TELL LAURA I LOVE HER

TELL LAURA I LOVE HER
BOLEH MAS DENGAR SECARA LANGSUNG ENGGAK?



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


\============================================================


August melepas bibirnya dari bibir Wulan. Dia pandangi wajah malu istrinya. “Itu yang pertama?” tanyanya. Dan Wulan hanya bisa mengangguk. Melihat itu August mendekapnya erat. August tak percaya dirinya yang kotor bisa mendapat istri sebersih Wulan. Dibalik kehamilannya, Wulan adalah sosok yang putih bersih.


“Kemarin Mas dapat chat, ada yang bilang we love you untuk pertama kalinya. Boleh Mas dengar secara langsung enggak?” goda August.


“Mas nyebelin,” Wulan mencubit perut August.


“Sakit Yank, belum juga 24 jam menikah, kamu udah KDRT,” August tak sadar melepas dekapannya.


“Makanya jangan godain orang. Ayok ah berangkat,” Wulan mengajak August untuk berangkat ke hotel.


“Mas belum siapin baju lho,” August baru ingat belum menyiapkan baju. Mereka kan akan menginap.


“Eh iya, aku juga belum karena enggak tahu bakal nginap hotel. Baju yang kemarin dibawa sudah aku pakai semalam,” Wulan bergegas ke kamar mereka.


“Pakai tas ini aja Sweety,” August memberikan tas bepergian kecil yang cukup untuk menginap dua malam.


Wulan menyiapkan tiga pasang baju untuknya, juga pakaian dalam. Dia memasukkannya juga baju yang August siapkan. “Mas hanya bawa ini?”


“Kurang kah? Itu udah dua pasang kan?” jawab August.


“Pakaian dalamnya mana? Handuknya mana?” jawab Wulan.


“Eh lupa. Kalau handuk pakai milik hotel aja. Pakaian dalam aja, nih,” August dengan santai menyerahkannya pada Wulan. Dia tidak memikirkan bahwa istrinya masih belum terbiasa melihat apalagi memegang pakaian dalam laki-laki.


***


“Serius?” tanya Wulan tak percaya. Mereka sedang menuju hotel. Dan August bercerita tentang April. Dia tak ingin Wulan mendengar dari orang lain tentang pernikahan pertama yang pernah dia lakukan dulu.


“Seriuslah. Mas ‘kan sudah janji akan cerita semuanya. Dia memang bukan perempuan baik-baik. Untung Mas membuat test DNA dengan anak itu. Kalau tidak Mas tetap akan di ikat menggunakan bayi malang itu. Sampai sekarang Anggraeni masih merasa bersalah. Tadi dia masih minta maaf lagi dan lagi ke Mas saat ngucapin selamat nikah,” jelas August.


“Papi dan Mami sampai enggak mau lihat muka Mas ketika tahu Yulia Mas selingkuhi dengan perempuan ular itu. Maka tadi Papi mewanti-wanti Mas agar tidak salah langkah lagi. Mas minta kamu selalu mengingatkan Mas ya?” pinta August. Dia bercerita pernah menikah tak sampai 24 jam sudah bercerai.


“Kita harus selalu terbuka Mas. Jangan asal curiga. Dan kalau ditanya jawab yang jujur. Kalau dulu Mas jujur pada mbak Yulia dan tidak tergoda sama April. Mas enggak bakal bisa kejebak,” jawab Wulan. Walau belum pernah berumah tangga, tapi dia banyak belajar dari lingkungan.


“Bodohnya Mas itu selalu ingin memuaskan hawa nafsu. Mas sudah insaf kala bersama mbak Yulia, lalu Mas ingin kembali merasakan kenikmatan sesaat. Ya itu akibatnya. Kalau nanti Mas kembali tergoda dengan pemuasan sesaat dengan perempuan lain, aku bisa apa? Semua itu kuncinya ada dalam diri Mas sendiri,” lanjut Wulan. Walau dia muda dalam usia dan belum pernah sekali pun pacaran. Tapi dia tidak bodoh.


“Sekuat apa pun aku melarang. Sekuat apa pun aku mengunci agar Mas tidak menyeleweng, kalau Mas nya mau, ya pasti terjadi koq,” Wulan menyudahi kata-katanya.


“Bener Sweety. Kuncinya ada dalam diri Mas. Sejujurnya Mas sudah bersumpah tak ingin jatuh lagi. Mas mohon kamu selalu mengingatkan itu,” sejak putus dengan Yulia, August memang benar-benar berniat ingin hidup bersih. Dia berharap bisa.


‘Aku akan memberitahu Yulia tentang pernikahanku,’ batin August. Dia baru teringat mantan tunangannya itu karen baru membahasnya dengan Wulan. Sejak mengenal Wulan dia lupa pada Yulia.


***


“Mas, ini nanti kita kasih paklek pas dia pulang ya. Takutnya aku enggak boleh turun sama mami atau oma,” Wulan memberitahu barang yang dia siapkan untuk pakleknya.


“Oke. Mas juga pastikan kamu enggak usah anter paklek turun. Biar nanti Mas aja,” jawab August. Mereka lalu masuk ke hotel. August memeluk pinggang istrinya mesra.


***


“Lama bangeeeet?” oma langsung ngomel saat pasangan pengantin baru ini masuk ke ruangan mereka.


“Kami berangkat nunggu team pada pulang dulu Oma,” sahut Wulan. Dia langsung memberi salim pada semua lalu duduk rapat disebelah oma.


“Oma barusan pesan salad buah dan salad sayur. Sebentar lagi datang, kamu makan ya,” Oma memberitahu apa yang barusan dia lakukan.


“Wah asyik Oma. Dari tadi emang pengen salad sayur,” jawab Wulan tanpa sungkan.


Dan benar saja, pesanan oma dan mami datang. Rupanya mami sengaja memesan rujak serut dan beberapa snack. Lalu oma menambahi dengan pesan salad.


“Mas mau apa?” tanya Wulan. Dia mendahulukan suaminya.


“Enggak ah. Masih begah nih,” sahut August.


Wulan mengambil salad sayur dalam jumlah cukup banyak. Lalu dia menyuapi August dan dirinya tanpa malu dengan yang lain. Semua memang langsung menyerbu snack karena saat ini waktunya minum teh sore.


August tak menyangka Wulan berani melakukan hal itu didepan keluarga besarnya. Dengan senang hari dia menerima suapan salad dari istrinya.


“Cukup Sweety, Mas masih kenyang. Ibu sama Dedek aja yang maem banyak ya,” August berbisik sambil mengusap lembut perut Wulan. Dia tak sadar kelakuannya itu dilihat oma dan Nenden.


“Satu suap lagi,” bujuk Wulan. Dan August tak mampu menolak permintaan istrinya.


“Riesty mau rujak?” tanya Wulan pada adiknya.


“Enggak Mbak. Aku sudah ambil kue,” balas Riesty yang entah dari mana sedang memegang boneka kelinci berwarna pink serta boneka panda berwarna coklat.


“Bonekanya bagus banget. Siapa yang kasih?” tanya Wulan.


“Dari Mami. Aku juga dibelikan baju,” jawab Riesty polos. Rupanya sang mami sejak pertemuan pertama langsung ‘mengukur’ badan Riesty. Dan membelikan boneka ketika belanja baju untuk gadis kecil itu. Nenden juga meminta Riesty memanggilnya mami.


Paklek dan Riesty pamit sesudah makan malam. Karena Riesty besok masuk sekolah dan paman juga masuk kerja. Seperti dugaan Wulan, oma dan Nenden melarang Wulan turun mengantar pakleknya hingga ke parkiran motor.


***


Wulan baru masuk ke kamarnya. Dia tak menyangka kamar ini sudah terlihat rapi dan dipenuhi bunga dikasurnya. Mawar merah mengelilingi mawar putih dan berbentuk hati. Entah oma atau Nenden yang meminta pihak hotel merias kamarnya seperti ini. Tadi August tak memberitahu saat suaminya masuk untuk menyimpan koper mereka.


Mami dan oma benar-benar menyiapkan pernikahan ini dengan masak. Mereka bahkan sempat beli seragam keluarga padahal waktunya hanya lima hari karena dipotong waktu perjalanan Jakarta~Bandung sejak hari lamaran.