TELL LAURA I LOVE HER

TELL LAURA I LOVE HER
MENGUAK LUKA LAMA



YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.


Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


\=================================================================================


Malam ini August hanya berbaring di kamar hotel tempatnya menginap. Semua teamnya pergi hang out menikmati suasana beda negara seperti biasanya. Sekarang dia hanya merenungi kemana arah hidupnya? Usia terus merangkak, beberapa sahabat dan kerabatnya sudah menikah dan memiliki anak. Sedang dirinya? Jangankan anak. Istri saja tak punya. Bahkan lebih buruk lagi, pacar pun tak ada. August melihat sisi kelam dirinya sebelum bertemu Julia. Dengan Julia dia mulai meninggalkan semua kisah kelam bercinta sebelum menikah. Julia bisa meredam keinginannya, walau beberapa kali mereka tidur bersama. Tidur dengan Julia adalah sebenar-benarnya tidur. Hanya peluk dan cium tanpa nafsu, lalu lelap hingga subuh. Tapi petaka terjadi saat dia terpeleset dengan April. August sangat menyesalkan tidak memperhatikan peringatan Bima.


Karena ulahnya yang menanggapi jebakan April, dia kehilangan segalanya. Kehilangan Julia, kehilangan kepercayaan keluarganya. Dan sekarang juga mulai kehilangan kepercayaan untuk mencari pendamping hidup!


August tak ingin gagal lagi. Dia tak ingin memulai mencari pendamping baru. Karena dengan calon pendamping dia harus menceritakan semua sisi kelamnya sebelum pendamping itu mantab menerimanya.


August membuka galeri foto di ponselnya. Sekarang dia banyak menyimpan foto bayi dan balita penghuni panti asuhan milik Laura. Padahal kalau dia mau, dia bisa mengunjungi panti asuhan di Jakarta saja agar tidak repot ke Cimahi. Entah mengapa dia sudah sangat suka dengan kekeluargaan di panti KEPAK KASIH BUNDA itu.


Dia tersenyum melihat wajah-wajah polos yang belum tahu akan duka dan sakit serta beratnya hidup ini. August terus menggeser galeri, hingga tak sengaja dia melihat sebuah foto Wulan. Tapi mengapa terlihat perutnya sedikit besar seperti sedang hamil? Apa karena posisi Wulan sedang menggendong Juna sehingga perutnya terlihat sedikit besar? Kalau dia sedang hamil, apa orang-orang di panti tahu?


‘Aku harus cari tahu, kasihan bila dia terbuang dari panti. Aku ingat dia tinggal di sana karena menghindari bibinya yang tidak suka padanya dan gadis itu juga bekerja demi sekolah dan hidupnya. Sepulang ke Indonesia aku akan mencari info tentang dia dan mencari jalan keluar untuk gadis malang itu,’ tekad August dalam batinnya.


***


“Neng, ada dokter Syahrul di depan,” lapor bik Sanah pada Laura yang baru selesai salat maghrib.


“Iya Bik. Atur makan malam untuk saya dan uwak Ganis sekalian pak dokter ya,” pinta Laura sambil melipat mukenanya. Dengan baju sederhana, t shirt dan celana di bawah lutut Laura keluar menemui Syahrul.


“Kita makan malam dengan uwak ya?” Laura langsung berkata pada Syahrul padahal dia belum duduk apalagi salaman. Memang bila tak formal mereka jarang salaman bila bertemu.


“Bukannya kita mau cerita tentang anak-anak?” Syahrul penasaran dengan persoalan anak-anaknya.


“Mohon Bapak baca dengan saksama isi chat yang saya kirim,” balas Laura dengan tersenyum.


“Neng, ditunggu Nyonya di meja makan,” bik Sanah memberi tahu kalau makan malam sudah siap. Sementara Syahrul penasaran, dia melihat chat yang Laura kirim. Ternyata di sana Laura hanya meminta untuk malan malam. Tidak menulis tentang membahas masalah anak-anak. Chat tentang persoalan anak-anak Laura kirim sehabis mereka makan siang yang meminta membiarkan Fahri datang ke panti.


“Ayok makan malam dulu. Nanti aku ceritakan masalah anak-anak sesudah makan,” akhirnya Laura mengatakan akan membahas masalah anak-anak.


“Apa khabar Bu?” tanya Syahrul saat memberi salim pada uwak Ganis di meja makan.


“Baik Nak,” jawab wak Ganis dengan senyum ramahnya. Wak Ganis mengenal Syahrul saat dia masih bujang dan sedang menyelesaikan progaram S1 nya. Sesudah itu Syahrul melanjutkan specialis anak sejak dia akan menikah. Saat menikah dengan Firda, Syahrul sudah menjadi dokter anak. Itu sebabnya uwak  Ganis menyebut Syahrul dengan panggilan NAK.


“Iya, bagian kepala ya Neng,” pinta wak  Ganis. Dan Laura pun mangambilkan kepala patin untuk buwaknya. Lalu dia mengambilkan nasi untuk Syahrul yang sejak tadi hanya memperhatikan Laura meladeni uwaknya


“Anda mau pakai apa?” pertanyaan Laura memecah lamunan Syahrul.


“Eh …, biar saya ambil sendiri,” Syahrul jadi tak enak hati karena diladeni Laura. Laura pun memberikan piring yang sudah berisi nasi.


“Kalau kurang ambil sendiri ya,” Laura lalu mengambil nasi untuknya serta lauk yang dia inginkan.


“Anak-anak sehat Rul?” tanya wak Ganis. Dia tahu perkembangan Nazwa dan Fahri sejak keduanya bayi.


“Alhamdulillah mereka sehat,” jawab dokter Syahrul. Dia ingat,wak Ganis dan suaminya lah yang sejak awal selalu ada disisinya saat dia terhempas dan tak punya semangat. Wak  Ganis yang selalu memompakan semangat untuknya dan mengingatkan ada dua permata hati yang harus dia urus saat dia terpuruk. Saat itu Laura belum memimpin panti juga belum tinggal di rumah wak Ganis. Laura memimpin panti setelah kematian Tommy tunangannya. Sejak itu dia menetap di Cimahi. Dulu hanya sesekali datang menginap saja.


Laura mengajak Syahrul ke teras belakang. Tidak duduk di gazebo seperti ketika dengan Fahri kemarin. “Aku tanya versi Abang dulu, baru aku akan beritahu tentang duka anak-anak. Walau sebenarnya aku sudah enggak sabar ingin bertindak sendiri. Tapi aku sadar, aku bukan bagian dari kalian!” Laura memulai perbincangan mereka malam ini.


“Firda, dia adik kelasku di kedokteran. Aku semester 5 saat dia mulai masuk. Aku ingat dia karena pernah jadi seniornya saat posma. Tapi di semester 3 entah mengapa Firda  mengajukan cuti. Aku bertemu dengannya saat dia sedang cuti. Karena merasa pernah satu kampus. Lalu kami mulai dekat. Selesai kuliah aku melamarnya. Dan kami menikah saat aku selesai specialis anak. Karena ayahku mengancam tak akan memberi subsidi uang kuliah specialis bila aku sudah menikah. Ayah tak ingin uang kuliah darinya aku gunakan untuk memberi nafkah istriku. Karena nafkah istri itu kewajiban suami, bukan mertua,” Syahrul flash back kisahnya dengan Firda Umiyani atau yang biasa dipanggil IDA.


“Ada kekecewaan yang aku alami di malam kedua pernikahan kami, saat melakukan hubungan suami istri pertama kali. Ida sudah tidak virgin. Andai dia cerita sebelum menikah, aku tidak akan kecewa. Tapi aku merasa dia membohongiku. Tapi aku sadar, aku menikah di hadapan Tuhan. Tak mudah aku menceraikannya hanya karena dia sudah tidak virgin. Aku terima kekalahanku itu. Dan kami meneruskan pernikahan tanpa kendala,” berat untuk Syahrul bercerita, tapi dia sudah sangat tertekan jadi harus dia keluarkan semua hal malam ini juga. Rupanya malam pertama Syahrul dan Ida tidak melakukan ritual suami istri karena Firda beralasan sangat lelah, sehingga baru malam kedua kegiatan itu di lakukan.


“Di bulan ke 5 pernikahan, Nazwa hadir di rahimnya. Aku bahagia. Terlebih saat Nazwa berusia 2 tahun lebih, ida kembali hamil. Lengkap sudah kebahagiaanku sebagai suami. Jarak Nazwa dan Fahri 3 tahun,” jelas Syahrul lalu dia menjeda dengan menyesap sedikit kopi.


***=========================================================================== ***



Sambil nungggu yanktie update bab baru, baca cerita milik  yangktie sebelumnya ini yaaaaaa sudah TAMAT lho


judul cerita  **CINTA KECILNYA MAZ **  pastinya hanya di NOVELTOON/MANGATOON ya


Cerita ringkasnya seperti ini :


Anto dan Dini saling mencinta dalam diam sejak kelas 1 SMP, sayang cinta mereka terbentur kendala Dini harus menikah akibat hamil diperkosa


Anto yang frustasi menikah dengan Shinta, namun tanpa dia ketahui Shinta sedang hamil entah oleh siapa


Mereka bertemu kembali saat masing-masing sudah sendiri, namun Dini sudah tak ingin terikat dalam ikatan pernikahan


Akankah cinta suci mereka dapat bersatu?