
YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.
Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
==============================================================================
August sedang menambal ban cadangan mobilnya. Tadi dia harus mengganti ban mobil karena kempes. Tak mau beresiko maka ban kempes tadi sekarang dia bawa ke bengkel. Dia tak mau membawa cadangan ban kempes. Terlebih dia baru saja tiba di Bandung. Niatnya agak siang nanti August akan mengunjungi panti asuhan Kepak kasih Bunda. Dia tahu pemimpin panti asuhan sedang berada di Jakarta. Dia bukan tak tertarik dengan Laura. Dia bahkan sangat tertarik. Tapi August belum berani memulai kisah kasih kembali. Dia belum merasa cukup baik bagi seorang wanita. Terlebih wanita hebat seperti Laura. Dia harus meredam rasa suka pada Laura. Itulah sebabnya dia selalu berupaya tidak bertemu Laura dikunjungannya ke panti itu.
“Alhamduliilah Ndari berhasil dapat dua beasiswa Paklek,” suara yang cukup familiar di telinga August terdengar lamat-lamat. Mungkin karena bengkel terlalu berisik dan jarak antara August dan dua orang yang sedang berbicara juga tak terlalu dekat.
“Alhamdulillah Nduk, trus kamu mau melanjutkan kemana? Paklek nanti akan bantu sedikit. Paklek punya tabungan di bengkel yang sengaja Paklek simpan untuk kuliahmu,” jawab seorang lelaki.
“Ndak perlu Paklek. Simpan aja dulu uang itu. Saat ini Ndari belum butuh. Ndari kesini hanya ingin cerita tentang rahasia Ndari aja. Sengaja Ndari tahan rahasia ini. Agar Ndari aman. Karena kalau rahasia ini menyebar sebelum khabar kelulusan Ndari. Ndari bisa dibatalkan. Dan tidak dapat ijazah. Padahal Ndari sangat butuh ijazah SMA untuk bisa kuliah,” balas si perempuan. August semakin memperhatikan percakapan dua orang dibelakang punggungnya.
“Tadi Ndari dipanggil wali kelas untuk membantu mengisi raport. Dari dia Ndari tahu kalau Ndari lulus. Walau pengumuman kelulusan masih minggu depan. Oleh karena itu sekarang Ndari berani cerita. Tapi Ndari minta, Paklek jangan bertindak gegabah. Nasib Ndari ada di mulut Paklek,” perempuan itu berhenti sejenak. Sepertinya dia meminum sesuatu sebelum kembali bercerita.
“Ndari pindah ke panti bukan karena ingin belajar, tapi karena Ndari hamil Paklek,” suara perempuan itu semakin lirih, tapi August masih bisa mendengar jelas.
‘Panti? Hamil? Siap dia? Mengapa namanya Ndari bukan Wulan. Tapi suaranya mirip Wulan,’ August berpikir sejenak sebleum mendengarkan percakapan mereka lagi.
“Apa Nduk, kamu hamil? Mengapa bisa? Dan siapa lelaki itu?” sang lelaki sepertinya marah tapi juga putus asa.
“Ndari bukan perempuan hina Paklek. Ndari dijual bibi. Dua kali. Dan akibatnya Ndari hamil. Ndari enggak tahu benih mana yang tumbuh. Yang pasti Ndari enggak akan menggugurkan bayi ini. Itu sebabnya Ndari harus keluar dari rumah Paklek. Ndari enggak mau dijual lagi. Sengaja Ndari tidak bikin ribut sebelum kelulusan, agar Ndari punya ijazah untuk mengejar cita-cita Ndari. Pemilik panti dan semua pegawai panti tahu Ndari hamil. Mereka orang baik dan melindungi Ndari. Malah ibu panti sering membelikan su5u ibu hamil. Ibu Laura memang bidadari dalam bentuk manusia.” Jelas sudah bagi August, wanita yang sedang bicara adalah Wulan. Karena ada kata-kata panti dan ada nama Laura disebut dalam kalimatnya.
“Paklek tidak perlu memarahi bibi. Ndari memberitahu ini hanya sekedar agar Paklek tidak kaget bila melihat perut Ndari semakin besar. Ndari tidak peduli semua orang akan mencibir Ndari, yang penting Paklek tidak. Hanya itu yang Ndari harap,” perempuan itu mulai terisak.
“Astagfirullaaaaaah, dosa apa aku hingga anak yang dititipkan padaku mengalami nasib seperti ini. Mengapa dia bisa sekejam itu padamu Nduk? Maafkan Paklek yang tidak bisa melindungimu. Maafkan Paklek. Maafkan,” sekarang si lelaki mulai ikut terisak.
“Paklek enggak salah apa pun. Ndari cuma minta paklek enggak perlu bikin keributan. Karena nanti mulut bibi akan bicara kemana-mana, lalu bisa sampai ke sekolah. Selama ijazah belum ditangan, Ndari masih khawatir. Walau bu Laura bilang akan membantu bila ijazah Ndari sampai ditahan, tapi sebaiknya kita antisipasi semua hal terburuk,” jawab si perempuan
‘Gadis itu sangat tulus dan dia punya tekad yang kuat untuk maju. Kehamilannya tidak disikapi dengan kesedihan dan putus asa, tapi malah melecutnya untuk terus berjuang. Aku salaut padanya. Berarti benar yang aku lihat di foto, gadis ini sedang hamil,’ batin August.
‘Seperti Laura, aku juga akan menolong gadis ini. Ups perempuan ini. Dia bukan gadis lagi. Tapi aku sangat salut terhadap daya juangnya,’ batin August selanjutnya.
“Paklek akan diam Nduk. Paklek enggak akan bikin ijazahmu tertahan hanya karena Paklek marah pada bibimu. Sekarang kamu pulang ya, Paklek tidak bisa terlalu lama menemanimu ngobrol karena ini jam kerja. Sekali lagi maafkan Paklek,” si lelaki menyudahi percakapan mereka. Dia mungkin tak enak dengan teman kerjanya.
“Pak, ini dua bannya sudah selesai,” seorang pegawai bengkel mengantarkan 2 ban yang tadi August minta diisi anginnya. August meminta diantar dekat mobilnya dan dia membayar di kasir. Saat keluar bengkel August melihat Wulan sedang menunggu angkot di halte yang tidak jauh dari bengkel. August sengaja berhenti dan memberi klakson serta membuka jendela sebelah kiri agar Wulan melihatnya.
“Mau pulang? Ayok bareng. Saya mau ke panti,” ajak August. Dia tidak mengira Wulan belum naik angkot. Awalnya Wulan ragu, tapi nanti kan enggak enak kalau bertemu di panti sedang tujuan mereka sama. Akhirnya Wulan masuk ke mobil August.
“Pak August dari mana?” tanya Wulan membuka percakapan.
"Tadi sebelum masuk tol ban saya kempes. Jadi saya ganti pakai ban cadangan. Maka keluar tol saya langsung tambal dua ban cadangan saya. Saya takut kalau kempes lagi dan kedua ban cadangan belum ditaambal kan berabe,” jawab August.
“Sekolahmu dimana? Koq nunggu angkot disitu?” August ingin tahu apa jawaban Wulan.
“Saya sudah enggak sekolah. Tadi dipanggil untuk bantu isi raport. Lalu pulanya saya bertemu teman dulu,” jawab Wulan.
‘Dia tidak sepenuhnya berbohong. Hanya part bertemu pamannya yang dia sembunyikan. Dia ganti dengan bertemu teman!’ August membatin, dia mencocokkan cerita Wulan pada pamannya dengan yang dikatakan pada dirinya. ‘Dari mana aku mendekatinya? Apa aku katakan saja aku mendengar kisah dia tadi? Kalau tidak aku katakan, tentu dia tidak tahu kalau aku sudah mengetahui kehamilannya.’ Cukup lama August berpikir. Dia harus bisa “masuk” dalam kehidupan Wulan. Bila dia tetap tak memberitahu Wulan kalau dirinya sudah mengetahui rahasia perempuan itu, tentu dia tidak punya alasan membantunya.
“Berapa usia kehamilanmu sekarang?” tanya August to the poin. Dia sudah memutuskan, harus segera memulainya. Semakin lama dia mengungkapkan akan semakin sulit dia menolong Wulan.
“Maksud Bapak apa?” tanya Wulan. Dia kaget mendengar pertanyaan August.
\=========================================================================
Sambil nunggu yanktie update bab baru, baca novel pertama yanktie ya
Judulnya CINTA KECILNYA MAZ, sudah tamat lho, jadi enggak perlu nunggu update.
berkisah tentang Dini yang terpaksa menikah dengan Harry karena hamil setelah diperkosa Harry. padahal Dini hanya mencintai Anto sejak dia SMP
Anto yang ditinggal menikah oleh Dini pasrah ketika sang mama memintanya menikah dengan Shinta, sayang saat sebelum akad nikah Anto mendengar sifat buruk Shinta yang hobby gonta ganti pasangan tidur sehingga membuatnya hamil
Syediiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih ...
Akankah cinta Dini dan Anto bersatu?