TELL LAURA I LOVE HER

TELL LAURA I LOVE HER
STALKING STELLA



“Ternyata Cellia adalah selingkuhan kakak iparnya sendiri. Tentu saja uninya marah dan tanpa sengaja membuat mereka saling dorong. Saat itu sang uni sedang hamil delapan bulan. Sang uni terjatuh dan perdarahan sehingga dibawa lari ke rumah sakit. Sejak itu Uda sudah tak pernah bertemu dengan Cellia lagi,” Harun menyelesaikan cerita masa lalunya sepeninggal Fanny. Dia tidak tahu apakah anak Zaskia -uninya Cellia- selamat. Dia juga tidak tahu bagaimana kelanjutan hubungan Cellia dengan kakak iparnya yang telah membuatnya haamil. Semua bukan urusan Harun dan dia sama sekali tak tertarik ingin tahu.


“Sekarang jelas ‘kan? Uda tak pernah punya niat untuk menduakanmu. Kamu tahu sejak dulu, Uda cuma cinta ama kamu. Kamu tahu berapa perempuan yang meminta Uda pada mama? Apa Uda pernah jawab? Uda malah melamarmu, bukan kamu yang melamar Uda!” Harun mengajuk hati Fanny. Dia tahu mendengar fakta ini kemungkinan besar Fanny akan mengubah pandangan terhadap dirinya.


***


Sejak tadi Laura belum memegang ponsel yang ada di tasnya. Sampai lumayan larut Laura serius dengan pekerjaannya. Mood nya sedang bagus. Dia berhasil membuat beberapa sketsa. Dia berhenti saat matanya sudah sangat lelah.  Laura segera merapihkan semua kertasnya dan bersiap tidur. Sebelum berbaring dia teringat akan mengisi daya batere ponselnya terlebih dahulu.


“Astagaaaaaaaaaaaaaaaaa,” Laura kaget melihat banyak notif di ponselnya. Beberapa chat dari Nazwa dan Syahrul juga panggilan tak terjawab dari Syahrul. Tapi dia mau balik telepon rasanya sudah tak pantas karena cukup larut.


‘Mom.’


‘Sibuk ‘kah Mom?’ begitu chat dari Nazwa tadi. Laura mau membalas chat itu pun percuma. Sekarang cukup larut untuk anak seusia Nazwa. Jadi dia percuma menjawabnya. Dia akan membalas esok pagi-pagi sekali sebelum anak itu berangkat ke sekolah. Semoga dia ingat.


‘Aku ingin cerita tentang alasan Ida ingin mengambil anak-anak,’ chat Syahrul.


‘Aku bimbang!’


‘Can we talk?’


‘Kamu dimana? Kenapa sejak tadi chatku bahkan tidak kamu buka?’


‘Apa aku ada salah?’ semua chat Syahrul baru dia baca.


‘Maaf, sejak pulang aku lihat uwak yang sakit lalu aku langsung kerja. Ponsel di tas dan aku baru selesai,’ Laura segera membalas chat itu dan berupaya tidur. Syahrul tentu tahu yang dimaksud kerja oleh Laura.


‘Apa maksud dia sedang bimbang? Apa dia memutuskan rujuk dengan Ida?’ ada sebersit tanya di benak Laura. Dia tahu, Syahrul tidak suka share lewat telepon. Jadi dia harus sabar menunggu kapan mereka bisa bertemu. Mungkin kalau tadi dia langsung menjawab chat dari Syahrul. Lelaki itu langsung minta izin datang ke rumahnya.


‘Oke, selamat rehat,’ Syahrul langsung membalas chat Laura. Sayang gadis itu sudah tertidur.


***


August sedang mencari info tentang Stella yang dijodohkan oleh omanya. Selama ini August tak pernah ingin tahu sosok yang dijodohkan untuknya karena dulu dia tak ingin menerima. Tapi kali ini dia harus mengetahui lebih dalam. Karena sepertinya dia ingin menerima perjodohan ini karena lelah mencari tulang rusuknya.


Ada dua orang pegawainya di studio foto yang sengaja dia tugaskan untuk mendekati perempuan itu. Tentu awalnya mereka akan pura-pura menawarkan kerja sama untuk promosi butik yang dimiliki Stella.


“Ngerti ya?” tanya August pada Yudha dan Farhan yang dia tugaskan menyelidiki semua hal tentang Stella.


“Apa dia enggak pernah pacaran karena patah hati ya Bang. Kayaknya enggak percaya aja ceweq licin kayak gini enggak pernah pacaran,” Yudha langsung berkomentar melihat foto Stella. Gadis cantik diatas rata-rata dan sukses. Tak mungkin belum pernah tergoda panah asmara.


“Yang gue denger dari oma kayak gitu, maka gue penasaran banget,” balas August sambil menyuap gado-gado yang dipesannya. Mereka sedang makan malam untuk membahas hal itu. August memang menyuruh keduanya datang ke apartemennya dengan membawa makanan. Nanti dia ganti uangnya. August sedang malas memesan ke rumah makan langganannya. Dia sedang ingin makan sayuran.


***


“Morning Mom,” sapa Nazwa ketika pagi ini Laura menghubunginya.


“Morning juga cantik. Tadi malam mau bilang apa?” tanya Laura  sebelum Nazwa berangkat ke sekolah hari ini.


“Itu Mom, mau share aja tentang minat yang akan kita dalami. Kemarin dapat tugas itu. Aku bingung harus jawab apa,” Nazwa menjawab telepon Laura sambil turun ke meja makan untuk sarapan. Dia sudah rapih dengan seragam dan sepatu serta tas sekolahnya.


“Apakah ada pilihannya? Maksud Mommy yang di tawarkan dari sekolah. Misal seni, extact dan sosial dan budaya? Atau bebas aja?” tanya Laura. Dia tak ingin salah menjawab karena tak melihat soal itu secara langsung.


“Ada Mom,” jawab Nazwa sambil meletakkan tasnya dan bersiap sarapan.


“Kapan tugas itu harus dikumpulkan Kak?” tanya Laura lagi.


“Minggu depan Mom. Karena pelajarannya ‘kan seminggu sekali,” balas Nazwa.


“Coba kasih ponselmu ke Daddy, biar Mommy bicara dengan Daddymu sebentar,” Laura akan mengatur waktu dengan Syahrul. Juga sekalian bertemu Nazwa agar dia tidak bolak balik Cimahi-Bandung.


“Ya … assalamu’alaykum Mommynya Nazwa,” sapa Syahrul saat putrinya bilang Laura ingin bicara dengannya.


“Wa’alaykum salam. Hari ini sepulang dari poli anak, ada kegiatan?” tanya Laura, dia tak menanggapi godaan Syahrul yang menyebutnya mommynya Nazwa.


“Enggak sih. Mau ketemu?” tanya Syahrul. Pria itu kaget mengapa Laura ke butik diluar jadwal. Karena biasanya hari Kamis Laura mengantar uwak Ganis teraphy.


“Ya sudah, nanti kamu ke butik aja sepulang dari dinas di poli. Biar kita sempat bicara sebelum Nazwa datang. Dia hari ini ada les sepulang sekolah ‘kan? Biar sepulang les dia ke butik dan kalian bisa pulang bareng setelah dia ngerjain tugas dari sekolah,” Laura mengatur jadwal pertemuannya dengan Nazwa sekalian Syahrul. Mumpung hari ini dia akan ke butik.


“Oke deal. See U there,” Syahrul setuju dan Laura meminta ponsel dikembalikan ke Nazwa agar dia bisa menyuruh gadis kecil itu ke butiknya sepulang les. Padahal maunya Syahrul tentu dia lanjut makan atau jalan berdua dengan Laura. Tapi gadis itu memang belum pernah sekali pun bisa dia ajak ngedate.


Seharusnya pagi ini Laura mengantar uwaknya teraphy. Tapi tadi pagi sang uwak bilang dia mau libur. Uwak bilang ada teman lamanya yang ingin bertemu. Sehingga Laura memutuskan akan ke Bandung saja karena ada beberapa bahan yang ingin dia buat menjadi gaun sesuai sketsa yang semalam dia buat. Dia ingin sekali merealisasikan sketsa semalam. Dia sedang terinspirasi membuat baju pesta untuk orang hamil setelah melihat bayangan Wulan. Ada beberapa sketsa dan Laura ingin segera membuatnya.


\==============================================================


Yanktie tunggu komen manisnya yaaaaaa


YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.


Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta