TELL LAURA I LOVE HER

TELL LAURA I LOVE HER
AKANG BEIB SUDAH PUNYA BABY ...



YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.


Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


***Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta  ***


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


“Wulan mana? Semalam sudah saya bilang berangkat bareng saya saja biar tidak naik angkot,” Laura mencari Wulandari.


“Di depan, sambil nyapu teras. Dia sudah siap sejak tadi,” jawab Sukma. Semua pekerja lama panti suka terhadap Wulan. Gadis itu sangat ringan tangan. Dia baik dan rajin serta tak pernah mengeluh walau sedang hamil. Tak pernah sekali pun Wulan menjadikan kehamilannya sebagai alasan untuk meminta keringanan kerja.


“Ayok Wulan,” Laura mengajak pegawainya itu untuk segera berangkat agar tidak terlambat ke sekolah. “Kamu ada kesulitan di sekolah?” tanya Laura pada Wulandari.


“Alhamdulillah, sejauh ini belum ada kendala. Semoga sampai selesai ujian tak ada kendala sehingga saya bisa mendapat ijazah SMA yang sangat saya butuhkan,” dengan penuh harap Wulan memberitahu Laura keinginan terbesarnya saat ini.


“Aamiiiiiin. Niat kita baik, semoga Allah mengabulkannya,” jawab Laura. Dia sangat mendukung cita-cita Wulandari. Karena dia tahu, kehamilan WSulan bukan karena kenakalannya, melainkan karena musibah.


“Saya turun di depan Mom,” Wulan memberitahu dia akan turun di pertigaan depan, karena sekolahnya akan lurus sedang arah tujuan Laura akan ke kanan. Tapi Laura terus saja tak mau berhenti. Laura terus melajukan mobilnya hingga depan sekolah Wulan.


“Nuhun pisan Mom,” tak henti-henti Wulan mengucapkan terima kasih karena diantar hingga depan sekolahnya. Beberapa teman Wulan melihatnya turun dan juga melihat siapa yang mengantarkan Wulan. Tentu awalnya mereka mengira Wulan diantar oleh seorang lelaki.


“Siapa yang mengantarmu?” tanya seorang teman.


“Dia pemilik panti asuhan tempatku bekerja. Kebetulaan dia akan pergi ke Bandung, jadi mengajakku berangkat bersama,” jawab Wulan jujur.


“Dia masih sangat muda dan cantik,” komentar teman lain yang juga melihat Laura.


“Iya, selain muda, cantik dia juga baik hati dan seorang designer di Bandung. Kehidupan di panti adalah hasil kerja kerasnya sebagai designer. Tidak hanya mengharapkan dari donatur saja,” jelas Wulan.


“Pantas hidupnya berkah. Karena dia sangat tulus membantu para bayi terlantar!” komen teman pertama Wulan.


***


Siang ini August kembali datang ke panti asuhan. Seperti biasa dia membawa diapers dan su5u bayi. Dia tidak janjian dengan Laura karena memang tujuannya untuk melihat anak-anak asuh di sana.


“Selamat siang Om,” sapa Wulan yang baru saja keluar dari kamarnya sehabis ganti baju, makan dan salat.


“Kamu tumben sudah ada di panti?” tanya August.


“Persiapan ujian, kami kelas 12 sudah tidak full lagi jam belajarnya,” jawab Wulan. Beberapa kali Wulan dan August bertemu sehingga August tahu Wulan adalah pegawai baru di panti yang masih SMA. Tapi mereka tak pernah ngobrol berdua.


‘Anak itu rajin sekali, masih SMA sudah bekerja, apa dia yatim piatu sehingga harus menghidupi diri sendiri?’ August jatuh iba terhadap sosok Wulan. Dia jadi penasaran ingin mengetahui latar belakang gadis belia yang dia lihat sangat energik. Saat ini August hanya kagum terhadap gadis muda yang mau bekerja susah payah. Umumnya gadis seumuran Wulan sedang suka hura-hura tanpa memikirkan kesulitan orang tuanya.


“Hallo cantiknya bunda, kamu pup ya sayang? Sudah selesai belum hmm?” sapa Wulan pada seorang bayi mungil yang sedang mengangkat kedua kakinya dan akan mengemut jempol kakinya.


“Hiiiy, masa jempolnya dimaem? Kamu lapar ya. Hahaha belum juga mulai maem ya. Minggu depan kamu akan mulai dapat jatah pengenalan maem ‘kan? Nanti bunda akan suapin kamu yaaaa,” Wulan mulai merobek sisi diapers untuk membasuh bayi itu lalu menggantikan diapersnya. Semua itu tak luput dari perhatian August.


Sebelum pulang, August iseng mengorek jati diri Wulan pada satpam di depan, sambil dia bersiap untuk kembali pulang ke Jakarta. “Gadis itu rajin ya Mang.masih SMA harus kerja,”


“Neng Wulan ‘kan yatim piatu. Dia tinggal sama bibiknya tapi dijadikan pembantu. Jadi dia sejak masuk SMA sudah biayai hidupnya sendiri,” pak satpam menerangkan tentang Wulan sesuai pengetahuannya. Untungnya pak satpam tidak tahu soal kehamilan Wulan. Kalau tahu tentu dia juga akan menerangkan pada yang bertanya.


***


“Ibu Boss habis mborong?” Laura mendengar suara yang dia kenal menegurnya saat dia sedang memindahkan barang dari trolly super market kedalam bagasi mobilnya.


“Hahaha, bisa saja dokter! Belanja mingguan kebutuhan panti,” balas Laura sambil mengulurkan tangan pada Ilyas yang baru akan belanja.  “Dokter sendiri ‘kan yang mau mborong?”


“Enggak juga, cuma lagi pengen beli sesuatu buat keponakan kecil di rumah,” jawab Ilyas yang sejak beberapa waktu lalu memutuskan menyerah mengejar cinta tambatan hatinya. Laura terlalu sulit dia gapai!


“Ok Dok, saya duluan ya,” Laura pamit pada dokter ilyas yang baru mau berbelanja.


“Ok, take care ya,” balas ilyas ramah.


Ilyas membeli beberapa kebutuhan Ilham dan Nindi. Persis seorang ayah yang membelikan kebutuhan dua buah hatinya. Dia perhatikan semua detil produk. Tetiba dia melihat sisir lembut bayi. Dia pilih yang berwarna biru. Dia juga membelikan mainan bayi yang berbunyi-bunyi untuk merangsang pendengaran dan mata bayi.


“Wah, sudah punya baby?” sapa seorang perempuan manis yang beberapa kali mengajak ilyas kencan.


“Iya, babyku sudah berumur 40hari,” balas ilyas dengan mata berbinar. Tentu saja Nuning atau Kemuning terpaku mendengar pujaan hatinya sudah memiliki bayi berusia 40 hari.


*‘Mengapa tak pernah terdengar dia menikah?’ *pikir Kemuning yang bekerja sebagai apoteker di rumah sakit yang sama dengan dokter ilyas. Kemuning yang penasaran langsung mengirim chat pada group rempong yang dia ikuti.


‘Aku ketemu sama akang bebeib, tapi dia lagi milih kebutuhan baby. Ttrus dia bilang udah punya bayi umur 40 hari. Apa cuma aku yang kudet ( kurang update )?’ tanya Nuning dilanjut dengan emoticon menangis.


‘Enggak ada rumornya yayank bebeib kita menikah koq. Masa kita-kita enggak ada yang tahu kalau akang bebeib tersayank menikah dan punya baby. Kalau baby udah umur 40 hari, minimal dia nikah satu tahun lalu ‘kan?’ balas seorang anggota cepat. Rupanya yang menyukai ilyas bikin group chat untuk membahas idola mereka.


Nuning mengirim foto candid yang memperlihatkan Ilyas sedang memilih-milih kebutuhab bayi. ‘Aku beneran enggak bohong. Lihat aja tuh.’


**‘Belanja buat keponakannya kali ah,’ **balas anggota lainnya.


‘Bener paling juga keponakannya, cuma dia akui sebagai anak! Udah tenang aja, kita tetap pada misi kita untuk mendapatkan cintanya,’ balas yang lain.


‘Semangaaaaaaaat girls,’ balas yang lain.


Nuning pun akhirnya bisa tenang setelah mendapat dukungan dari teman-teman genksnya. Dia melanjutkan belanjanya walau sesekali masih melihat dimana keberadaan pria pujaannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sambil nungggu yanktie update bab baru, baca cerita milik teman yangktie ini yaaaaaa


judul cerita PEMUAS RANJANG CEO penulis MOMOY DANDELION  pastinya hanya di NOVELTOON/MANGATOON ya


penggalan ceritanya seperti ini ya


Menjadi penghangat ranjang lelaki beristri tega Retha lakukan demi mendapatkan uang. Hubungan yang awalnya sebatas saling membutuhkan lambat laun menumbuhkan cinta.


Ketika cinta mulai bersemi di antara mereka, istri Bara yang telah lama pergi tiba-tiba kembali. Apa yang akan Retha lakukan menyadari posisinya sebagai orang ketiga dalam rumah tangga Bara dan Silvia?