TELL LAURA I LOVE HER

TELL LAURA I LOVE HER
KEJUTAN DARI AMAH DAN APA’



SELAMAT MEMBACA UPDATE KEDUA HARI INI '


Flash back on.


“Ibu, Aya ada masalah. Bisa kita ketemu sekarang? Tapi Aya mau kita ketemu berdua aja. Dan jangan sampai A’a tahu,” pinta Julia dua minggu lalu saat dia menerima kiriman foto. Dia sudah buat capture-annya lalu dia kirim ke laptopnya agar dia aman bila mematikan ponselnya nanti. “Kenapa atuh Yaya? Aya naon?” bu Tuti panik mendengar menantunya meminta bertemu berdua dan tak boleh diketahu Bastian. [ Aya naon = ada apa ].


“Yaya enggak bisa bilang ditelepon, kalau Ibu bisa, Yaya akan segera ketempat kita bisa ketemu.” Julia memastikan dia harus bicara secara langsung.


“Jangan ditempat biasa, Ibu tunggu di cafe depan salon langganan kita aja. Setengah jam lagi Ibu selesai perawatan,” bu Tuti menyetujui pertemuan itu taapi tempatnya minta diubah.


Julia langsung memasukkan beberapa baju, juga laptopnya. Sebelumnya dia sudah memesan taxi online. Baru dia matikan semua ponselnya,


Bu Tuti kaget calon menantunya datang membawa koper kecil juga tas laptop selain tas tangannya.


“Aya naon geulis?” tanya bu Tuti bingung. Dia tak menjawab salam yang Julia sampaikan. [ Aya naon geulis = ada apa cantik ].


“Ibu sehat?” tanya Julia.


“Atuuuh, dibilang teh panggil Amah wae, kayak Ade,” bu Tuti malah minta dipanggil amah saja seperti Bastian. Jangan ibu.


“Ya udah Amah. Aya ada berita buruk buat Amah dan Apa’,” Julia mulai membuka cerita.


“Kenapa lagi Yaya? Yaya pan tahu, kalau Ade enggak bisa jauh dari Yaya. Amah mah enggak bisa ngebayangin gimana hidup dia kalau Yaya ngilang lagi,” bu Tuti bicara jujur. Dia ingat betapa hancurnya Bastian yang sekarang jadi putra tunggalnya itu saat Julia menjauh.


Julia menyalakan laptopnya.


“Aya tadi dapat kiriman ini diponsel Aya,” diperlihatkannya hasil screen shoot yang dia buat dan dia pindah ke laptop. Sengaja dia screen shoot agar nomor pengirim terlihat. Kalau hanya dia transfer via bluetooth, hanya gambar yang terkirim. Nomor ponsel pengirim tak terlihat.


“Astagfirullaaaah, Yaya ini teh kapan? Dimanah? Siga pake hamil juga?” bu Tuti sangat kaget meihat foto-foto Bastian dengan seorang perempuan. Juga foto test pack bergaris dua.


“Seinget Aya, A’a pakai kaos ini saat dia pergi ketemu temannya di Singapore. Ini kaos baru kami beli hari pertama kami belanja di Singapore. Jadi bukan foto lama. Artinya, ini bukan foto editan. Aya enggak tahu bagaimana A’a bisa dijebak dan dibuat foto ini. Ini foto asli bukan editan. Tapi sepanjang hari itu A’a hanya dua atau tiga jam tertidur di kost temannya. Jam dan hari lainnya dia selalu bersama Aya. Jadi Aya yakin ini jebakan,” jawab Julia agak tenang.


Dia berupaya berpikir logic walau sangat marah. Bukan marah pada Bastian, tapi pada perempuan ular yang menjebak tunangannya itu.


Lalu mereka diskusi lama. Bu Tuti menyarankan Julia tinggal dirumahnya. Di kamar khusus tamu yang tak pernah ada yang masuk. Dia dan suaminya mengatur agar si kembar tak melihat ketika Julia datang. Julia bisa keluar kamar bila si kembar berangkat sekolah. Mulut si kembar tentu tak akan bisa ditutup. Dan kalau mereka tahu auntynya tinggal dirumah itu, tentu si kembar akan selalu ingin bersamanya.


Hari terberat untuk Julia adalah hari Sabtu dan Minggu. Dia sama sekali tak bisa keluar kamar karena si kembar ada dirumah. Biasanya pak Achdiyat membawa kembar keluar dan Julia bisa masak berdua dengan calon mertuanya.


Pak Achdiyat dan Bastian memang selalu berdiskusi masalah itu. Awalnya hari itu pak Achdiyat meminta Bastian menghubungi Julia karena sejak siang ponsel Julia tidak aktif padahal pak Achdiyat  ingin bicara dengan gadis itu.


“Ade juga sejak tadi enggak bisa hubungi Aya, dia marah karena salah paham,” begitu jawaban Bastian dua minggu lalu.


Lalu Bastian bercerita sama persis dengan yang Julia katakan. Itu sebabnya pak Achdiyat berjanji membantu masalah ini. Dia langsung menghubungi calon besannya agar tenang dan mengatakan Julia ada bersamanya. Tentu soal Julia ada bersamanya hanya rahasia para orang tua. Karena kedua orang tua Julia sudah diberitahu saat Julia akan bersembunyi di rumah Bastian. Bu Tuti juga bicara langsung dengan bubu Julia


“Mulai sekarang, kamu hanya fokus cari Yaya. Urusan ini biar Apa’ yang tangani. Setiap dia kirim pesan kamu forward ke Apa’, biar Apa’ yang jawab dan selidiki terus.” Demikian pesan pak Achdiyat.


Flash back off


Kita kembali  ke bu Tuti ya. “Kamu mandi dulu. Trus kita makan. Nanti Amah dan Apa’ kasih kamu kejutan,” perintah bu Tuti.


“Kejutan apa Mah? Ade malas makan,” jawab Bastian. Dia selalu seperti itu. Malas makan dan sulit tidur bila jauh dari Yulia.


“Bukan kejutan namanya kalau Amah kasih tau, cepeeeet sanah,” bu Tuti mendorong Bastian kekamarnya.


Bu Tuti mengecek meja makan, apakah sudah siap semua. Dia tunggu putrna keluar dari kamar. Bastian sebenarnya malas makan malam.selama ini sehabis pulang kerja dia langsung diam dikamar tak keluar sampai esok pagi. Pagi-pagi habis subuh dia langsung keluar rumah mencari dimana kira-kira Julia bersembunyi. Dia diam-diam memantau rumah teman Julia. rumah Julia, rumah paman Engkus dan bahkan rumah orang tua Julia di Bogor.


Perlahan dia keluar kamar. Dia tutup pintu kamarnya. Baru sampai depan pintu dia dengan si kembar menyanyikan lagu happy birthday.


‘Astagaaaaaa. Aku bahkan lupa sekarang hari ulang tahunku,’ Bastian melangkah gontai keruang makan.


Dilihatnya disana ada Amah dan Apa’ serta si kembar serta ada black forrest tart dengan sebuah lilin besar bukan lilin angka yang sudah menyala.


Dia menunggu si kembar selesai bernyanyi dan akan meniup lilin saat suara yang dia rindu selama dua minggu terdengar dengan jelas dibelakang badannya.


“Make a wish dulu Babe!”


Langsung Bastian membalik tubuhnya. Tunangannya tercinta, kekasih yang dia rindu ada didepan matanya. Dia memeluk erat tubuh yang selalu dia cari selama dua minggu ini. Dia cium pipi, hidung, mata dan kening Julia tanpa malu ada mama dan papa serta kedua keponakkannya. Dia tempelkan keningnya dikening Julia. Dia tatap mata indah pujaan hatinya.


“Happy birthday cintaku. Semoga selalu sehat dan bahagia ya. Semoga bisa jadi imam yang baik bagi aku dan anak-anak kita nanti,” lirih Julia mengucap saat kening mereka beradu.


Bastian memegang kedua pipi Julia. “Terima kasih Honey. Jangan pernah pergi dari sisiku,” dikecupnya bibir Julia sekilas. Dan kembali dia peluk erat tubuh perempuan terkasihnya.


================================================================= 


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta