TELL LAURA I LOVE HER

TELL LAURA I LOVE HER
PERJANJIAN SYARAT KERJA



YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.


Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


\===============================================================================


Dan syarat kedua untuk kalian semua. Aku tak mau hubunganku dengan boss pemilik perusahaan terekspose ke publik. Itu hanya untuk kalian dan boss kalian aja yang tahu. Kalau hubungan ini bocor, misal ke pacar kalian. Lalu pacar kalian bocor ke yang lain tentu satu perusahaan akan tahu. Dan kalau ini bocor aku enggak mau lagi kenal kalian,” cetus Julia tegas.


“Kami sepakat tak akan membocorkan. Tapi kamu tahu ‘kan Jul, pacarmu itu suka enggak ngerti tempat. Nah para pegawai tu udah pada menduga, kalau dia ngejar cintamu. Aku sering dengar mereka ngegosip di kantin,” Yuni yang paling sering ke kantin memberi tahu semua soal rumors di kantor tentang boss mereka.


“Bagaimana Pak Boss? Sudah sejak dulu aku bilang ‘kan. Kamu ‘tu jadi center pemikiran dan pandangan para perempuan di kantor. Maka aku enggak suka kalau kamu ngedeketin aku. Aku enggak ingin jadi sasaran bully an penggemarmu,” Julia bicara sambil iseng menoel ujung hidung Bastian.


Kalau dulu, Bastian akan langsung menjawab tak peduli dengan omongan pegawai dan akan memecat orang yang membicarakannya. Tapi sekarang …, sejak dia berjanji akan mengubah sikapnya, tentu dia tak bisa bicara seperti itu. “Iya honey, A’a akan mulai mengatur sikap A’a di kantor,” jawab Bastian lirih. Ke empat gadis sahabat Julia tentu terpana melihat Bastian bersikap tunduk pada Julia. Melihat bagaimana big bossnya bucin pada rekan mereka.


“Asyiiiiiiiiiiiiiik,” seru Nia. “Jadi fix kita komplit lagi nih di kantor?”


“Tergantung boss kalian aja, mau enggak aku kerja minus 2 jam. Aku akan tetap kerja eight to five, tapi ada waktu 2 jam untuk me time,” balas Julia menunggu kepastian.


“Aku yakin, potong 5 jam juga boss setuju asal kamu selalu ada depan mata dia,” goda Yuni. Dia ingat bagaimana Bastian kalang kabut saat Julia tak kembali ke ruang meeting.


“Hahaha, beneeeer banget tuh,” jawab ketiga teman Julia lainnya. Sementara Bastian hanya bisa nyengir mendapat olok-olok seperti itu.


“Wait, bagaimana bila sedang diluar jam kerja, kita jalan bareng, lalu ada yang lihat?” tanya Bastian. Dia juga tak mau disalahkan bila itu yang terjadi.


“Yah, mau gimana lagi kalau itu yang terjadi,” Julia pasrah.


“Menurut aku sih, kamu enggak mungkin pacaran, terlebih kedua orang tua kalian sudah saling tahu. Tapi enggak pernah keluar bareng. Makan bareng atau hang out bareng. Jadi sepanjang enggak jam kerja dan bukan di kantor, semua wajar koq,” Vita memberi pendapat bijak untuk Julia.


“Bener Jul. Enggak perlu takut ketahuan orang lain. Kamu single dan pak Bastian belum punya istri. Kalian berkencan diluar jam kerja dan diluar kantor. Jadi kalau ketahuan orang lain, ya enggak masalah,” tukas Yuni si cerewet.


Akhirnya dapat kata sepakat, Julia akan masuk kerja bersamaan dengan Bastian setelah Bastian sembuh nanti.


***


“Potong dua aja Bik,” jawab Wulan. Pagi ini dia bikin bubur gurih. Semalam masih banyak nasi yang tersisa. Bosan bikin nasi goreng, maka Wulan mengolahnya menjadi bubur gurih dengan santan dan bumbu daun salam, merica serta garam tentunya.


“Haha, maksud bibik berapa butir yang akan dipotong? Bukan potong jadi berapa!” bik Ani juga serba salah bila kata-katanya kurang tepat.


“Owh, 5 saja dulu Bik. Nanti kalau kurang bisa pada motong sendiri. Taruh saja telur asin utuhnya di meja. Agar mudah bila pada mau tambah. Sambelnya sudah ya Bik?”


“Sudah, sambel sudah di meja,” balas bik Ani sambil memotong telur asin. Sarapan pagi ini bubur gurih, tanpa suiran ayam. Kebetulan ada cakwe, semalam Sukma beli gorengan untuk cemilan. Taburan krupuk dan lauknya telur asin. Sederhana tapi dimakan penuh syukur oleh para pegawai panti terutama Wulan dan bik Ani. Karena mereka sangat tertolong bisa hidup dalam lingkungan yang hangat ini.


Hari ini hari pengumuman kelulusan Wulan. Dia sengaja tak datang ke sekolah, dia takut euphoria kebahagiaan teman-teman membuatnya terdorong lalu membahayakan kandungannya. Karena dia tahu saat pengumuman kelulusan semua akan bersorak, melompat dan saling dorong saat mengungkapkan kebahagiaan atas keberhasilan mereka. Dia takut bayi dalam kandungannya terhimpit. Wulan lebih baik datang lusa, hari Senin saja.  Wulan hanya bersyukur keberadaan bayinya aman sampai waktu kelulusannya.


‘Saya lihat di jalanan banyak anak sekolah konvoi dengan baju dicoret-coret. Apa sekarang hari pengumuman kelulusanmu?’ chat dari August masuk ke ponsel Wulan sejak tadi. Tapi dia sedang sibuk dengan para bayi. Maka sesuai peraturan panti, ponsel pribadi hanya boleh dipegang bila sedang istirahat. Walau itu peraturan tak tertulis, tapi semua pegawai berupaya mentaatinya.


‘Maaf Pak, selama jam kerja, kami sepakat tidak memegang ponsel. Jadi saya baru baca chat Bapak. Iya, tadi di sekolah ada pengumuman kelulusan. Tapi hari ini saya sengaja tidak pergi ke sekolah,’ jawab Wulan saat jam makan siang. Lalu dia kembali menyimpan ponselnya. Sebaliknya August pun belum membuka ponsel karena sedang terbang. Dia mengirim chat saat berangkat menuju bandara.


***


Ilyas membayar freezer yang baru dia pilih. Dia juga sudah menulis dengan jelas alamat antar dan denahnya. Sekarang dia menuju rumah. Tapi sebelumnya dia mampir ke toko buku. Dia akan membeli buku bacaan untuk dirinya seperti biasa, hanya sekarang dia juga suka mampir melihat buku untuk anak-anak. Kali ini dia membeli buku dongeng anak daerah. Dia ingin memperkenalkan cerita rakyat pada Nindi. Dia juga sudah mendownlad aneka cerita anak daerah di laptopnya. Sengaja dia tidak langsung memberi tontonan. Karena dia berpikir membangun imajinasi melalui bacaan lebih memicu kerja otak anak-anak.


“Belanja buku untuk siapa Dok?” tanya seorang ibu pada dokter Ilyas. Ilyas tahu, ini adalah ibu yang tinggal satu perumahan dengannya.


“Ada keponakan yang ikut saya. Dan saya menganggap dia anak saya. Jadi saya beli buku untuk anak perempuan saya Bu,” jawab Ilyas dengan rinci,” Ilyas yakin, sesudah ini jawabannya itu akan menjadi trending tropik di wilayah tempat tinggalnya itu. Tanpa peduli Ilyas meninggalkan ibu itu dan melanjutkan aktivitasnya dengan menuju kasir.


\============================================================


*Sambil nunggu Yanktie update BAB baru, baca novel yankti yang berjudulKESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCURya, sudah tamat jadi enggak nunggu update lagi*


*Cerita ini merupakan sequel dari kisahCINTA KECILNYA MAZyang bercerita tentang Steve yang jatuh cinta pada adik sahabatnya. Saat Steve mahasiswa, si gadis masih SD. Ketika melihatnya saat si gadis sudah menjadi mahasiswi tingkat akhir, Steve terpesona. *


Apa Steve bisa meraih cinta Sari sang gadis pujaan? Sementara Sari menyerah karena para mantan Steve sangat ganas bahkan ada yang hendak membunuhnya.



YAnktie nunggu komen manisnya yaaaa