TELL LAURA I LOVE HER

TELL LAURA I LOVE HER
KONSPIRASI LIMA SEKAWAN ~ BASTIAN



YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.


Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


***Salam manis dari Sedayu\~Yogyakarta  ***


***================================================================================= ***


“Aku pinjam mukenamu ya Jul, aku juga belum salat,” Vita langsung menuju kamar mandi untuk wudhu.


“Assalamu’alaykum,” sapa seorang ibu cantik, pintu tidak tertutup rapat sehingga dia langsung masuk tanpa mengetuk.


“Wa’alaykum salam, masuk Bubu, Yayah,” Bastian menjawab dengan rona bahagia, dia tak menyangka orang tua kekasihnya datang menjenguknya.


“Eneng kamana? Katanya dia menginap disini?” tanya seorang lelaki gagah dengan logat sunda yang kental.


“Itu Yah, lagi salat di sana,” Bastian menunjuk dimana Julia berada.


“Silakan Bu, Pak duduk,” Yuni mempersilakan pasangan itu untuk duduk. Dia menduga mereka adalah orangtua Julia.


‘Wooooi, ini camer dateng nengok caman. Berarti sebenernya jalur udah bebas hambatan ya?’ Fanny memulai chat di group lima sekawan.


‘Bener bangeeeeeeeeeeet,’ sahut Yuni sambil memberi emoticon jempol.


‘Dan mereka tahu lho kalau si Eneng semalam nginap di rumkit nemenin arjuna,’ Nia yang sekarang membalas.


‘Yoi,’ balas Fanny. Dan mereka berhenti chat karena Julia sudah selesai salat.


“Bubu, Yayah, udah lama?” tanya Julia sambil salim pada kedua orang tuanya.


“Baru aja,” balas sang ibu sambil menciumi pipi anak gadis yang sangat disayanginya itu.


Kedua orang tua Julia ngobrol beberapa saat dengan Bastian, akhirnya mereka pamit. “Kami enggak bisa lama, titip salam buat Amah dan Apa’ ya? Mang Enkus sakit, jadi kami mau nengok sebelum pulang.”


“Salam untuk mang Engkus dan bi Fatma,” Bastian pun juga menyampaikan terima kasih sudah dikunjungi calon mertuanya itu.


“Eneng teh bawa mobil ‘kan? Yayah mau mindah oleh-oleh ke mobilmu,” pak Sanusi Prawira mengajak Julia untuk ke mobil terlebih dahulu.


“Kalian tunggu sebentar ya, aku ke parkiran dulu. Ngobrol ama boss kalian aja,” Julia pamit pada ke empat kawannya.


Sepeninggal Julia Bastian langsung membuka percakapan. Dia tahu kalau tidak dia yang mulai, keempat pegawainya ini tentu sungkan bicara padanya. “Kalian enggak pengen ngumpul bareng lagi berlima dalam satu kantor?”


“Wah itu mah enggak perlu ditanya Pak, maunya kami tentu aja kami tetap satu kantor dengan Julia,” jawab Yuni cepat.


“Nanti, kalian pancing dia untuk balik ke kantor. Karena saya sudah minta, dia tetap kekeuh ( bersikeras atau keras hati ), tak mau balik kerja. Memang sih alasannya karena kesel ama bossnya,” Bastian membuka fakta alasan Julia tak mau balik bekerja dengannya. Dia yakin semua sahabat Julia ini tahu soal hubungan dia dan Julia secara dalam.


“Hahaha … bener bangeeeet. Saat Julia minta surat resign, dia juga cerita kesal ama boss nya yang arogan dan egois Pak,” jawab Fanny.


“Wah, saya baru tahu kalau boss nya Julia itu Bapak lho,” goda Vita. “Karena sejak tadi kita hanya menyebut boss tanpa menyebut nama. Tapi karena Bapak mengakuinya, maka kami baru tahu.”


Bastian yang mendapat skakmat dari Vita hanya bias nyengir, sedang keempat teman Julia merasa sangat senang karena hubungan mereka dengan Bastian jadi bisa lebih dekat. Julia masuk membawa dua buah tas plasik besar. “Apa itu honey?”


“Bubu bawakan ini untuk Amah, nanti kalau mamang datang antar baju bersih biar dibawa pulang sekalian. Dan satunya biar diantar ke rumahku sekalian baju kotorku,” jawab Julia. Mereka berdua tidak sadar keempat gadis diruangan itu mendengar panggilan “honey” dari Bastian untuk Julia.


“Eh, itu roti unyil dimakan, Bubu membawakan buat kita. Nanti kalian pulang aku bawakan asinan masing-masing satu karena Bubu membawakan banyak.” Julia menyodorkan roti unyil yang sejak tadi sudah ada di meja dekat Bastian.


“Aku baru sekali ini bertemu dengan bubu dan yayahmu. Padahal sudah hampir 4 tahun ya makan oleh-oleh bubu,” sela Yuni sambil memakan roti unyil.


“Iya, jadi kangen tiap minggu dapat roti unyil dan pisang tanduk kukus,” jawab Vita.


“Mumpung di depan pak Bastian, aku minta kamu masuk kerja lagi ya Jul,” sekarang Fanny yang memang punya wewenang dalam hal kepegawaian meminta Julia untuk masuk kerja kembali. “Surat resign mu belum aku masukkan file, jadi belum terdaftar.”


“Aku setuju bangeeeeeet kalau kamu masuk kerja lagi Jul,” Yuni cepat menjawab wacana Fanny.


“Aku apalagi,” balas Nia.


“Aku enggak setuju … kalau lama, aku mau Julia langsung masuk saat pak Bastian besok mulai kerja,” balas Vita yang sempat membuat semua deg deg an saat dia bilang tidak setuju.


“Maunya saya juga begitu,” suara bariton Bastian menimpali percakapan lima sekawan itu. Dipandangi Julia yang hanya menunduk. Julia duduk di pinggir ranjangnya, karena tadi menyuapi roti unyil ke Bastian. “Tapi teman kalian ini enggak mau. Dia bilang bossnya nyebelin!”


Julia tentu kaget Bastian membuka fakta alasannya tak mau masuk kerja lagi. Julia tahu, walau surat resignnya sudah masuk file kepegawaian, kalau dia mau masuk kerja lagi, tentu Bastian dan pak Achdiyat akan menerimanya dengan senang hati. “Emang dia nyebelin koq,” jawab Julia setengah menggerutu. Bastian yang gemas menarik tangan Julia sehingga gadis itu terjatuh ke pelukkannya. Dia kecup kening Julia tanpa malu.


“Lepas A’ enggak enak ama teman-teman,” bisik Julia. Tapi tetap aja semua di ruangan itu mendengar.


“Gini nih ngambegnya teman kalian. Kalian nunggu jawaban dia ‘kan?” Bastian malah mengeratkan pelukkannya dan bertanya pada keempat pegawainya.


“Iya Jul, kami menunggu keputusanmu,” sahut Yuni dan Nia hampir bersamaan. Sementara Fanny dan Vita hanya terpukau atas kelakuan pak Bastian yang selama ini mereka nilai sangat kaku. Pak Bastian yang tak pernah tersenyum, ternyata sangat bucin pada Julia.


“Jawab honey, A’a akan lepas kalau kamu ngejawab permintaan teman-temanmu,” tantang Bastian.


“Lepas dulu baru aku jawab,” Julia bernegosiasi. Dan akhirnya Bastian melepaskan pelukannya.


Julia duduk tegak, mengatur napasnya. “Aku enggak bisa langsung balik kerja, karena kalian tahu aku punya usaha setelah resign. Jadi aku mau kembali kerja kantoran asal 2 syarat dariku kalian penuhi. Inget, bukan hanya pak Bastian, tapi kalian semua harus memenuhi syaratku ini.”


“Apa syaratmu?” tanya Bastian cepat. Dia tentu berharap Julia mau kembali bekerja dengan dirinya.


‘Syarat pertama untuk pemilik perusahaan, saya mau masuk kerja lagi dengan catatan saya minta 2 jam free untuk bisa menjalankan usaha saya. Bisa pagi, siang atau menjelang pulang. Anda bisa menyesuaikan gaji saya bila keberatan dengan jam kerja yang saya ajukan,” Julia memberikan syarat pertama untuk Bastian


\=========================================


Yang masih setia ama cerita ini maka komen manisnya?