
Hallooooooo
Semoga semua suka denganupdate kedua hari ini
Jangan lupa mampir ke cerita milik yanktie yang lain, terutama judul baru yaitu BETWEEN QATAR dan JOGJA
SELAMAT MEMBACA
‘Ternyata mereka bukan anak kandung Laura, tadi A’a bilang mereka sama. Sama-sama punya dua bonus.’ Namira sekarang tahu. Rupanya keduanya anak dokter Syahrul.
Selesai sudah acara ramah tamah akad nikah dokter Ilyas dan Namira. Seperti niat kemarin, sesudah acara Ilyas, Laura akan membawa anak-anak dan wak Ganis kerumah sakit Kemala dimana Syahrul dirawat.
Sesampai di rumah sakit Fahri dan Nazwa senang karena bisa bertemu dengan bibik mereka. “Bik, besok Selasa tukeran lagi ya? Bibik tidur dirumah saya aja biar anak-anak ada teman yang biasa mereka ajak ngobrol. Saya disini lagi,” Laura langsung memberitahu dia akan kembali menjaga Syahrul secara full.
“Saya mah terserah Non aja,” jawab sibibik dengan patuh.
“Kak, Mommy mau lihat Daddy dulu ya. Biasanya Mommy boleh masuk walau bukan jam kunjungan,” Laura pamit pada Nazwa. Dia kasihan pada Syahrul beberapa hari ini bukan dia yang membasuh badannya.
“Kalau mau jajan, itu ke mini market aja Dek,” Laura memberi uang untuk Fahri membeli snack. Karena disitu hanya ada roti aneka rasa yang dibawakan oleh teman-teman Syahrul juga aneka buah. Sedang Fahri senangnya ngemil snack.
Letak mini market tidak jauh dari ruang rawat ICU. Disana juga Laura biasa membeli hot choco atau kopi dan mie gelas bila butuh yang hangat-hangat.
***
“Assalamu’alaykum calon imamku,” Laura yang sering diberi kemudahan masuk ke ruang rawat sedang berada disisi Syahrul. Dia berbisik lembut pada kekasihnya. Dia ciumi pipi dan kening Syahrul.
“Mommy kangen Daddy,” Laura tak bisa menahan isak tangisnya. Dia kecupi punggung tangan Syahrul. Dia ambil tissue basah, dia basuh wajah, leher dan tangan Syahrul.
“Kapan Daddy mau bangun? Kapan Daddy cium Mommy lagi?” bisik Laura dengan isak tangis.
“Hari ini Ilyas menikah. Tadi Mommy datang. Satu kompetitor Daddy sudah resmi gugur. Mommy datang dengan kakak dan adek juga uwak. Andai ada Daddy, pasti kita datang berlima,” celoteh Laura sambil terus membasuh badan Syahrul.
Laura asyik bercerita sambil mengelap badan Syahrul agar fresh, sementara di ruang tunggu wak Ganis sedang berhadapan dengan Ida yang memaksa Fahri pergi makan dengannya.
***
“Kalau anda seperti itu, siapa pun tak akan mau. Fahri bukan anak kecil yang bisa dibujuk dengan iming-iming ice cream atau permen. Dia sudah bisa berpikir juga dia punya kemauan. Kalau sekarang dia bilang tidak mau mengapa anda memaksa?” bu Ganis keqi dengan cara kasar Ida mengajak Fahri.
“Anda enggak usah ikut campur!” bentak Ida.
“Bu, ini rumah sakit. Kalau mau teriak-teriak anda keluar,” seorang keamanan yang kebetulan lewat menegur Ida.
“Anda memang tak pantas jadi ibu, seorang ibu tahu apa yang dimau anaknya,” walau lirih, tapi kalimat sarkas Nazwa cukup jelas didengar Ida, bibik, bu Ganis serta para penunggu yang duduk dekat kasur angin mereka.
“Mommy …,” Fahri langsung menghampiri Laura yang baru keluar dari ruang rawat. Dia memeluk perempuan lembut yang selalu bisa menenangkan hatinya. Tidak seperti ibu kandungnya yang kasar.
“Anda ada perlu apa lagi?” tanya Laura kesal. Nazwa melihat bekas-bekas tangis dimata Laura. Sedang Ida memperhatikan gaun kembar Laura dan Nazwa.
“Saya ingin membawa anak-anak saya. Kamu bukan siapa-siapa mereka sehingga tidak perlu ikut campur.” Jelas Ida dengan ketus.
“Camkan ini. Saya tak mau ikut campur dan saya tidak mau ribut dengan perempuan tak punya otak seperti anda. Anda silakan bawa anak-anak ini sekarang juga. Dan saya akan langsung laporkan anda dengan delik penculikan karena hak asuh resmi anak-anak ini ditangan dokter Syahrul. Dan saya tak perlu lama melaporkan karena polisinya sudah datang,” Laura bersyukur saat itu Toha dan Adnan datang dengan pakaian dinas mereka.
“Assalamu’alaykum,” sapa Toha ramah.
“Kang, saya tidak mau buang waktu. Saya mau laporkan perempuan ini yang mengganggu mental anak-anak dokter Syahrul dengan tekanan. Dia adalah ibu kandung anak-anak ini tapi kabur dengan selingkuhannya sehingga dokter Syahrul yang punya hak asuh. Sekarang dia mau bawa anak-anak tanpa izin dokter Syahrul,” geram Laura langsung membuka front peperangan dengan Ida. Dia sampai tak menjawab salam yang diberikan Toha.
“Silakan anda bantah. Karena saya sebagai anak juga tak ingin ikut anda,” Nazwa menguatkan laporan Laura.
“Kalau anak-anak saja tak mau, kamu ngapain ngotot bawa mereka. Benar kalau kamu tetap bawa mereka kamu kena delik penculikan,” Adnan memberi tekanan pada Ida.
Kesal karena kalah bersilang pendapat, tanpa pamit Ida langsung pergi dari ruang tunggu itu.
Laura masih penasaran, siapa yang memberitahu kondisi Syahrul pada Ida? Sedang kerabat Syahrul tak ada yang datang satu pun. Kalau kerabatnya tahu, mengapa mereka tak ada yang datang menengok?
***
Dua hari menjelang pernikahan. Wulan sudah mulai gelisah. Kemarin mami eh calon mami mertua sudah bilang mereka besok sudah ada di Bandung. Hari Minggu Wulan harus menginap di hotel dan akan ada MUA yang mendadani Wulan. Mami sudah tahu tentang baju nikah dari Laura. Mami menyiapkan selop untuk jodoh baju pengantin itu. Demikian juga untuk August. Mulai hari Jumat sepulang kuliah August sudah tak boleh menemui Wulan.
Hari Jumat kemarin barang dari apartemen August dibawa ke Bandung. Untung dua kamar tidur masih kosong. Waktu itu Wulan minta beli barangnya nanti saja. Yang mereka beli hanya kamar utama dan kamar pembantu. Sehingga barang tidak numpuk dirumah baru. Dan tentu saja pengantar barang adalah Yudha dan Farhan. Mereka langsung stanby di Bandung dan menjadi satpam mami. Mereka bertugas menjaga August agar tidak melanggar pingitan yang mami tetapkan.
August memang memilih akad nikah dilaksanakan dirumahnya. Makanan dia sudah pesan dari resto tempat dia lamaran minggu lalu. Kamar hotel juga sudah dibooking. Dan yang pasti juga kamar untuk Wulan. Karena Wulan juga akan menginap di hotel agar MUA yang mami panggil mudah bekerja.
Karena selain mami dan papinya, oma juga akan datang. Juga Bagas dan istrinya serta ibunya Bagas. Dari keluarga maminya juga akan hadir kakak dan adik mami dengan pasangannya masing-masing.
Memang kali ini tidak semua keluarga diberitahu. Yang diberitahu hanya yang biasanya bisa tutup mulut. Walau ini bukan aib yang dibikin August, tapi mulut orang tak bisa kita bungkam.
Keluarga besar baru akan diberitahu nanti saat acara resepsi saja. Jadi hari Sabtu ini August sudah dibawah pengawasan penuh Farhan dan Yudha. Selain beberes barang-barang dari apartemen. Mereka juga menyiapkan arena akad nikah dan ruang konsumsi. Nanti orang resto akan membawa meja sendiri seperti biasa.
==============================================================
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta