TELL LAURA I LOVE HER

TELL LAURA I LOVE HER
MULAI MELACAK



YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.


Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


\======================================================================================


 Julia masih sibuk di rumah. Hari ini dia tak berniat datang saat makan siang. Kemarin barang dari Singapore datang sehingga dia sibuk unboxing lalu langsung packing semua pesanan konsumen yang sudah dia terima pembayarannya. Sebelum menutup packingan, di cek ulang data pesanan lalu dia beri nama dan alamat. Saat sedang istirahat makan siang ponselnya berbunyi. Tertulis nama pak Achdiyat sebagai pemanggil.


“Assalamu’alaykum Pak.” sapa Julia sopan.


“YA, ini Ibu. Bapak salah bawa ponsel. Dia sedang melunasi pembayaran serta mengurus administrasi pemulangan si kembar. Jadi kalau nanti kamu datang ke rumah sakit, jangan kaget karena sebentar lagi kami pulang ya?” bu Achdiyat menghubungi Julia. Dia takut gadis itu kecewa saat datang ke rumah sakit tak bertemu dengan kedua cucunya.


“Baik Bu. Lalu siapa yang jaga A’ Bastian nanti malam?” jawab Julia.


“Sepertinya dia aman tak perlu ada yang menemani saat malam. Kami paling besok pagi bergantian datang, karena anak-anak tentu tak bisa langsung ditinggal lama di rumah tanpa pengawasan kami untuk minum obat dan takutnya mereka langsung aktive bermain padahal dokter bilang mereka tak boleh terlalu lelah saat recovery,” jelas bu Achdiyat.


“Apa infusan A’a sudah dibuka?” tanya Julia. Dia memikirkan bagaimana bila Bastian mau ke kamar mandi.


“Belum YA. Baru tranfusinya saja yang selesai. Infus masih ada 4 botol lagi.” sahut bu Achdiyat yang nama aslinya Kusumastuti itu.


Baru selesai telepon dari bu Tuti, masuk telepon Bastian. “Iya, assalamu’alaykum,” Julia langsung memberi salam.


“Wa’alaykum salam honey. Kamu di mana?” tanya Bastian lembut.


“Masih di rumah,” Julia langsung memindah panggilan ke video call. Bastian tidak menduga Julia melakukan hal itu. Itu merupakan suatu kejujuran, kalau Julia tidak di rumah tentu akan ketahuan.  Dilihatnya kekasihnya sedang berada di tumpukkan barang-barang dagangannya.  “Kenapa?”


“Mau ngasih tau, anak-anak sebentar lagi sudah dibawa pulang oleh apa’ dan mamah,” jawab Bastian sambil lekat memandang wajah kekasihnya.


“Baru aja mamah ngasih tau aku,” jawab Julia.


“Pantas A’a telepon. Ponselmu sibuk terus,” Bastian memberi tahu dia sejak tadi menghubungi Julia. Dia mau bertanya apakah gadis itu akan ke rumah sakit, tapi ragu.


“Aku akan datang nanti sore ya? Aku selesaikan dulu kerjaanku. Siang ini kamu jangan telat makan dan minum obat,” Julia tahu kalau Bastian ragu untuk menanyakan kehadirannya di rumah sakit hari ini.


“Kalau kamu sibuk, enggak apa apa. Kamu enggak perlu maksain diri datang ke rumah sakit,” Bastian jadi tak enak. Dia melihat  kekasihnya sibuk dengan pekerjaan yang sedang dia geluti saat ini.


“Seriuuuuuuuuus?” goda Julia. “Jadi aku beneran enggak perlu datang ke rumah sakit?”


“Bukan enggak perlu datang!” Bastian meralat kata-kata Julia. “A’a bilang, bila kamu sibuk, enggak perlu maksain datang,” lanjutnya. Tentu saja dia sangat berharap kekasihnya datang agar dia bisa memeluk dan menciumnya.


“Ya sudah, aku putus ya teleponnya? Biar aku cepet selesai. Jadi aku bisa ke tempatmu,”  Julia meminta untuk menyudahi pembicaraan mereka.


“Yes honey, aku tunggu infonya ya. Kalau enggak bisa datang juga kabarin ya?” Bastian menyetujui permintaan Julia lalu dia memberi salam dan mematikan sambungan telepon mereka.


***


Siang ini Syahrul sedang berupaya menghubungi rekannya yang pernah cerita kalau Ida ternyata kembali merajut cinta dengan kekasih pertama yang sudah membuatnya hamil ketika masih kuliah dulu. Dari mantan rekan kuliahnya dulu, Syahrul tahu tentang masa lalu ida dan suaminya yang sekarang. Kalau saja tak ada kasus dengan anak-anaknya, Syahrul sudah tak pernah ingin tahu soal mantan istrinya itu.


“Assalamu’alaykum Uda, tumben kau menghubungiku?” akhirnya Syahrul bisa berbicara juga dengan temannya. Sejak tadi sang teman sedang memberi kuliah di fakultas kedokteran di sebuah universitas besar di Lampung. ( UDA panggilan kepada kakak laki-laki dalam masyarakat Minang ).


“Hahahaha … susyyaaaaaah sekali menghubungi profesor top macam dirimu ya,” goda Syahrul.


“Jangan mengejek seperti itu lah Uda,” balas sang teman. “By the way ada apa Uda menghubungiku?”


“Apa ada waktu? Aku takut mengganggumu,” balas Syahrul.


“Enggak ganggu. Aku sudah kosong koq. Ada yang bisa aku bantu?”


“Begini …,” dan Syahrul menceritakan semua yang dia tahu tentang ida. Dia meminta temannya mencari tahu mengenai kematian anak ida dan soal alasan mengapa dia bilang tak bisa punya anak lagi sehingga menginginkan kedua anaknya.


“Gilaaaaaaaa … dia yang sudah selingkuh. Dia yang sudah meninggalkanmu. Dia yang sudah tak peduli anak-anak sejak mereka balita. Sekarang karena dia membutuhkan anak dalam rumah tangganya, dia meminta anak-anak dari tangan Uda? Aku harap Uda tegas tidak memberikan keponakanku pada uni Ida,” dengan geram sang sahabat menjawab cerita Syahrul dan dia menganggap Nazwa dan Fahri adalah keponakannya.


“Itulah mengapa aku minta kamu cari info akurat tentang alasan Ida tak bisa punya anak lagi. Karena data itu aku butuhkan bila aku berperang dengannya di pengadilan nanti,” balas Syahrul.


“Baik Uda, aku akan cari info secepat yang aku bisa,” balas sang teman. Dia merasa tak suka Ida menzolimi sahabat sekaligus tutornya saat kuliah dulu. Syahrul memang satu angkatan dengannya. Tapi karena kepandaiannya, sering Syahrul lebih dulu mengambil mata kuliah yang dia ambil sehingga dia belajar dari Syahrul. Mereka mengakhiri percakapan itu dengan harapan semoga segera mendapat info yang mereka butuhkan.


\=======================================================================


Sambil nungggu yanktie update bab baru, baca cerita milik yangktie ini yaaaaaa, sudah TAMAT lho, jadi enggak perlu nunggu update


*judul ceritaCINTA KECILNYA MAZ  pastinya hanya di NOVELTOON/MANGATOON ya *


Cerita ringkasnya seperti ini :  Kebayang enggak kalau kita suka ama orang, dan selama ini dia juga memperlihatkan dia suka ama kita. tapi saat ada yang ngatain kalau dia itu pacar kita, eh si dia bilang : DIA ADEK GUE


Syakiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit ...


Itu yang dirasaan Dini, akhirnya dia berpaling ke yang lain. 


Dan sang cowoq malah marah : Kenapa kamu pacaran ama dia? Aku tu sayang kamu!


Gimana dong?


baca aja kisahnya ya