
YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.
Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
“Abang percepat cari cara buat nendang dia karena Abang enggak tega lihat anak-anak terluka. Tadinya Abang mau minta tolong kamu buat bantu ngejelasin ke anak-anak. Eh malah Abang kaget kamu sudah blokir nomor Abang. Dari situ Abang makin kalut sehingga mencoba cari data tentang perempuan itu. Abang enggak nyangka kejadiannya seperti ini. Enggak pernah sekali pun Abang punya niat nyakitin hati anak-anak. Kamu tahu sendiri, prioritas hidup Abang adalah kebahagiaan anak-anak,” Syahrul menjawab pertanyaan Laura.
“Sekarang tolongin Abang, kasih tau ke Nazwa dan Fahri kejadian yang sebenarnya. Kalau malam ini Nazwa belum mau ketemu Abang, Abang rela. Asal dia tahu Daddynya sayang banget ama dia dan enggak bakal nikah ama perempuan yang dia enggak suka!” Syahrul menghabiskan sekotengnya lalu berdiri. “Abang pamit dulu, Assalamu’alaykum.”
***
Semalaman Laura memberi pengertian pada Nazwa secara hati-hati. Mereka berdiskusi hingga lewat tangah malam. Mereka melakukan bedah kasus hingga tuntas sehingga mendapatkan hasil : Nazwa akan pulang bila Syahrul dan Fahri menjemputnya. Hari I ni terpaksa Laura libur tidak berangkat ke butiknya di kota Bandung. Untung dia tidak ada janji dengan konsumennya. Bila ada, tentu terpaksa dibuat jadwal ulang. Laura mengajak Nazwa ke panti sambil aku melakukan kegiatan mendesign gaun di sana. Di panti jadwal dokter berkunjung hari ini adalah dokter Henny. Seorang dokter anak paruh baya yang sudah mempunyai 3 cucu.
‘Nazwa mau pulang kalau dijemput oleh daddy dan adiknya,” Syahrul tersenyum membaca chat yang Laura kirim pagi ini. Dia senang, gadis pujaannya mau membuka blokiran nomor ponselnya dan mengirim berita bahagia. Dia harus mencari dokter pengganti untuk jadwal praktiknya sore ini. Sehabis dinas di rumah sakit dia akan menjemput Fahri di sekolah lalu ke panti asuhan menjemput Nazwa.
‘Ok. Terima kasih. Nanti sepulang sekolah Fahri, Abang akan ke panti,” Syahrul langsung menjawab chat Laura.
***
Ddddddddrrrt … dddddrrrttttttttt, ponsel Julia bergetar. Dia baru saja akan keluar rumah sendirian karena Dade masuk kerja. Video call dari bu Adi. ‘Ada apa ya? Angkat enggak ya?’ Julia galau. Tapi akhirnya dia menggeser icon ke arah hijau. “Assalamu’alaykum,” sapa Julia terlebih dulu. Dilihatnya wajah letih bu Adi dan back groundnya berada dalam ruangan atau kamar.
“Wa’alaykum salam, kamu sehat? Lagi di mana Neng?” tanya bu Adi lembut.
“Alhamdulillah Yaya sehat Bu. Ibu sehat?” Tanya Julia sopan.
“Ibu sehat, tapi Guntur dan Topan enggak,” lalu kamera berpindah. Terlihat dua jagoan yang terbaring lemas tanpa gairah. Guntur sudah bangun dan hanya tersenyum tipis tak mau menyapa Julia. Sedang Topan masih terpejam dan ada plester kompres di dahi jagoan ganteng itu.
“Hallo sayang,” sapa Julia pada Guntur. Tetapi jagoan itu bergeming. Dia hanya memandang Julia tanpa mau menjawab.
“Kamu sakit? Maem bubur yang Enin bikinkan lalu minum obat ya? Nanti kalau Aunty sudah pulang, Aunty akan main ke rumahmu!” walau tak direspon, Julia tetap berupaya berkomunikasi dengan pacar kecilnya itu. Sedihnya Guntur malah buang muka. Bu Adi yang melihat langsung memindah kamera ke wajahnya.
“Kalau kamu sudah pulang nanti, mainlah ke rumah. Kalau tak ingin bertemu Bastian, kamu bisa datang saat dia sedang ke kantor. Kamu cek ke teman-temanmu apa Bastian ada di kantor atau tidak. Kalau kamu yakin dia ada di kantor baru kamu datang! Sekarang ibu tutup ya. Assalamu’alaykum,” bu Adi langsung menutup sambungan telepon itu.
Julia terhenyak. Dia kaget melihat respon Guntur padanya. Dia sanggup berpisah dengan Bastian, karena cintanya belum mendalam. Tapi kalau cintanya pada Guntur dan Topan sangat mendalam. Dia mengenal mereka saat keduanya belum bisa berjalan di usia 11 bulan. Sangat sakit melihat dia dibenci oleh wajah tampan nan cute itu. Belum lagi wajah keduanya sangat pucat.* ‘Aku akan segera menyelesaikan proyek awalku di sini sesegera mungkin. Lalu aku pulang dan menemui keduanya. Benar yang bu Adi katakan. Aku bisa bertemu keduanya saat Bastian tidak di rumah.’* Julia bergegas keluar apartement kakak sepupunya. Dia akan berbelanja semuanya hari ini. Tidak jadi 2 hari. Lalu dia besok langsung pulang ke Indonesia. Tidak sesuai planning semula yang masih akan di Singapore hingga 4 hari ke depan.
***
“Kamu dengarkan semua kata-kataku, jangan menyela sebelum aku persilakan bicara!” Syahrul langsung memberi warning pada Faiza begitu mereka duduk di cafe seberang rumah sakit. Cafe ini agak mahal sehingga cukup sepi di jam makan siang seperti sekarang. Memang itu yang diinginkan Syahrul, agar ia bisa leluasa bicara dengan Faiza. Kalau dia ambil tempat di kantin rumah sakit tak akan bebas bicara. Karena di sana super penuh terlebih jam makan siang. Tentu tak enak lama bicara karena banyak yang antri tempat duduknya.
“Pertama saya kecewa karena kamu menipu saya! Stop! Jangan menyela!” Syahrul memberi isyarat dengan menggerakkan telunjuknya ke kanan kiri, saat melihat Faiza akan menyela pembicaraannya.
“Kamu bilang kamu baru datang dari Bukit tinggi 2 minggu lalu. Padahal kamu sudah 4 tahun di Bandung. Saya lihat postingan kamu kalau kamu sudah lama tinggal di sini.” Syahrul menatap tajam Faiza. Mata Faiza terbelalak tak menyangka Syahrul men stalking akun media sosialnya.
“Kedua, kamu mengaku gadis! Padahal jelas-jelas banyak fotomu saat hamil dan menggendong bayi! Kalau hanya menggendong bayi tentu bisa berkilah anak tetangga atau keponakan.” Terlihat Faiza mulai melemah, tak berani lagi dia menatap Syahrul dengan garang.
“Ketiga, kamu enggak punya jiwa pendidik seperti pengakuanmu kalau kamu guru TK. Bahkan ke anak-anakku aja kamu tidak peduli. Kamu pikir saya bisa menerima perempuan penipu yang hanya butuh uang saya tanpa peduli dua permata yang saya miliki? Kamu bodoh tidak menarik simpati dan cinta anak-anak saya. Kamu malah mencampakkan mereka sejak pertama bertemu. Kalau kamu cantik dan kamu buka lebar kedua pahamu di depanku pun, aku akan menolakmu bila kamu tak peduli pada anak-anakku. Lulusan SMK ngaku-ngaku sarjana pendidikan!” Syahrul sudah sangat geram sehingga keluar kata-kata kasar dari bibirnya.
“Sekarang kamu silakan bicara kalau masih punya muka!” Syahrul langsung meminum soda gembira yang tadi dipesannya. Siang ini dia tak minat makan. Sementara tadi Faiza langsung pesan makanan. Tapi hingga sekarang makanan itu masih utuh karena tidak menyangka akan mendapat kejutan special dari Syahrul.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sambil nungggu yanktie update bab baru, baca cerita milik teman yangktie ini yaaaaaa
judul cerita TRIPLE 'K' penulis UNOPP pastinya hanya di NOVELTOON/MANGATOON ya
cerita singkatnya seperti ini :
Ketiganya memiliki nasib yang sama.tidak tau asal usulnya, tak tau dimana keluarga berada. apa mereka anak haram yang tak di inginkan?
Mereka gadis yang memiliki inisial yang sama 'K', Kania Reskyta Utami, Keysa Refilita Putri dan Kirana Resky Natasya mereka bertemu saat kecil, sampai sekarang ketiganya menjadi sepasang sahabat yang tak bisa di pisahkan.
Hanya tinggal di sebuah kontrak petak kecil? Mereka tidak pernah mengeluh. Mereka menjalaninya dengan suka cita. ketiganya banting tulang bekerja sana sini untuk melanjutkannya pendidikan ke universitas yang mereka inginkan.
Tetapi di suatu kejadian, mereka bertemu dengan Pria kaya yang angkuh dengan kepribadian yang berbeda beda. mereka terikat dalam suatu perjanjian.
Bagaimana nasib mereka kedepannya?
Apa TRIPLE'K bisa bersabar dengan kepribadian menyebalkan mereka yang membuatnya naik darah?