TELL LAURA I LOVE HER

TELL LAURA I LOVE HER
MELAHIRKAN SETELAH 5,5 BULAN SEJAK MAKING LOVE?



Hari ini bu Fitri dan pak Ayub akan datang menjemput Ikhsan. Setelah ditolak dengan telak oleh dokter Ilyas, memang bu Fitri tak pernah datang dengan kakaknya lagi. Mungkin kakaknya malu. Dan datang juga tidak mengatur waktu bersamaan dengan jadwal kedatangan dokter Ilyas. Sukma dan Karni yang tahu saat penolakan tentu tertawa. Karena mereka tahu alasan yang diberikan dokter ganteng berkaca mata itu bohong besar. Dokter mengatakan dia akan makan malam bersama calon istri yang sudah berbelanja dengan mamanya. Dokter Ilyas sudah tak punya mama sejak setahun lalu. Dan calon istri yang sedang dia kejar adalah Laura.


“Ini berkas yang untuk Ibu dan Bapak,” Laura menyerahkan map berisi data adopsi resmi batita Ikhsan.


“Terima kasih Mommy,” bu Fitri menyampaikan terima kasih dari Iksan sambil memegang tangan kanan anaknya agar salim pada Laura.


“Sehat terus dan menjadi lelaki sholeh ya Nak,” Laura menciumi pipi dan kening Ikhsan. Selalu ada campuran sedih dan bahagia bila ada anak asuhnya yang di adopsi.


***


“Enggak salah?” tanya August penasaran.


“Enggak. ‘Kan dari awal sudah gua bilang, elo tu terlalu blo_on. Sampai mau dijebak dan ngebuang berlian ditangan. Makanya jadi laki-laki jangan celamitan. Cuma karena enggak bisa dapat dari Julia, elo main sampah yang sudah bau bangkaii. Liat sekarang, kebuktikan! Inget saat pertama kenalan, gua udah peringatin elo!” Bima mentertawakan kebodohan rekannya itu. Saat ini mereka sedang membahas info yang baru saja Anggraeni terima kalau April melahirkan.


Flash back on


Bima memperhatikan istrinya yang datang menjemputnya, saat ini Bima sedang bersama rekan sesama pilot. August namanya. Dia tahu August selalu setia pada pasangannya. Walau dia beberapa kali melakukan hidup bersama tanpa menikah. Tapi August tak pernah mendua. Itu yang membuat kawan-kawan sangat respect pada sosok captain gagah itu. Tapi kali ini Anggraeni istrinya datang dengan teman yang Bima tak suka. Bima tahu, April, model yang tidak populer itu adalah pekerja ***. Itu sering membuat Bima memberi ultimatum istrinya. Karena dia tak ingin orang memandang Anggaraeni sama nakalnya dengan Aprilia.


“Capt, bini gua datang tuh. Inget! Jangan pernah elo kepelet ama temennya yang sekarang lagi jalan ama bini gua. Dia pedagang sate!” Bima memberi peringatan keras pada August.


“Siapa yang mau ama pedagang sate? Gue punya kambing muda yang masih orisinil. Enggak bakal gue jajan,” balas August sombong.


“Inget, namanya pedagang pasti ada aja cara promosinya. Gua enggak mau elo sampe nyungsep,” Bima cepat menyelesaikan kalimatnya karena istrinya dan April sudah sampai di depan mereka. Bahasa Bima memang dengan GUA, sedang August dengan GUE.


Flash back off.


Sekarang semua terbukti, 6 bulan sejak August dan April kenalan. 5,5 bulan sejak mereka making love pertama kali dan 2 bulan setelah nikah siri yang hanya bertahan tidak sampai 12 jam, April MELAHIRKAN!!!


Walau andai April berkilah dia melahirkan dengan usia kehamilan 7 bulan sekali pun. Sudah pasti, bayi itu bukan milik August! Dan bodohnya August tidak memperhatikan saat mereka bersama perut April sudah membuncit atau belum.


August yang sudah tahu kelicikan April akan berjaga-jaga. Dia akan melakukan test DNA agar dia tak bisa diseret oleh persoalan lainnya. Sekarang August baru menyesal telah bermain sampah. Dia ingat kata-kata Bima dulu : ‘Inget, namanya pedagang pasti ada aja cara promosinya. Gua enggak mau elo sampe nyungsep!’ Nyatanya dia memang benar-benar nyungsep. Dia tergoda promosi April saat kedinginan sehabis kehujanan. August yakin mami, papi, oma dan Julia akan mentertawakan kebodohannya. Apalagi dia juga pernah bodoh karena tertipu oleh June yang dia pikir, dirinya adalah satu-satunya lelaki dalam hidup June.


August tahu, pemeriksaan DNA ini sebenarnya tidak perlu, mengingat waktu pertemuannya dengan April bila dihitung mundur tetap tak mungkin bisa disebut bayi itu miliknya. Namun sekali lagi dia butuh kepastian agar tidak jatuh ke sumur yang sama untuk kedua kali. August juga tahu, hasil test DNA ini tidak akan mungkin mengembalikan Julia kepelukannya lagi. Tapi setidaknya dengan bukti test DNA, August tak perlu bercerita panjang lebar menceritakan kronologis pertemuannya dengan April hingga perempuan itu melahirkan. Cukup dengan memperlihatkan hasil test semua selesai.


‘Maafkan aku,’ August hanya bisa membatin menunjukkan penyesalannya. Dia sangat mencintai Julia. Namun entah mengapa dia bisa terperosok hanya karena dipegang pipinya oleh April. Ditatapnya wallpaper ponselnya yang masih menggunakan foto Julia sedang tersenyum manis.


***


Selesai dari Rumah Bersalin ( RB ) August segera mengarahkan mobilnya menuju bandara. Malam nanti dia tugas terbang ke Aussie. 5 hari lagi baru akan kembali ke Indonesia lalu dia akan melakukan kunjungan ke panti asuhan di Cimahi dengan teman-teman motor gedenya.


***


Besok malam ulang tahun pernikahan mama dan papa nya Laura. Mama nya yang keturunan belanda bernama Claudia Steffany Hopmans tentu tak pernah absen merayakan ulang tahun kelahiran atau pernikahan. Papanya asli Cimahi bernama Anjasmara Kesuma. Kali ini pernikahan mereka berusia 29 tahun. Putra sulung mama dan papa meninggal karena panas di usia 2 tahun. Lalu lahir Laura dan 7 tahun kemudian lahir si bungsu Gerald Boston Kesuma. Mama memakai nama Boston karena Gerald lahir di Boston. Sedang Laura dan kakaknya lahir di Munich.


Sejak kemarin Laura dan uwak Ganis sudah di Jakarta. Mereka tak mau kehilangan moment kumpul dengan keluarga besar. Hari ini Luara sudah punya planning untuk hunting bahan bagi baju-baju yang akan dia produksi. Hari ini dia akan ngelayab seharian dengan Gerald atau yang biasa di panggil Gerry.  Adiknya enak di ajak hunting, tidak cerewet atau mengeluh cape dan bosan. Mereka akan saling ledek dan melempar joke. Mereka juga cocok untuk mencoba berbagai kuliner jalanan. Enggak perlu jaim. Kalau jalan denan sepupu atau teman perempuan pasti ada yang akan jaim bila di ajak makan di lokasi terbuka yang ramai. Atau mereka akan secara sembunyi bilang cape dan bosan. Laura sudah hapal kelakuan seperti itu. Itulah sebabnya dia kapok dan lebih memilih Gerry sebagai patner jalannya.


“Kita sekalian beli kado ya Sista.” ucap Gerry.


“Kamu minta aku yang mbayarin ‘kan?” tembak Laura, yang langsung dibalas Gerry dengan tertawa.


“Tahu aja.”


\=====================


YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.


Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta