TELL LAURA I LOVE HER

TELL LAURA I LOVE HER
PEMBUKAAN TOKO KUE NAMIRA



SELAMAT MEMBACA


\~\~\~\~\~


“Iya Dok, dia jadi sangat labil. Padahal biasanya dia tak pernah seperti ini. Mungkin ini titik terendah dari dirinya,” sahut August lirih.


“Hei, jangan panggil dokter ah. Panggil Uda aja,” pinta Laura. Karena panggilan Abang hanya special untuk dirinya.


“Oh gitu. Baiklah kedepannya saya panggil Uda aja,” sahut August.


“Sudah sehat dok eh Uda?” tanya August pada Syahrul. Dia masih kagok karena baru disuruh merubah panggilan.


“Lu ma yan,” sahut Syahrul.


“Pak August,” sapa Kemuning.


“Eh kamu. Ini surat dokter istri saya. Dia dirawat dan tidak bisa ditengok karena harus full istirahat. Nanti kalau memang diperlukan mungkin saya akan urus cuti sakit. Tapi kalau dia bisa mengejar ketinggalan, dia akan masuk kuliah setelah kembali sehat,” August menitipkan surat keterangan sakit dari rumah sakit untuk absensi Wulan di kampusnya.


Kemarin August menjawab pesan Kemuning yang menanyakan kesehatan Wulan lalu August meminta Kemuning menolongnya mengambil surat istirahat dokter.


“Baik Pak, akan saya beritahu rekan-rekan untuk tidak datang sebelum mendapat khabar selanjutnya dari Bapak,” sahut Kemuning yang datang bersama Bagus Garundito, adik sepupunya.


“Kami permisi dulu ya mas August nanti sampaikan saja salam kami untuk Wulan,” Laura pamit lebih dulu karena memang Syahrul belum boleh terlalu lama diluar ruangan.


“Iya Uda, Laura. Maaf tidak bisa bertemu dengan Wulan. Uda semoga cepat pulih dan bisa praktek lagi,” sahut August.


‘Ternyata Wulan memang tak boleh ditengok. Tamu ini saja tak boleh masuk,’ Kemuning membatin dalam hatinya. Tadi dia masih mengira hanya dia yang tak boleh masuk menemui Wulan.


“Enggak apa-apa. Yang penting Wulan segera pulih. Abang juga awal-awal enggak boleh ditengok koq,” sahut Laura dan segera memutar kursi roda untuk meninggalkan paviliun rawatnya Wulan.


“Yang lelaki dokter disini. Dia baru kecelakaan. Dan yang perempuan pemilik panti asuhan tempat Wulan pernah bekerja. Mereka saja tidak boleh masuk,” August memperjelas siapa Laura dan Syahrul. Dia tak ingin ada salah paham kalau dia yang melarang teman-teman istrinya datang menengok.


“Iya Pak, kami mengerti. Dan kami ucapkan semoga Wulan cepat sembuh,” Bagus langsung menggamit Kemuning agar pamit.


“Kami pamit dulu Pak,” Kemuning mengerti kode yang dikirim oleh Bagus. Dia menyerahkan parcel buah yang mereka bawa.


“Terima kasih atas kehadirannya. Dan sekali lagi saya mohon maaf karena tak bisa bertemu istri saya,” sahut August sambil menerima uluran tangan Kemuning dan Bagus.


***


Hari ini persiapan pembukaan toko kue Namira. Sejak besok semua pesanan akan masuk ke nomor toko yaitu nomor yang selama ini dia gunakan. Dan nomor pribadinya akan menggunakan nomor baru. Namira sudah memberitahu nomor barunya pada Nadia, Wiwin serta teh Novia.


Namira juga sudah merekrut dua pegawai.  Jadi bila ada antaran, toko tetap ada yang jaga. Toko buka sejak jam enam pagi hingga jam dua siang. Sengaja buka jam enam pagi karena banyak yang butuh kue untuk bekal sekolah atau kerja. Sudah banyak juga rekanan yang titip jual. Sehingga banyak pilihan jenis kue dan lauk yang bisa konsumen beli.


Karyawan harus sudah stanby di toko pukul 05.30. itu memang syarat mutlak saat mencari pegawai. Selain harus memiliki kendaraan. Nanti uang bensin saat mengantar barang akan dihitung oleh Namira.


Namira sudah bertekad dia hanya akan datang ke toko dua kali dalam satu minggu. Satu hari untuk membuat risol dan donat. Dan satu hari lagi untuk membuat puding serta kue lainnya. Hari lain mungkin dia bisa datang ke toko memang bila sangat diperlukan. Dia tak ingin toko kue membuat dia lalai menjalankan tugas sebagai istri dan ibu bagi kedua anak-anaknya.


Ada sedikit kemajuan, sekarang toko plastik tempat membeli mika, mau mengantarkan barang yang dibeli oleh Namira. Karena sekarang dia butuh bebagai macam mika juga plastik serta tas kresek untuk digunakan di toko. Jadi Namira hanya mampir beli saat mengantar Nindi sekolah saja.


Untuk belanja bahan kue, Namira cukup memberitahu pegawainya list belanjaan dan harus ready saat dia datang ke toko. Jadi keberadaan toko tidak membuat Namira kehilangan waktu. Dia malah punya lebih banyak waktu untuk memperhatikan anak dan suaminya.


“Bunda berangkat duluan ya Yah,” Namira pamit pada Ilyas. Dia sudah menyiapkan sarapan. Karena hari ini pembukaan maka dia harus ada sebelum toko buka. Selanjutnya dia akan datang jam delapan sesudah bahan siap dia olah.


“Hati-hati ya Honey, cintaku. Nanti kalau teteh dan dede sudah siap Ayah datang kesana sama bibik,” sahut Ilyas mencium kening istrinya yang baru saja memberi salim pada punggung tangannya.


“Iya. Bismillah semoga usaha ini barokah buat semua,” jawab Namira dengan kesungguhan.


“Aamiiiin …. Allohuma aamiiiin,” sahut Ilyas. Dia juga ingin istrinya merasakan kebahagian karena sukses menjalankan usaha.


Namira menggunakan jaket tebal karena saat ini masih pukul 05.05. Udara masih sangat dingin. Tapi itu bukan halangan untuk mencari rizky. Dia memantapkan hati berangakat berjuang.


***


“Bismillaaaaah,” Namira membuka toko dari dalam. Dia dan dua orang karyawannya sejak tadi sudah berada didalam toko. Mereka masuk lewat pintu belakang dan dan mengatur kue yang ready serta menggoreng baru risol serta donut. Donut tentu harus diberi topping bila sudah dingin nanti.


Satu orang pegawai menerima kue dan makanan titipan dan dicatat di buku besar konsinyasi sesuai tanggal, jenis kue atau makanan serta jumlah dan harga satuan. Semua sudah dibuat lajur sehingga rapi terdata. Nanti data ini akan dimasukkan di komputer.


Seorang pegawai lainnya melayani pembeli. Dan Namira mewajibkan semua pembeli menerima struk belanja. Akumulasi pembelanjaan akan mendapat hadiah dari toko sesuai waktu penukaran. Ini memang promo yang sengaja Namira lakukan selain untuk mengontrol uang masuk.


“Ini week end, jadi kalau jam segini terlihat stock sudah hampir habis, kalian goreng lagi satu atau dua pack. Kalian juga bisa tawarkan yang masih frozen. Dan jangan lupa kalau sudah mulai sepi kalian catat kue konsinyasi yang terjual dan uangnya pisahkan dengan memberi tulisan jenis kue serta jumlah. Masukkan dalam plastik klip ini. Jangan pernah merusak uang dengan staples ya. Saya sediakan staples untuk plastik bukan untuk uang,” Namira menerangkan mengapa menyediakan plastik klip. Isolasi serta staples.


“Assalamu’alaykum Bund,” Nindi dan bibik masuk ke toko lebih dulu, karena Ilyas menggendong Ilham membeli balon.


\=====================================================================


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta