TELL LAURA I LOVE HER

TELL LAURA I LOVE HER
AWAL LUKA BASTIAN



DARI SEDAYU ~ jOGJAKARTA YANKTIE MUCAPKAN SELAMAT MEMBACA



FLASH BACK ON LUKA BASTIAN


Selepas SMA, seperti Rita kakaknya dulu, Bastian mengambil kuliah di Ausie, dia tinggal dengan adik mamahnya yang memang menetap di sana. Saat Bastian baru akan tinggal di Ausie, Rita sudah selesai kuliah dan akan kembali ke Indonesia. Rita baru saja menikah saat kembali ke tanah air. Pergaulan di Ausie membawa Bastian muda menjadi pemuda yang banyak digemari. Muda, kaya dan sangat mudah bergaul adalah modal utamanya menjadi most wanted di sana.


Semester dua, Bastian mulai mengenal cinta. Gadis peranakan Filiphine-Indonesia yang tinggal dengan kakak perempuannya yang sudah menikah dan mempunyai seorang anak berusia tiga bulan. Perkenalan tak sengaja di perpustakaan membuat cinta mereka bersemi subur.


Tak ada hambatan baik dari kakak Gladys, mau pun dari bibik dan paman Bastian. Saat hubungan sudah berjalan lima bulan, Gladys menyerahkan keperawanannya kepada pria lugu yang baru sekali pacaran itu. Bastian merasa beruntung bisa memiliki Gladys sepenuhnya. Karena selain dirinya, banyak mahasiswa lain yang tak segan-segan memperlihatkan rasa suka terhadap Gladys.


Bastian tak pernah curiga,saat beberapa kali pertemuan dengan Gladys, perempuan itu bilang akan dijemput Mike, kakak iparnya. Sampai suatu petang Bastian melihat Gladys sedang berpagutan mesra dengan Mike di mobil sang kakak ipar sebelum mereka turun untuk masuk ke apartemen sang kakak.


Saat itu Bastian masih bisa menahan diri. Dia ingin mengetahui lebih banyak hubungan Gladys dan Mike di belakang Stelle, kakak Gladys.


Suatu siang, saat harus menemani pamannya bertemu dengan klien di sebuah hotel, Bastian melihat Gladys dan Mike yang baru saja keluar lift dan menyerahkan kunci kamar ke resepsionis. Bastian tentu tak mau terus menduga.


Esoknya saat Gladys mengajak ke apartemennya Bastian sudah berniat menanyakan hal itu. Namun sekali lagi dia terlena dengan godaan tubuh Gladys, mereka melakukan making love siang hari berkali-kali.


Saat Bastian akan pamit pulang Gladys bergayut manja dan memberikan test pack bergaris dua pada Bastian. Ini bulan ke delapan sejak Gladys menjadi kekasihnya. Usia keponakan Gladys saat ini sudah sebelas bulan.


Kaget bercampur gembira, Bastian menerima hal itu tanpa penolakan, dia akan bertanggung jawab penuh pada anaknya. Dia langsung izin pada pamannya untuk tinggal di apartemen. Di sana dia langsung memboyong Gladys hidup bersama dengannya tanpa ikatan pernikahan. Itu hal wajar terjadi di sana. Tak ada yang keberatan.


“Apa kau sudah memberitahu keluargamu? Bukankah kalau di Indonesia, seorang anak harus berada di dalam pernikahan untuk dia dapat nama dan hak waris orang tuanya?” tanya Gladys suatu malam. Mereka baru saja pulang dari ulang tahun pertama JUNJUN, anak Stelle dan Mike.


“Apa kau butuh pengakuan keluargaku?” tanya Bastian. “Bukankah uangku tak pernah kurang?”


“Benar uangmu tak pernah kurang, tapi anak ini tidak akan mendapat harta warisanmu bila kita tidak menikah!” itu alasan Gladys.


“Baik, lusa aku akan pulang ke Indonesia, karena hal seperti ini tentu tak baik dibicarakan by phone. Aku harus bicara dengan mamah dan apa’ face to face,” jawab Bastian sambil kembali menyerang Gladys untuk kembali bertempur. Mereka pun kembali bergelut memuaskan nafsu.


***


“Siaaal, mengapa pasportku bisa ketinggalan?” keluh Bastian. Semalam dia menginap di rumah pamannya untuk pamit kembali ke Indonesia selama seminggu, dan pagi ini saat packing dia baru sadar belum membawa pasportnya yang tertinggal di apartemennya.


Untung penerbangannya nanti malam pukul 19.00. Sekarang dia masih sempat kembali ke apartemen untuk mengambil pasportnya yang tertinggal.


Biasanya siang apartemen akan kosong, karena Gladys juga kuliah. Dia masuk pelan, tapi saat akan masuk kamar dia mendengar percakapan dua orang berbeda jenis kelamin dari celah pintu yang tidak tertutup rapat. Bastian segera mengaktifkan tombol rekam pada ponselnya.


“Apa kau yakin ini bukan bayinya sweet heart?” suara berat laki-laki terdengar jelas.


“Tentu saja ini adalah milikmu honey, setiap habis making love dengan dia, aku selalu meminum obat yang kau berikan. Aku senang akan jebakanmu memberikan keperawananku padanya sehingga dia merasa terikat padaku, walau sebenarnya aku ingin kaulah yang pertama menyentuhku,” suara Gladys membuat Bastian marah.


“Kalau kita tak menjebaknya, dia tak akan pernah menikahimu, sedang kita butuh warisannya untuk hidup kita selanjutnya,” balas sang pria tanpa merasa tindakannya adalah kesalahan.


“Apa warisannya akan langsung kita dapat setelah kami menikah?” tanya Gladys dengan polosnya.


“Ya. Begitu kau menjadi istrinya dan dia meninggal, maka sebagai jandanya kamu akan mendapat full harta warisannya,” jelas sang pria.


“Apa kalian menunggu kematianku?” Bastian membuka pintu kamar lebar-lebar dan melihat Gladys dan Mike sedang berpelukan dengan tanpa busana sama sekali.


“Bastian!” kedua orang itu segera menutup tubuh naked mereka dengan selimut.


“Terima kasih. Aku sudah mengirim pembicaraan kalian kepada Stelle, aku takut bila hanya aku simpan di ponselku, rekaman ini bisa hilang bila ponselku kalian rebut.”


Dengan santai Bastian mengirim pembicaraan itu pada beberapa nomor teman Gladys, selain tadi mengirim pada Stelle. Dia sengaja kirim ke teman-teman Gladys agar mereka tahu siapa sosok Gladys yang sebenarnya.


“Aku bisa menjelaskan, bukan itu maksud kami,” Gladys mencoba membujuk Bastian.


“Sayangnya aku tak perlu penjelasan. Aku beri waktu sepuluh menit untukmu mengemasi barang-barang pribadimu dan keluar dari sini.” Bastian sengaja keluar dan membaca balasan dari beberapa teman yang dia kirim rekaman itu.


Sebelumnya dia juga sudah merekam video saat membuka pintu kamar hingga dia bicara, sehingga akan sulit bagi Mike membujuk Stelle untuk memaafkannya.


Dalam video terlihat jelas pasangan selingkuh itu sedang berbaring tanpa pakaian sama sekali.


“Bastian, apa kau masih di apartemenmu?” tanya Stelle yang langsung menelepon Bastian saat melihat kiriman kekasih adiknya itu.


“Yups, mereka juga masih di sini. Mungkin sedang berpakaian, karena seperti video yang aku kirim padamu tadi, mereka sedang naked ketika aku masuk ke kamar,” jawab Bastian datar. Dia terluka tapi berupaya terlihat tegar.


“Tolong speaker yang kencang agar kedua pecundang itu mendengar kata-kataku,” pinta Stelle.


“Selamat untuk kalian berdua, rekaman suara dan video yang Bastian kirim padaku sudah aku forward pada Mommy dan Daddy di Filiphine mau pun di Brisbane ( orang tua Mike tinggal di Brisbane ). Mereka sudah tahu kelakuan kalian. Dan kalian tak perlu kembali ke apartemenku. Barang kalian akan aku letakkan di lobby. Tak perlu bersusah payah mengambilnya ke kamarku!” Demikian Stelle memberi pesan pada suami dan adik kandungnya.


“Bastian, terima kasih,” tanpa menunggu jawaban, Stelle mematikan sambungan pembicaraannya dengan Bastian.


Mike dan Gladys keluar kamar dengan membawa dua koper baju-baju Gladys. “Bersiaplah, ada ancaman untuk rencana pembunuhan! Dan aku bisa melaporkannya,” Bastian mengatakan hal itu sebelum Gladys menutup pintu apartemennya.


=============================================================== 


YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.


Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta