TELL LAURA I LOVE HER

TELL LAURA I LOVE HER
KAKAK ENGGAK PENGEN MOMMY SAKIT



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


\========================================================================


‘Mom. Mommy bisa pulang?’ chat dari Nazwa masuk saat Laura baru saja sampai di kantor pengadilan. Rupanya masuk sejak jam enam tadi hanya Laura tak sempat menyalakan ponselnya itu.


‘Ya, nanti kita ketemu dirumah ya,’ Laura pun segera menjawab. Sepulang dari pengadilan dia akan ke rumah Syahrul untuk meminta bibik menjaga Syahrul sementara dia mengurus anak-anak dirumah. Mereka juga butuh perhatiannya.


“Wa alaykum salam Bik. Saya Laura,” Laura langsung menghubungi asisten rumah tangga di rumah Syahrul.


“Eh iya Non. Bagaimana kondisi tuan?” tanya bibik.


“Masih tetap tak ada perubahan Bik. Bik saya bisa minta tolong?” tanya Laura bingung.


“Kenapa Non? Bibik mah kalau bisa ya pasti aja Bibik kerjain,” jawab si bibik.


“Tadi pagi Nazwa minta saya pulang. Selama ini saya enggak pernah pulang sejak Bapak dirumah sakit. Sekarang saya mau minta Bibik jaga Bapak di rumah sakit bisa enggak? Cuma nunggu diluar saja. Kali aja disuruh beli obat atau ada info apa. Enggak ngurusin Bapak koq,” Laura memberitahu apa yang harus dikerjakan bibik bila menunggu dirumah sakit.


“Iya Bibik bisa Non. Kasian Neng Nazwa sama adek kalau enggak ada Non. Kirain tehh Non ama si Eneng,” jawab bibik cepat. Dia bisa menilai perempuan muda ini memang sangat menyayangi dua anak majikannya dengan tulus. Sekarang dia makin tahu ternyata si Non sangat mencintai tuannya, karena ternyata si Non tak pernah pulang sejak tuannya dirawat dirumah sakit.


“Kalau begitu bibik masak semua yang ada di kulkas, nanti kita bawa buat disini dan dirumah agar enggak kebuang. Bibik juga siapin baju Bibik. Nanti siang saya jemput. Dan saya antar ke rumah sakit ya.” plong sudah Laura karena bibik bisa dia minta menunggu dirumah sakit. Dia juga akan meminta pihak rumah sakit mengabarinya bila ada perkembangan dari Syahrul sementara dia menjaga anak-anak dirumah.


***


Dalam persidangan kali ini, posisi Laras makin terpuruk. Karena Lilya dengan jelas memberitahu dia tak mungkin punya ponsel semahal yang dia gunakan untuk memotret design milik Laura. Dan pelaku itu juga menjelaskan bagimana Laras mengajarinya menggunakan ponsel itu.


Adnan dan Toha rupanya kali ini juga memberi kesaksian. Selesai sudah. Tinggal menunggu keputusan hakim satu minggu lagi. Hari Senin sudah tak ada persidangan. Langsung hari Kamis saja sidang hasil keputusan.


‘Hari Senin besok enggak ada sidang Ma. Nanti hari Kamis depan akan ada sidang keputusan,’ Laura memberitahu sang mama yang selalu memantau perkembangan kasus yang sedang dihadapi putri sulungnya.


‘Ya Kak. Mama berupaya akan hadir walau Papa sibuk. Mama akan diantar driver aja. Lagi Mama kangen sama cucu-cucu Mama,’ balas Claudia. Dia memang merindukan keceriwisan Nazwa dan manjanya Fahri yang malu-malu.


‘Eh Ma, cucunya oma Stelle akan meikah hari Senin ini. Sepertinya Kakak akan datang berdua Uwak,’ Laura juga mengabarkan tentang rencana pernikahan August.


‘Iya, oma Stelle kemarin waktu hari Selasa datang kerumah, ngasih tau opa. Dia bilang hari Minggu besok dia akan berangkat dengan anak dan menantunya untuk menghadiri akad nikah cucunya,’ balas Claudia.


‘Ya sudah ya Ma. Aku mau ke rumah abang buat jemput bibik. Karena Naz minta aku pulang. Jadi bibik yang akan jaga abang dirumah sakit,’ Laura menghentikan chat dengan mamanya. Dia harus segera ke rumah Syahrul.


***


Pelukan hangat keduanya menyambut kedatangan perempuan yang mereka rindukan. “Kangen banget Mom,” Fahri langsung mengungkapkan rasa rindunya pada sosok ibu yang dia kenal.


“Mommy juga kangen kalian,” balas Laura. Dia memberikan tas baju kotor pada bik Sanah.


“Mommy mandi dulu ya,” Laura izin untuk mandi dulu karena badannya sangat lengket sehabis bolak balik mengurus bibik. Dia menjemput bibik dirumah, lalu mengantar ke rumah sakit serta memberitahu lokasi tidur juga kamar mandi dan tempat beli makan saat dirumah sakit nanti.


Tentu Laura memberi uang untuk makan bibik selama menunggu di rumah sakit. Dia juga memberitahu nomor ponsel miliknya pada bibik. Tadi pagi dia menghubungi nomor rumah Syahrul karena Laura juga belum memiliki nomor ponsel bibik.


“Bik, saya minta juice. Ada buah apa?” tanya Laura sebelum dia masuk kekamarnya untuk mandi.


“Cuma ada pepaya,” jawab bik Sanah. Dia tahu Laura tak suka juice pepaya.


“Kalau begitu lemon tea aja. Dan pepayanya seperti biasa, tabur gula dan jeruk nipis,” pinta Laura. Dia sukanya kalau pepaya dipotong kecil lalu taburi sedikit gula pasir dan diberi kucuran air jeruk nipis.


“Kak, tadi bibik bawain masakan dari rumah,” Laura segera masuk ke kamar mandi dalam kamarnya. Dia memberitahu Nazwa soal masakan bibik dari rumahnya.


Nazwa ke dapur untuk memindahkan makanan yang Laura bawa. Tadi Laura bercerita kalau bibik dia suruh jaga daddynya selama mommynya itu dirumah. Dan semua bahan makanan basah dikulkas Laura minta dimasak agar bisa kemakaan. Karena kalau kelamaan bisa busuk. Dan Laura tak ingin membuang makanan.


“Bik, ini banyak makanan matang. Mungkin besok-besok bisa dikeluarkan dari freezer,” jelas Nazwa. Dia tahu tak semua makanan itu akan mereka segera konsumsi. Itu sebabnya dia letakkan di freezer saja.


“Iya Neng, besok biar dimakan,” jawab bik Sanah. Dia sedang membuat irisan buah pepaya untuk Laura.


“Ini *l*emon tea dan buah buat Mommy?” tanya Nazwa.


“Iya Neng,” jawab bik Sanah.


“Ya sudah, biar aku aja yanag bawa ke ruang tengah,” Nazwa berinisiatif membawakan semua itu untuk mommynya keruang televisi.


“Kakak kenapa minta Mommy pulang?” tanya Laura yang sudah fresh.


“Kakak enggak pengen Mommy sakit. Mommy disana enggak istirahat dengan benar. Sekarang selama beberapa hari Mommy tidur dirumah dulu,” jawaban Nazwa membuat Laura bangga terhadap gadis kecil itu.


‘Bagaimana pelajaran kalian? Bagaimana lesnya?” tanya Laura


“Semua baik Mom. Enggak ada masalah,” jawab Fahri dan Nazwa hampir bersamaan.


Sebenarnya ada yang sedang dipikir oleh Laura. Sekarang sudah hampir akhir bulan. Dia tak tahu biasanya Syahrul memberi gaaji pada bibik dan sopir tanggal berapa dan jumlahnya berapa. Dia tak ingin kedua pegawai Syahrul kekurangan uang karena belum gajian. Dia yakin Nazwa tak mungkin tahu jumlah gaji kedua pegawai ayahnya itu.


Laura, Fahri, Nazwa dan wak Ganis akhirnya bercerita mengisi waktu mereka sore ini.


“Wak, hari Sabtu siang kita ke kantor KUA daerah rumah Ilyas ya, dia akan menikah disana,” Laura mengajak uwaknya datang ke akad nikah Ilyas. Biar bagaimana pun uwak mengenal dengan baik dokter Ilyas.


***