TELL LAURA I LOVE HER

TELL LAURA I LOVE HER
PENGENNYA KITA TIDUR SEKAMAR



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


\==================================================================================


“Boro-boro. Teman kalian ini kissing denganku bisa dihitung jari tangan. Belum butuh bantuan jari kaki,” sambar Bastian cepat.


“Really?” tanya Vita tak percaya.


“Itu faktanya,” jawab Julia tersenyum manis.


“Lalu apa alasan big boss menyuruh kalian menikah?” tanya Fanny ikut penasaran.


“Saat kita sedang meeting itu, aku dan A’a mendapat kiriman foto. A’a sedang tidur tanpa busana dengan seorang perempuan dan juga foto test pack dua garis. “ sahut Julia. Dia menyuapi Bastian sepotong kue.


“Aku yang tahu lebih dulu langsung pulang. Aku enggak marah pada Bastian. Karena aku tahu foto itu asli, tapi kondisinya enggak asli. Aku langsung bertemu dengan bu Achdiyat dan diskusi by phone bertiga dengan pak Achdiyat.” sahut Julia sambil senyum kecil pada Bastian yang sedang memandang dirinya gemas.


“Calon mertuaku tercinta mengusulkan aku menginap dirumahnya. Dikamar untuk tamu. Dan anaknya yaitu bos kalian jungkir balik ngubeg-ngubeg Jakarta dan Bogor buat mencariku,” Julia mengerling pada Bastian yang mengerucutkan mulutnya.


“Awalnya, aku hanya ingin satu minggu saja mengungsi. Tapi mertuaku bilang sekalian saja menunggu bikin kejutan ulang tahunnya tadi malam. Itu sebabnya aku menghilang lama,” Julia melihat para server menaruh makanan yang sudah dia pesan.


“Kalian kalau mau menu lain silakan pesan saja ya,” Julia mempersilakan pesan menu lain.


“Kita sambil makan aja,” Bastian menginterupsi cerita Julia.


“Iya, kita mulai makan aja. Dan enggak perlu keburu-buru karena kalian enggak perlu cepat kembali ke kantor,” Julia pun menyetujui perkataan Bastian kalau mereka mulai makan saja.


“Nah, semalam pak Achdiyat akan bergerak menjebak perempuan itu. Besok aku, Bastian dan pak Achdiyat akan berangkat ke Singapore. Sepulang dari Singapore. Pak Achdiyat bilang akan melamarku dan satu minggu kemudian kami harus menikah,” Julia pun menerangkan prolog ya ng dia sebut tadi tentang harus segera menikah.


“Ayah saya tak ingin kami selalu diganggu dengan masalah. Kalau sudah menikah, pasti kami akan menyelesaikan dirumah, bukan salah satu harus sembunyi,” Bastian melengkapi apa yang Julia sampaikan.


“Jadi, besok kalian mau berangkat ke Singapore?” tanya Harun.


“Iya, dan aku akan membagi tugas selama Aku enggak ke kantor,” sahut Bastian.


Lama mereka berembug masalah kantor. Masalah persiapan pernikahan. Juga masalah memblow up pertunangan pasangan Bastian dan Julia.


Jam empat sore baru pembahasan selesai.


***


Bastian dan Julia pulang bersama. Mereka menuju rumah Julia terlebih dulu karena akan mengambil baju serta passport Julia guna berangkat ke Singapore esok pagi. Mobil Julia memang masih di rumah, tadi Julia ke resto diantar driver pak Achdiyat.


“Kamu sudah booking kamar?” tanya Bastian.


“Sudah. Dua kamar, untukmu dan Apa’. Aku akan menginap di apatement kang Dade. Agar tidak terpantau oleh Gladys,” jawab Julia. Dia memang sengaja, sebelum urusan dengan Gladys selesai, dia akan sembunyi. Yang pasti dia akan belanja untuk barang dagangannya.


“A’a pengennya kita tidur sekamar Yank,” pinta Bastian. Dia mematikan mesin mobil karena sudah sampai kerumah Julia.


Kedua pernah menjalani hidup bersama dengan perempuan yang belum resmi dan halal menurut agama. Bedanya Bastian hanya pernah dengan satu perempuan. Sedang August dengan banyak perempuan.


Dan Julia pernah tidur bersama dalam arti sebenarnya. Dengan lelaki yang biasa tidur dengan sembarang perempuaan. Hebatnya, August tetap menghormatinya dan mereka hanya lelap sampai pagi tanpa berbuat yang melanggar agama.


Itu sebabnya Julia bertanya apa Bastian mampu. Bila mampu dia tak keberatan. Toh sebentar lagi juga mereka akan resmi. Kemarin Apa sudah bicara dengan Yaya memberitahu soal keberangkatan mereka ke Singapore dan sepulang dari sana langsung akan mengadakan pernikahan.


“Kita pernah tidur bersama sebelumya Honey,” balas Bastian. Dia mengekor kedalam kamar Julia.


“Kita melakukan dirumah sakit dan saat itu juga fisikmu enggak prima Babe,” balas Julia sambil menyiapkan dua koper besar miliknya. Tentu saat berangkat yang isi hanya satu koper dan itu pun hanya isi separo saja.


“Percayalah, aku bisa tahan diri,” balas Bastian memastikan.


“Ok. Malam ini A’a boleh tidur dikamar depan. Ayok kita cepat biar bisa makan malam dirumah sebelum Amah ngomel karena kita bikin telat jadwal makan malam,” Julia percaya dengan janji tunangannya.


***


“Setelah kita menikah, apa aku akan tetap bekerja dikantor? Lalu kita akan tinggal dimana?” tanya Julia. Dua hal itu tentu patut dia tanyakan. Karena pernikahan mereka akan berlangsung tak sampai satu bulan sejak besok.


Bastian menoleh pada kekasih hatinya. Mereka masih dimobil menuju rumah Bastian. Saat ini mereka sedang dilampu merah.


“Kalau maunya aku. Kamu tetap bekerja. Karena aku enggak bisa pisah lama denganmu. Walau misal kamu enggak kerja. Kamu tiap hari harus ikut kekantor menemaniku,” jawab Bastian.


“Ih, ngapai aku ke kantor kalau hanya nemani A’a? mendingan tetap jadi pegawai biar dapat gaji buat beli roti unyil,” jawab Julia keqi karena harus terus bertugas mendampingi Bastian.


“Kerja enggak kerja kamu kan tetap digaji Yank,” jawab Bastian lagi.


“Trus masalah tempat tinggal?” tanya Julia.


“Mau di apartemen milikku?” tanya Bastian. Dia tahu sebagai pasangan baru, tentu Julia nanti ingin hanya berdua tanpa mama dan papa atau pembantu rumah tangga.


“Punya?” tanya Julia antusias. Dia malah tak tahu kalau Bastian memiliki apartemen pribadi.


“Ada. Kecil hanya dua kamar. Itu aku beli sepulang kuliah dan aku harus menjauh darimu. Karena saat aku jatuh hati padamu, Apa melarang mendekatimu. Saat itu kamu baru tunangan dengan August. Aku menjauh dengan belajar kerja di kantor paman.” Bastian menerangkan mengapa dia memiliki apartemen itu.


“Amah dan Apa’ melarang kami anak-anaknya merusak hubungan orang lain. Suatu pantangan bagi kami. Amah selalu bilang jangan sesekali merusak pagar, karena itu menyakitkan. Dan aku merasa bagaimana sakitnya sekarang saat Gladys sengaja merusak pagar kita,” Bastian membelokkan mobilnya untuk masuk ke garasi rumahnya.


“Babe. Koper diturunkan enggak?” tanya Julia.


“Turunkan. Karena besok pakai mobil Apa’. biar nanti mamang yang urus. Kita masuk saja,” Bastian mengajak Julia masuk.


“A’a mandi dulu ya,” dia izin pada Julia. Karena gadis itu sudah mandi dirumahnya.


***


Sehabis makan malam Julia masuk kamar Bastian, dia membantu lelaki ini packing baju yanga akan mereka bawa esok. “A, pakai koper besar ya?” pinta Julia.


“Dua koper besar milikmu kurang?” tanya Bastian menggoda. Dia ingat kemarin tigaa koper besar saja masih tambah beberepa kardur besar.


“Pertanyaan itu tak perlu aku jawab,” Julia menjebi bibirnya karena digoda seperti itu.