memberikan moment dan kenangan yang berbeda untuknya.


Tapi karena Anha yang meminta, akhinya Hasan mau mengabulkannya permintaannya dan menepikan mobilnya sejenak di dekat gerbang sekolah dasar untuk membeli jajanan kesukaan Anha.


“An…” Hasan memanggil Anha kembali lantaran dibaikan seperti itu.


“Apa? Tadi kamu bilang apa? Nggak denger, hehe,” ulang Anha karena memang dari tadi dia sibuk memperhatikan anak SD yang sedang bermain kejar kejaran itu dan tidak memperhatikan ucapan Hasan sama sekali.


Jika melihat anak SD yang sedang bermain di jam istirahat itu Anha jadi ingat dan rindu dengan Diego anaknya tante Erin yang gembul dan menggemaskan itu. Tapi sayangnya sekarang Diego selalu menolak ketika Anha hendak menciumya lantaran malu dan mengatakan kalau dia sekarang sudah besar katanya.


Hasan dan Anha yang sedang bersender di mobil sambil menikmati jajanan tersebut. Hasan terkekeh, kemudian tangan kanannya mengusap sudut bibir Anha yang belepotan terkena saos membuat wanita cantik  tersebut hanya tersipu malu diperlakukan oleh Hasan seperti itu, malu juga lantaran takut dilihat orang lain juga.


Anha yang semula wajahnya sudah bersemu merah kini menjadi semakin merah saja karena digoda oleh Hasan seperti itu.


“Ngawur, ih, kamu. Kalau kedengeran anak SD sama orang lain gimana? Malu tau nanti,” kata Anha dengan bibir cemberut dan mulut penuh karena masih mengunyah jajanannya.


Anha menginjak kaki Hasan pelan dan hal itu malahan terlihat semakin lucu saja Anha di mata Hasan.


Dasar! Lelaki tetap saja lelaki, tidak bisa terlepas dengan hal tersebut sependiam apapun orangnya.


Hasan tersenyum. Andai saja mereka tidak sedang berada di tempat umum seperti ini, pasti Hasan akan mencium pipi tembam Anha yang menggemaskan itu.


“Aku bisa masak, sih. Tapi cuma masakan rumah aja kayak sayur bayam, tempe, sayur sop, oseng kangkung, sayur asam. Ya, kayak gitu gitu, doang. Kalau masak steak atau pancake malahan aku nggak bisa,” jelas Anha kepada lelaki tampan di sebelahnya yang masih menyandarkan punggungnya di mobil sambil menikmati telur gulungnya.


“Nggak papa, aku juga suka masakan rumahan, kok.”


Anha mengangguk anggukkan kepalanya cuek sambil masih sibuk berkutat dengan jajanan yang sedang dinikmatinya itu.


Hasan mengembuskan napas sebal karena merasakan diabaikan terusoleh Anha. Ternyata pesonanya kalah telak dengan jajanan yang murah meriah itu. Mata Anha masih berfokus ke anak kecil yang masih bermian di jam istirahat tersebut.


***


Yang mau lihat visual / foto karakter Ikram ganteng se novel After Marriage cuss cek di instagramku @Mayangsu_