
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
‘Ilyas menyekolahkan Nindi di sekolah sebesar ini? Padahal kalau dari ceritanya, Nindi masuk sekolah kan saat baru dia bawa dari Bogor. Bahkan mereka belum ada hubungan apa pun. Lelaki itu memang tak tanggung-tanggung bila ingin menolong,’ kali ini Misah yang kagum akan perbuatan Ilyas pada Nindi dan Ilham.
“Sebentar ya Bi, Teh. Kami biasa turun saat mengantar Nindi,” Namira pamit hendak turun dulu. Mereka tidak hanya menurunkan Nindi dari mobil seperti orang tua lainnya. Mereka benar-benar membuat putrinya merasa selalu dipenuhi kasih sayang karena diantar hingga gerbang dan dikecup serta dipeluk kedua orang tuanya.
“Aku yakin Nindi tak akan mendapat hal seperti itu bila ikut aku dan Halim. Boro-boro kami kepikiran mencium dan memeluknya. Bahkan mungkin mengantar hingga depan gerbang sekolah juga tidak. Kami akan menurunkan dia dimana kami bisa berhenti saja,” Almi bicara pada Misah melihat kelakuan adik dan adik iparnya yang memeluk dan menciumi Nindi sebelum masuk sekolahnya.
“Aku saja tak habis pikir. Ilyas ngedaftarin sekolah kan sehabis ngebawa Eneng dan Nindi dari Bogor. Dia belum punya rasa apa pun pada Eneng. Tapi nyekolahin di sekolah gede begini. Kan gila tuh dia,” sahut Misah memberitahu apa yang dia pikir sejak tadi.
“Sssttt. Mereka datang,” Almi memberi isyarat untuk berhenti menggibah Ilyas.
***
“Hati-hati ya Honey. Enjoy your time,” Ilyas memberikan kecupan di kening istrinya saat dia turun di lobby rumah sakit dan Namira pindah ke kursi sopir.
“Met kerja ya sayang. Jangan telat makan kalau enggak pengen dihukum,” bisik Namira.
“Iya. Nanti Ayah bakal video call saat makan biar Bunda lihat ya,” dengan lembut Ilyas mengusap puncak kepala istrinya.
Ilham tertidur pulas di car seat. Dia duduk dibelakang bersama Misah sementara Almi pindah ke kuersi depan disamping sopir.
***
Namira melajukan mobilnya kealamat Ningrum. Dan selama di mobil Almira kembali menegaskan dia sangat ikhlas melepas Nindi karena dia melihat sendirir bagaimana cintanya Ilyas dan Namira pada putri kandungnya itu.
“Nanti kalau dia sudah agak besar, dia akan kami beritahu koq soal sosok Teteh. Sebelum kita bertemu itu memang planning kami. Karena kita enggak ingin Nindi kecewa saat akan akada nikah ternyata Ilyas enggak bisa menjadi walinya,” sahut Namira.
“Dan dia selalu ingat bagaimana kami kesulitan makan dan dia memanggilku bibi sebelum bertemu dengan ayahnya. Jadi dia tahu kalau dia memang bukan anak kandung kami,” lanjut Namira.
“Itulah kalau kita mengadopsi anak perempuan. Kita wajib memberitahu kalau dia bukan darah daging kita,” sahut Misah. Dia teringat anak angkat suaminya yang oleh keluarganya tak ingin diberitahu siapa ayah sebenarnya. Tapi dia tak bia urun rembug karena itu keputusan keluarga almarhumah istri pertama suaminya yang juga sudah meninggal dunia.
“Kalau Ningrum, kenapa dia pergi ke Taiwan dan belum berniat menikah?” tanya Namira.
“Dia dikucilkan oleh keluarga ibunya karena pernikahan sang ibu dan sang ayah memang tak direstui. Dan kemudian ayahnya dibuang oleh keluarganya karena mempertahankan sang istri. Saat ibunya sakit hingga meninggal Ningrum makin tertekan. Setelah ibunya meninggal dia langsung pergi dari lingkungan keluarga besarnya dan hidup mandiri lalu berangkat ke Taiwan,” sahut Almira.
“Dan yang paling membuat Ningrum sedih, yang paling menindasnya adalah Anna. Perempuan itu yang sering membuat ibunya drop karena selalu mengata-ngatai ibunya Ningrum pembawa sial,” Almi teringat Ningrum selalu menangis ketika bercerita tentang ayah dan ibunya yang telah tiada.
“Aku makin sebal mendengar kelakuan Anna,” sahut Namira. “Eh ini benar kan alamatnya?”
“Benar, rumah yang hijau itu,” sahut Misah menunjuk sebuah rumah yang asri.
***
“Ayah pergi kerja ya Jagoan. Kamu jaga Ibu. Jangan biarin Ibu sedih dan enggak mau maem,” August mengecup perut Wulan. Mereka sedang di teras menunggu taksi online yang dipesan August. Wulan menyuruhnya memakai mobil saja, toh di rumah mobil tak ada yang menggunakan. Tapi August tak mau. Dia bilang kalau Wulan butuh pakai mobil tinggal panggil satpam perumahan yang bisa mengantar Wulan karena August sudah meminta orang itu untuk stanby membantu Wulan.
“Ayah enggak usah belanja keperluan bayi lagi. Yang di rumah sudah over load,” pesan Wulan.
“Koq Ibu tahu ayah niat beli perlengkapan Dede lagi?” goda August.
“Itu hari terakhir Ayah belanja diapers buat panti asuhan, Ayah beli pakaian Dede lagi ‘kan?” rupanya Wulan sudah menyadari banyak baju bayi tambahan.
“Iya, Ayah enggak akan beli baju harian Dede lagi. Tapi kalau ada perlengkapan bayi yang memang kita belum punya dan disini juga jarang, ya Ayah akan beli,” sahut August. Dia tak mau berjanji lalu dia tak menepati. Maka lebih baik dia bilang jujur seperti itu saja.
“Ih, itu mah enggak janji stop,” rungut Wulan.
“Itu mobil sudah sampai. Kamu Ayah antar masuk ke dalam dulu yok. Mau di kamar atau di ruang tengah?” tanya August. Sebelumnya dia telah meminta driver menunggu dirinya memgatar sang istri kedalam dulu.
“Sebenarnya enggak perlu diantar. Aku ke ruang tengan aja,” sahut Wulan.
“Ayah berangkat ya Sweety. Assalamu’alaykum,” August mencium kening Wulan lalu bibir istrinya.
“Wa’alaykum salam,” sahut Wulan. Dia sudah sesak ingin menangis merasakan ketulusan cinta lelaki yang telah menjadi suaminya itu. Dan sepeninggal August Wulan langsung menumpahkan air matanya keluar tanpa ragu.
“Neng, inget, jangan sampe sesak. Nanti di rawat lagi,” Wak Jum yang ingin mengantarkan air garam hangat untuk merendam kaki Wulan mendapati majikannya sedang menangis saat pertama ditinggal oleh suaminya.
‘Mau minum teh madu hangat?” tanya wak Jum lagi.
“Enggak usah Wak, tolong kotak susuu coklat yang sudah dibuka di kulkas aja. Sama salad buah yang ada,” Wulan berupaya menekan agar tidak menangis lagi. Dia tak ingin kembali di rawat saat tak ada August disisinya. Dia menaruh kakinya di ember air hangat yang wak Jum siapkan. Kakinya bengkak karena jarang berjalan.
“Mau tambah apa Non?” tanya wak Jum.
“Cukup Wak. Nanti kalau saya ketiduran ini air di kaki ambil aja ya,” sahut Wulan.
\=================================================================
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta