
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
Bastian juga bingung, karena mulai lusa Julia sudah tak masuk kerja. Pasti dia akan tambah uring-uringan bila masuk kantor tak ada sosok perempuan tercintanya itu. ‘Apa aku ikuti sarannya aja ya? Di rumah bersama twins.’
Bastian kembali ke laptopnya. Dia berupaya fokus agar semua bisa selesai sebelum dia cuti nikah. Sehabis nikah dia dan Julia tak akan langsung honey moon. Mereka sengaja menunda hingga acara pernikahan Harun dan Fanny.
Mereka akan berlibur bersama lima sekawan di Sumatera Barat. Sesudah liburan bersama baru dia membawa Julia ke Aussie untuk honey moon.
***
‘Mas, bu Laura besok menikah. Apa aku boleh datang sebentar? Mereka akan akad saja jam sepuluh nanti resepsinya di Jakarta bila dokter Syahrul sudah sembuh total,’ August membaca pesan istrinya. Dia serba salah. Disatu pihak Laura adalah orang yang sangat berjasa bagi hidup Wulan selama ini sehingga bisa lepas dari tingkah buruk bibinya. Tapi dilain sisi, istrinya harus bed rest.
‘Boleh pergi sebentar dengan uwak Jum. Pakai mobil sendiri aja. Mas akan hubungi satpam perumahan buat antar kamu. Amplopnya kasih nama kita berdua ya sayank. Bilang salam dari Mas. Dan kamu enggak boleh lebih dari satu jam ya. Ingat kamu harus bed rest. Kalau yang nikah bukan Laura, Mas tentu akan larang kamu,’ August tak bisa menjawab dengan bicara langsung. Saat ini pasti Wulan sudah tidur malam di Bandung. August juga memberitahu nominal yang harus Wulan serahkan bagi pengantin, karena dia tak tahu nomor rekening pribadi Laura.
Saat ini August sedang hunting keperluan baby born. Di luar negeri dia bebas hunting tanpa bisa dicegah oleh istrinya itu. Dia juga membeli beberapa baju untuk Wulan juga banyak barang untuk menunjang kuliah istrinya. Baju yang dia beli ada baju hamil ada baju untuk sesudah melahirkan. Bahkan bra menyusui pun dia beli.
August membeli alat perah ASI, juga botol-botolnya serta semua alat pembersih botol. Dia yakin setiba di rumah nanti istrinya akan ngomel sebentar tapi lalu baik kembali.
‘Ahhhh … kamu bikin aku kangen!’ batin August. Memiliki Wulan sungguh mengisi ruang kosong di relung hatinya. Bukan hanya untuk pemuas nafsu seperti dulu.
***
“Abang marah?” tanya Laura hati-hati saat mereka duduk berdua di gazebo halaman belakang.
“Maksudmu marah karena apa?” tanya Syahrul dsambil membelai lebut pipi calon istrinya.
“Marah karena dipaksa menikah besok tanpa persiapan,” sahut Laura lirih.
“Astagfirullaaaah. Kamu jangan pernah berpikir seperti itu Love. Abang malah bingung mau bilang apa. Abang sangat bahagia bercampur malu juga sungkan. Pokoknya sulit dikatakan. Bahagia pasti kamu tahu kenapa. Malu karena Abang enggak keluar uang sama sekali untuk pernikahan kita besok. Semua diurus papa dan mama. Sungkan karena Abang pun enggak urun tenaga. Mau ditaruh mana muka Abang coba?” jawab Syahrul.
“Di taruh di hatiku aja,” jawab Laura santai.
“Mending sekarang kamu kirim undangan ke semua rekan dan rekananmu agar besok bisa hadir. Termasuk polisi, notaris dan semua rekanan panti asuhan. Jangan lupa undang semua dokter yang terlibat disana dan Ariano,” Syahrul mengingatkan Laura akan semua jajaran yang biasa terlibat di panti asuhan.
“Ya sudah, yok kita bikin draftnya dulu biar enak dibaca,” jawab Laura. Dia juga ingat harus undang orang-orang sekitar panti beserta ibu PKK yang biasa mengurus posyandu dan pamong desa serta aparat sekitar.
Akhirnya mereka selesai membuat draft dan mengirimkan semua kenalan mereka berdua. “Mantanmu enggak dikirim undangan?” goda Laura.
“Ih, bikin anak-anak kita jadi sedih aja lihat muka dia. Dan dia juga enggak bakal berani datang dan enggak sempat datang,” balas Syahrul sambil cemberut.
“Kak, Kakak dan Abang dipanggil mama buat nyobain baju buat akad nikah,” Gerry memanggil kedua sejoli itu.
***
“Abang, maaf ya. Karena ngedadak. Maka baju akad menggunakan adat Sunda yang lebih mudah didapat. Tapi kalau kalian enggak suka ya enggak perlu dipaksain make baju ini besok,” Claudia memberi baju yang dalam plastik gantung pada Laura dan Syahrul. Warna lembut cream adalah warna yang dipilih oleh Claudia. Dia tidak menggunakan warna putih atau broken white.
“Mama jangan bicara begitu Ma. Kami sangat bersyukur Mama sudah urus semua. Jangan bikin Abang jadi makin enggak enak hati,” Laura mengusap lembut lengat calon suaminya memberi dukungan.
“Kalau kalian mau, nanti bisa di resepsi menggunakan adat Minang,” Mieske memberi usulan.
“Enggak Ma, Mi. Resepsi tetap dengan dengan pakaian adat Sunda sesuai adat papa atau mungkin dengan adat mama. Saya tak mau mengingat pernikahan saya terdahulu bila menggunakan pakaian adat Minang,” jawab Syahrul dengan getir. Dia ingat pernikahan megah dengan adat Minang yang gagal karena perselingkuhan istrinya dulu.
“Ya sudah, sekarang kalian cobain dulu biar bisa di revisi bila kebesaran atau kekecilan,” Mieske jadi enggak enak hati karena usulannya membuka luka lama calon menantunya. Karena Laura adalah ‘putrinya’ maka Syahrul adalah calon menantu kan?
Laura mengantarkan Syahrul ke kamar Gerry yang terdekat agar Syahrul tak terlalu jauh berjalan. Hanya untuk sekedar berganti pakaian tak perlu harus ke kamar untuk Syahrul istirahat kan?
“Aku tinggal ya Bang, nanti keluar bisa sendiri atau nunggu aku juga enggak apa-apa,” Laura pamit akan mencoba baju yang disiapkan mamanya. Tak lupa dia memanggil Gerry agar menemani Syahrul.
Laura segera mencoba kebaya dan kain yang dijahit menjadi serupa rok agar praktis. Semua pas kecuali panjang rok kurang panjang sedikit. Untung lipatan rok sangat panjang sehingga tak ada kesulitan dalam waktu terbatas seperti sekarang. Maklum saja keturunan bule, tingginya memang diatas rata-rata.
“Semua pas Ma. Hanya ini lipatan kain di buka sampai habis agar enggak ngegantung,” Laura keluar dengan pakaian yang masih dia kenakan. Dia perlihatkan rok yang sedikit menggantung.
“Kalau enggak, untuk besok kamu pakai roknya dipinggul Kak, biar enggak perlu repot. Di betulinnya sesudah akad aja,” Mieske memberi saran.
“Eh iya gitu aja ya Mi. Kita semua lagi pada banyak kerjaan. Nanti malah nervous bila hal sepele ini belum selesai,” sahut Laura membenarkan usulan maminya itu.
Sementara pakaian Syahrul juga pas, hanya perlu di potong bagian tangan terlalu panjang. Dan dengan cepat Laura melipat bagian yang kepanjangan dengan sedikit jahitan jelujur sementara sehingga besok pantas dipakai tanpa terlihat kalau itu dilipat.
\================================================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN BERJUDUL WANT TO MARRY YOU YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta