TELL LAURA I LOVE HER

TELL LAURA I LOVE HER
SAMPAH MEMANG BERJODOH DENGAN LALAT



YANKTIE MENYAMPAIKAN SELAMAT MEMBACA


\~\~\~\~\~


“Cukup sudah saya menerima tatapan kasihan dari semua orang. Terlebih dari orang yang berstatus suami saya. Saya tak akan pernah menerima apa pun lagi darinya. Tabungan saya akan saya tutup sehingga dia tak bisa mengirim uang bila saya menjauh. Saya bukan perempuan rendah yang mau direndahkan. Walau kotor saya punya harga diri. Tidak seperti perempuan yang kemarin menawarkan dirinya. Perempuan cantik tak punya harga diri,” emosi Wulan mulai terdengar.


‘Aku tak pernah merendahkanmu sayank. Aku benar-benar tulus mencintaimu. Rasa cinta yang tak pernah aku rasakan pada semua mantanku termasuk Julia. Aku sudah menutup semua lembaran kelamku,’ August sangat sedih mendengar isi hati Wulan yang sesungguhnya.


“Sampah memang berjodoh dengan lalat. Tak aneh lalat dengan pakaian mahal kurang bahan selalu mengejarnya. Dan saya tak mau menjadi lalat. Saya tak ingin hidup dengan sampah!”


“Mengapa anda menyebut suami anda dengan kata-kata ‘sampah’? Apa tidak terlalu kasar?” tanya dokter Krisna lagi.


“Awalnya saya percaya niat baiknya. Dia menceritakan semua masa kelamnya karena dia bilang tak ingin saya salah paham. Dia bilang ingin hidup lurus dan memperbaiki diri dengan saya. Dia ingin kami berjalan bersisian. Tapi kemarin dia dengan bangganya membela pela-cur itu. Dia minta saya untuk tidak mencela ja-lang itu. Dia masih sama. SAM … PAH!” tukas Wulan dengan menegaskan kata sampah diakhir kalimatnya. Ada duka dan marah terdengar dikalimat terakhir yang Wulan kataakan.


August, Nenden dan Prabu saling pandang.


“Saya bukan membela perempuan yang mendekati saya. Saya meminta Wulan berhenti agar dia tak terpancing emosinya karena saya tahu emosi wanita hamil sangat mudah berubah,” August membisikkan kalimat itu pada dokter Krisna.


“Coba anda ingat-ingat lagi. Apa benar suami anda membela perempuan itu?” pancing dokter Krisna setelah mendengar penjelasan yang August berikan.


“Saya sudah tak ingin mengingat apa pun lagi tentang dia. Saya muak,” balas Wulan.


“Baiklah. Saran saya, anda berpikir jernih. Anda berada dalam lingkungan hangat penuh cinta dari kedua mertua anda. Mereka datang dari jauh begitu mendengar anda sakit. Mereka meng cancel semua kegiatannya hanya untuk menemani anda. Bahkan mereka tak pernah sekali pun menganggap bayi dalam perut anda bukan cucu mereka. Saya yakin anda nanti bisa mengkaitkan kalau anak mereka pun sangat mencintai anda lebih dari apa pun. Selamat tidur kembali Bu,” dan dokter Krisna menyudahi terapi kali ini.


“Dia saya buat kembali tidur. Jadi biarkan saja. Kalau nanti malam atau dini hari dia bangun suaminya bisa membantu mengambilkan apa yang dia inginkan. Pesan saya jangan ditanya penyebab dia pingsan atau terluka. Dan batasi interaksi orang lain dengan pasien. Atau lebih baik jangan boleh menerima pasien dan pegang ponsel,” dokter Krisna pun pamit.


“Saya akan berkunjung kembali lusa malam saat jam tidurnya saja,” pesan dokter Krisna saat August mengantarkan ke luar ruang rawat.


August duduk diam diteras ruang rawat istrinya. Dia teramat sedih karena Wulan menganggapnya tak tulus. Wulan mengubah sudut pandanganya karena dia mencegah istrinya marah-marah. Padahal niatnya baik, agar Wulan tidak sakit. Tapi emosi ibu hamil malah salah menangkap apa yang dia maksud.


August hanya mencegah Wulan berdebat dengan Vallen yang terkenal tukang ribut. Dia tak ingin Wulan terluka. Tapi ternyata Wulan sudah terluka mendengar ajakan Vallen pada dirinya untuk kembali menjalin cinta seperti dulu.


Vallen adalah perempuan pertama yang menjadi sasaran tembak gustavo, meriam milik August. Dan sayangnya saat itu Vallen sudah tak virgin. Walau August belum berpengalaman, tapi dia sudah bisa tahu beda virgin dan second.


Dan Vallen juga selalu memberi jatah harian pada August. Hanya boleh satu kali making love. Dengan alasan tak mau staminanya rusak. Cukup lama August dan Vallen menjalin ikatan. Mereka tetap tinggal masing-masing, walau kadang bahkan sering August menginap di kamar kost Vallen yang memang bebas menerima tamu. August dan Vallen tidak hidup bersama seperti yang August lakukan dengan June.


“Papi bingung mau pulang ke Jakarta kalau lihat kondisi kejiwaan Wulan seperti ini. Belum lagi nanti kamu kerja. Siapa yang akan menemani hatinya? Kalau menemani tubuhnya tentu dia bisa tinggal di panti asuhan. Tapi hatinya?” August mengangkat wajahnya, ayahnya sudah menyusulnya keluar.


“Wulan itu perempuan yang kuat. Dia bisa bertahan dan berpikir jernih ketika tahu dia hamil akibat penjualan dirinya. Dia masih bisa berpikir jernih dan bertahan. Aku enggak nyangka dia malah drop karena kesalah pahaman kemarin,” keluh August.


“Itu mungkin karena dia merasa terlalu tinggi berharap, dan lalu dijatuhkan. Sehingga dia sangat terluka. Ada baiknya kita kembali cerita masalah ini ke dokter Krisna. Jadi dia bisa memandu Wulan untuk tahu kalau kamu enggak bermaksud seperti yang dia sangkakan,” balas Prabu.


Dua lelaki dewasa ini memang sejak dulu terbiasa tukar pendapat. Jadi mereka bisa leluasa mengemukakan apa yang jadi pemikiran mereka.


“Dokter Krisna akan menunggu proses tadi bekerja. Jadi dia akan datang lusa Pi,” balas August.


“Ayok kita masuk Pi. Papi dan Mami tidur di bed atau di sofa. Aku akan tidur disebelah Wulan. Karena dia sering gelisah kalau tidur tidak aku peluk,” August mengajak ayahnya masuk ke ruang rawat.


“Gust, Wulan gelisah,” sang mami memberitahu kondisi Wulan.


“Dia selalu seperti itu bila aku enggak peluk saat dia tidur Mi. Biar Mami istirahat, aku pelukin dia dulu biar dia tenang,” balas August yang sudah memprediksi hal ini akan terjadi.


***


 “Maaf, semalam kami enggak bisa kesini karena anak-anak pulang sekolah aku bawa ke rumah sakit. Habis itu Abang kecapean,” Laura meminta maaf pada August.


“Enggak apa-apa. Tapi maaf, Wulan enggak boleh ditengok. Dia terguncang. Jadi hanya mami dan papi yang ada di dalam. Aku bahkan enggak bisa leluasa masuk selain saat dia butuh kalau mau tidur. Karena dia selalu maunya tidur dipelukkanku,” sahut August sedih.


“Ya ampuuuuun. Dia kan perempuan kuat. Kenapa bisa begini?” Laura sangat bersimpati.


“Dia salah paham, kemarin mengira aku menegurnya karena aku ingin balikan dengan mantan. Padahal aku negur agar dia tak usah meladeni perempuan itu. Dari salah pengertian ini dia langsung drop. Setiap teringat kejadian itu dia langsung pingsan dan dokter bilang itu tak baik bagi bayi kami,” jelas August.


“Pe rem puan hamil me mang la bil,” Syahrul pun ikut berpendapat.


\======================================================================


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta