
SELAMAT MEMBACA
Sebenarnya Julia malas makan malam kali ini, karena dia harus berangkat sendiri ke tempat makan itu, dan harus pakai dress batik yang dibelikan bu Tuti. Dia tak suka karena batik ini couple atau kalau di Jogja disebut batik sarimbit ( pasangan ). Dan malam ini dia akan berpasangan dengan sang monster.
Laura keluar kamarnya, dia tak perlu naik kendaraan apa pun, karena bu Achdiyat memesan tempat di hotel ini sebagai tempat makan malam kali ini. Bu Tuti atau bu Achdiyat mengatakan malam ini dinner khusus yang harus berkesan, karena besok sore dia dan cucu-cucu akan pulang lebih dulu ke Jakarta. Mereka tak mau menemani para lelaki lokakarya.
“Meja atas nama siapa Mbak?” tanya bagian reservasi.
“Ibu Kusumastuti,” jawab Julia sambil tersenyum manis.
“Oh, beliau mengambil ruang VIP, silakan ikuti saya,” petugas itu memandu Julia memasuki ruangan yang di pesan oleh ibu boss nya itu. Julia bingung, mengapa bu Tuti menyewa ruang yang gelap? Dia mendorong pintu dengan pelan.
‘Mungkin lampu akan menyala otomatis bila pintu dibuka,’ batin Laura, tanpa berpikir buruk.
“Selamat ulang tahuuuuuuuuun,” teriak bu Tuti, pak Achdiyat dan Bastian bersamaan lampu ruangan menyala.
Laura tak menyangka ulang tahunnya akan dibuat seperti ini oleh keluarga bossnya. Dia terharu. Bu Tuti menghampiri gadis yang masih tak percaya akan apa yang terlihat dihadapannya. Di meja terletak black forrest cake, size kecil.
“Selamat ulang tahun ya cantik, sehat selalu dan semoga kamu selalu bahagia,” bu Tuti memeluk erat Julia, dia cium kedua pipi gadis yang sekarang dialiri air mata bahagia.
“Nuhun pisan Ibu,” Julia mengucapkan terima kasih dalam bahasa Sunda. Tadi malam Bubu, Yayah dan Yogi memberi kejutan dengan video call. Biasanya mereka berkumpul di Jakarta atau Bogor.
Pak Achdiyat pun berganti dengan istrinya, dia memeluk mantan sekretarisnya itu dengan dekap sayang seorang ayah. “Selamat ulang tahun YAYA” ucapnya. Pak Achdiyat mempunyai panggilan sayang YAYA, dari Julia. Tanpa ragu dia mengecup kening gadis itu. Seperti istrinya, dia juga menganggap Julia adalah putrinya menggantikan Rita.
Sesudah kedua orang tua itu, giliran dua jagoan yang memeluk Julia dan memberikan kado. Cium dan peluk pun mereka dapat dari Julia. Tanpa Julia sangka terdengar petikan gitar dari sudut belakang tempat tadi keluarga Achdiyat berkumpul. Di sana Bastian dengan kemeja batik yang sama dengan dress Julia, duduk memangku gitar yang dia mainkan perlahan. Dia mengalunkan lagu endless love dari Lionnel Richie.
My love, there's only you in my life
The only thing that's right
My first love, you're every breath that I take
You're every step I make
Julia mendengar bait pertama lagu yang special dinyanyikan Bastian. ‘Apa maksud monster itu dengan lagu yang dia nyanyikan?’ berjuta tanya melintas di benak Julia. Namun tak dipungkiri, di hati Julia ada yang mencair, tapi bukan gletser.
Mata Bastian menatap Julia dengan lembut dan penuh cinta saat menyanyikan lagu itu, Julia makin tak menentu. Mau lari keluar tentu tak enak dengan bu Tuti dan pak Adi ( Achdiyat ).
And I
I want to share all my love with you
No one else will do, you know it
Julia menatap Bastian dengan lekat. lelaki tampan dan mapan tapi sangat arogan. saat ini bisa bernyanyi dengan tatapan lembut dan sangat mempesona
And your eyes
They tell me how much you care
Oh, yes, you will always be my endless love
‘*Benarkah akan sesuai dengan lirik lagu itu? Benarkah dia ingin membagi semua cintanya untukku? Dan menjadikan aku cinta terakhirnya*?’ Julia bergumam dalam hatinya terbawa isi lagu itu.
Selesai menyanyikan lagu itu, Bastian menghampiri Julia. Di depan Julia dia mengambil setangkai mawar merah yang dia taruh di belakang punggungnya, diselip di bagian pinggang celana panjangnya .
“Kamu potong kue nya, kita tidak tiup lilin. Dan kue sengaja cari yang kecil agar tidak mubazir,” bu Tuti memandu Julia agar memotong kue yang dia sediakan.
“Jadi Ibu kemarin beli dress ini sudah niat buat acara ini?” selidik Julia.
“Ini acara dadakan, kemarin pagi Ade baru bilang ke mamaH ( dengan huruf H yang jelas terucap, sesuai logat Sunda, bukan mama! ), dia ingin bikin kejutan untuk ulang tahunmu,” jawab bu Tuti santai.
“Dan dia minta mamah untuk membelikan kalian baju couple.”
Julia langsung memandang Bastian yang pura-pura tak tahu sedang dipandang dengan tatapan menusuk.
“Sebelum potong kuenya, A’a minta kamu jawab dulu permintaan A’a barusan,” cetus Bastian, dia sengaja nodong Julia di depan kedua orang tuanya. Dia yakin Julia tak akan menolaknya.
Julia yang disudutkan, bukan tak berani menjawab. Dia memang lembut, tapi kalau soal kebenaran dia tak akan menyerah. “Bukan tidak mau menjawab. Hanya saya belum bisa menjawab! A’a tidak pernah menyatakan suka apalagi cinta pada saya. Selama ini hubungan kita tak lebih sekedar atasan dan bawahan. Malah hubungan saya dan pak Adi lebih dekat, karena dia seperti ayah kedua bagi saya, bukan sekedar atasan.”
Bastian melotot mendengar jawaban yang Julia berikan. Dia ingat selama ini sikapnya malah sering membuat Julia marah dan kesal. Sebenarnya hal itu karena dia mencari perhatian saja.
Sejak datang ke Indonesia dua tahun lalu dia sudah menyukai Julia. Sayang menurut info, saat itu Julia baru saja bertunangan. Itu sebabnya dia mundur. Dia memilih bekerja di kantor pamannya. Tapi tujuh bulan lalu sang ayah meminta dia memegang usaha keluarga mereka sendiri. Jadi dia lah yang menggantikan pak Achdiyat.
Dua bulan kemudian saat pak Achdiyat mundur, baru Julia jadi sekretarisnya. “A’a suka ama kamu sejak lihat kamu dua tahun lalu, makin A’a berupaya menghindar, makin bayangan kamu enggak mau pergi. A’a berani meminang kamu di depan Mamah dan Apa’ karena tahu, kamu sudah putus dengan mantan tunanganmu,” cetus Bastian tanpa malu pada kedua orang tuanya.
Mereka memang selalu terbuka seperti itu. Bastian sudah menceritakan dia menyukai Julia sejak dia melihat gadis itu di kantor sang ayah.
Julia kembali kaget dengan kenyataan yang baru saja Bastian ucapkan. Dia tak menyangka Bastian menyelidiki dirinya sejauh itu. Andai Julia tahu, Bubu dan Yayah lah sumber info yang dimiliki Bastian. Lelaki itu memang langsung mencari info akurat dari kedua orang tua Julia.
“Pembahasan hubungan kalian dilanjutkan nanti saja, Apa’ sudah lapar,” pak Adi menengahi debat Julia dan Bastian.
Mendengar itu Julia segera memotong cake kecil itu menjadi 6 potong, dan membagikan pada semua yang hadir. Dengan telaten Julia membantu kedua jagoan kecil dan berkali-kali dia juga membantu mengelap kotoran di sekitar mulut Topan dan Guntur.
“Uncle, kenapa kuenya enggak dimakan?” tanya Guntur.
“Tunggu Aunty menyuapi,” balas Bastian santai.
“Aunty tidak akan menyuapi Uncle, karena Aunty hanya mengurusi kami,” jawab Topan cepat. Dia tak ingin Julia juga menjadi milik pamannya. Cukup hanya miliknya dan Guntur adiknya.
“Aunty akan menyuapi Uncle begitu kalian selesai. Uncle akan sabar menunggu, tak akan mengganggu kalian hingga selesai,” diplomatis jawaban yang diberikan Bastian, sementara Julia melihat pak Adi tersenyum melihat kelakuan anak bungsunya.
Sehabis kedua anak kecil selesai makan kuenya, Julia memulai menyuap potongan kue miliknya ke mulutnya. Namun tangannya dicekal monster dan diarahkan ke mulut Bastian.
Dengan senyum nakal Bastian memakan kue milik Julia, lalu tanpa mengganti sendok Bastian memandu tangan Julia yang dipegangnya untuk mengambil potongan berikut dan menyuap ke mulut gadis itu. Suapan berikut kembali Bastian arahkan tangan Julia yang dipegangnya ke mulutnya, baru berikutnya ke mulut Julia. Demikian sampai kue di piring Julia dan piring Bastian habis tak bersisa.
Sesudah diawali dengan kue ulang tahun, mereka masuk ke menu utama. Sehabis makan malam pak Adi sengaja mengajak istri dan kedua cucunya kembali ke kamar lebih dulu. Dia memberi kesempatan pada Bastian dan Julia menyelesaikan persoalan mereka.
“Kenapa A’a berbuat seperti ini?” tanya Julia, dia tak ragu berdebat kalau soal perasaannya.
“Maksudmu berbuat seperti apa?” balas Bastian lembut sambil memegang kedua tangan Julia.
\======================================================================
YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.
Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta