TELL LAURA I LOVE HER

TELL LAURA I LOVE HER
APA KAMU AKAN KEMBALI TERPURUK KAK?



Update ke dua hari ini


Semoga semua selalu sehat dan bahagia.


Jangan lupa bagi kebahagian untuk Yanktie dengan cara memberi setangkai mawar atau secangkir kopi di novel ini yaaa


***


Hari Jumat siang ini August bersiap berangkat terbang kembali ke Indonesia. Dia sudah memutuskan dari bandara SOETA langsung menuju Bandung. Menjemput Wulan lalu ke rumah sakit menengok dokter Syahrul. Sebelumnya dia memang akan langsung ke Bandung, tapi bukan ke rumah sakit. Melainkan mempersiapkan lamaran yang akan dia selenggarakan hari Senin. Dia juga harus mencari rumah tinggal untuknya dan Wulan. Membeli perabotan untuk rumahnya dan mencari resto untuk acara hari Senin.


‘Sweety, pagi-pagi besok kita nengok ke rumah sakit ya? Nanti Mas khabari begitu sampai Soeta. Juga saat sudah tiba di Bandung biar kamu bersiap. Bawa baju ganti kalau kamu kepanasan dan ingin ganti baju. Karena kita akan keluar seharian,’ August mengirim pesan pada Wulan.


‘Iya Mas. Hati-hati ya,’ jawab Wulan. Dia sudah memberitahu kalau Sabtu hingga Senin dia izin karena akan mengadakan lamaran. Dan semua pegawai panti sudah tahu August lah yang akan menjadi suami Wulan nanti.


***


Sementara di rumah Ilyas malam ini Nadia akan pamit kembali ke Bogor. Dia tidak izin menginap. Tadi mereka sudah menghubungi Wiwin. Besok Wiwin dan Namira janjian akan bertemu jam sembilan pagi di cafe seberang rumah sakit Persada.


Namira dan Nadia diskusi banyak tentang kebohongan Wisnu.


“Untung kamu bisa jaga diri, kalau tidak bisa jadi sampah saja karena Wisnu tak akan pernah menikahimu,” Nadia berani bicara seperti ini karena mereka sedang di kamar untuk menyusui Ilham. Kalau didepan Ilyas tentu tak akan mereka bicara seperti ini.


“Memang aku berpikir seperti itu. Aku tak pernah mau bila dia memancingku berbuat yang menyerempet bahaya,” sahut Namira.


“Aku yakin, saat kamu meninggalkannya, dia cari pacar lain,” Nadia memberi tahu pemikirannya.


“Bisa jadi. Atau bahkan mungkin saat aku masih bersama dengannya, dia punya pacar lain juga di kantornya. Dia ‘kan jadi pacarku hanya dikampus. Diluar kampus siapa yang tahu?” Namira ikut menduga-duga.


“Padahal aku sangat merasa bersalah karena meninggalkannya. Aku berpikir dia terluka. Ternyata malah saat kami masih pacaran dia sudah tunangan,” lanjut Namira.


“Kalau memang dia terpaksa tunangan dengan Wiwin. Harusnya dia jujur padamu Ra. Dia harusnya bilang, dia terpaksa tunangan karena dijodohkan. Tapi dia akan tetap memilih berada disisimu. Begitu ‘kan seharusnya?” Nadia geram baru mengetahui kebusukan Wisnu. Selama ini dia mati-matian membantu Wisnu mencari Namira.


“Ya, kalau dia waras harusnya dia bilang soal perjodohannya padaku,” sahut Namira sambil mengancingi kemejanya. Ilham sudah tertidur dengan nyenyak karena kenyang minum ASI.


***


Anjas bingung melihat Laura tak sadarkan diri. Perawat dan dokter sedang menangani Syahrul. Dia membopong putrinya keluar dan membaringkannya di kasur angin yang untung belum dibuang anginnya.


Digosokkan minyak kayu putih ke leher, tangan dan kaki putrinya serta dia cium-ciumkan dihidung agar Laura sadar. ‘Apa kamu akan kembali terpuruk Kak? Apa kamu akan sanggup kehilangan kedua kali?’


Sudah hampir satu jam dokter tidak memanggil keluarga Syahrul. Kalau pasien meninggal biasanya mereka akan segera memanggil. Tapi bila tak meninggal mengapa lama info yang diberikan? Sementara Anjas masih bingung karena Laura belum juga sadar. Dia sudah tanya istrinya bagaimana membuat Laura cepat sadar.


“Kenapa Kakak pingsan?” tanya Claudia. Tentu perempuan itu bingung mengapa putrinya pingsan.


“Abang tadi udah enggak ada denyut jantung. Dan sampai sekarang belum ada info dari dalam,” sahut Anjas. Terpaksa dia memberitahu kejadian sebenarnya.


Claudia panik. Dia segera minta mang Asep mengantarkannya ke rumah sakit. Dia takut menyetir sendiri saat gugup seperti sekarang. Dia menyiapkan satu stel baju ganti untuknya.


“Sabaaaar Kak. Mama tahu Kakak kuat. Ingat, kita punya Nazwa dan Fahri yang butuh kita. Mereka enggak boleh lihat kita lemah,” Claudia mendekap putrinya. Dia ciumi puncak kepala Laura. Terlalu lelah menangis dan memang sedang tidak fit akhirnya Laura tertidur dalam dekap hangat Claudia.


Sementara Anjas langsung mencari info kondisi Syahrul selanjutnya. Dia masuk ruang ganti pakaian di ICU dan mencuci tangan dengan larutan desinfektan yang tersedia diruang itu. Lalu dia masuk ruang suster depan dan bertanya kondisi calon menantunya.


“Sabar ya Pak. Kami sedang berupaya yang terbaik. Tadi memang sempat terhenti. Dan sekarang ada, namun sangat lemah sehingga kami tidak berani memberi info pada keluarga pasien. Kami tak ingin memberi harapan semu,” jawab suster yang bertugas.


“Nanti dokter akan memberi keterangan resmi untuk keluarga Bapak,” lanjutnya. Anjas langsung keluar ruangan itu dan menemui Claudia.


“Bagaimana Pa?” tanya Claudia sambil berbisik.


“Ada denyut tapi sangat lemah. Belum ada kepastian untuk keterangan resmi dokter. Kita disuruh nunggu,” jawab Anjas juga sambil berbisik.


***


Sekarang August sudah sampai di SOETA, masih belum masuk waktu salat subuh di hari Sabtu ini. August segera menyerahkan manivest penerbangannya karena dia ingin segera meluncur ke Bandung. Yudha sudah standby di parkiran sejak pukul 03.30. sehabis salat subuh mereka segera on the way menuju kota kembang.


“Kita sarapan di rest area aja ya,” August memberi tahu Yudha rencana perjalanan mereka kali ini.


“Siyaaaaaaaaaap. Tujuan pertama tetap ke panti asuhan ‘kan?” tanya Yudha.


“Iya, kalau gue tidur, lu inget alamatnya ‘kan?” tanya August.


“Insya Allah ingat, jawab Yudha, lalu dia menyalakan musik slow untuk menemani perjalanan mereka pagi ini.


‘Sweety, Mas on the way ke Bandung,’ August segera mengirim pesan untuk Wulan. Dia tahu calon istrinya itu pasti sudah bangun dan menjalankan kewajiban salat subuh.


‘Ya Mas, aku kebagian masak sarapan. Mas sampai sini Insya Allah aku sudah siap koq,’ balas Wulan.


Wulan dan Sukma yang pagi ini bertugas masak sarapan berniat membuat nasi uduk dan dadar telur saja. Tak lupa sambal kacang dan kerupuk. Menu sederhana namun sangat nikmat karena diolah bersama dan dimakan dengan semua teman, ini kelebihan persaudaraan di panti asuhan ini. Tak ada sifat iri. Semua saling mendukung dan menguatkan. Bahkan Wulan tanpa terduga dipinang pilot ganteng saja tak ada yang julid. Karena semua tahu, Wulan tak pernaah berupaya menarik perhatian August.


Mengetahui Wulan akan ke rumah sakit, Karni berniat membawakan nasi bakar untuk Laura. Dia akan titipkan pada Wulan. Karni memasak ayam suwir pedas. Dia memetikm kemangi dan daun pisang. Dari bik Sanah dia tahu kedua orang tua Laura juga menemani boss mereka disana karena semalam kondisi dokter Syahrul makin buruk.


Akhirnya semua pegawai panti asuhan tahu kalau Laura baru saja menerima cinta dokter Syahrul belum seminggu. Mereka sangat sedih mengetahui cobaan cinta Laura kali ini.


\=============================================================================


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta