TELL LAURA I LOVE HER

TELL LAURA I LOVE HER
JAWABAN ABU-ABU



SELAMAT MEMBACA



“A’a menyatakan perasaan di depan kedua orang tua A’a, bukankah itu sama aja nodong?” Julia menatap Bastian, dia tidak takut mencari kepastian di mata lelaki itu. “Kalau saya menolak, apa ada imbasnya terhadap pekerjaan saya?”


“Apa alasanmu menolak? Karena memang tak mau menerimaku, atau karena masih berharap kembali pada mantan tunanganmu yang telah menghamili selingkuhannya? Perlu kamu ingat, aku mencintaimu bukan karena kamu sekretarisku. Kalau kamu menolak, pekerjaanmu tak akan kena imbasnya,” balas Bastian pasti.


“Dari mana A’a tahu tentang mantanku? Dan bagaimana bisa A’a bilang cinta, kalau selama ini kerjaan A’a hanya mencela semua yang aku kerjain? Enggak pernah ada pujian atas hasil kerjaku, terima kasih pun enggak pernah, itu yang A’a bilang cinta? Aku enggak nyaman atas sikap A’a selama ini!” Julia menyatakan pendapatnya. Tanpa sadar Julia sudah menggunakan kata aku, pengganti kata saya.


‘Selama ini boro-boro monster ini memperlihatkan sikap sayang dan atensi seperti orang yang mencintai, yang ada dia selalu menindasku.’


“Aku sudah bertemu kedua orang tuamu di Bogor, aku sudah meminta restu keduanya untuk mendekati putri mereka. Aku mendapat info hubunganmu dengan mantanmu dari ayah dan ibumu,” jelas Bastian yang membuat Julia kembali terperangah.


‘Monster ini penuh misteri. Beraninya dia langsung cari info dari Yayah dan Bubu. Pantas dia tahu semuanya,’ Julia tak bisa berkelit bila info tentang dirinya bersumber dari kedua orang tuanya. “Lalu sikap aroganmu?”


“Maaf, itu salah A’a. sebenarnya aku tak percaya diri di depanmu. Sehingga cara mendapat perhatian darimu adalah membuatmu kesal. A’a yakin karena kesal, kamu selalu kepikiran A’a ‘kan?” Bastian menjawab sambil tersipu malu.


“Kepikiran karena kesal ‘kan enggak bisa menerima cintamu.” Balas Julia, dia mengerti mengapa monster di depannya mengambil jalan itu.


“Sekarang maafin A’a ya, kamu sudah tahu perasaanku ‘kan? Aku akan berubah. Akan aku tunjukkan cintaku yang sesungguhnya,” Bastian mengambil kedua tangan yang sejak tadi berada dalam genggamannya dan menciuminya.


Julia bingung. Dia bukan belum move on. Karena baginya hatinya memang sudah beku, tak mau menerima cinta baru. Tapi mengapa tadi lagu endless love membuat kebekuan hatinya mencair? Semudah itukah cinta baru memenuhi relung hatinya?


‘Ini pasti enggak wajar, aku baru sakit hati akibat pengkhianatan kak August dua bulan lalu. Tak mungkin hati ini bisa langsung mencintai monster ini. Tapi mengapa aku merasa nyaman dengan dirinya. Rasa nyaman yang tak pernah aku dapat dari kak August. Rasa nyaman ini seperti nyaman bila aku bersama Yayah dan pak Adi.’


“Aku akan berupaya menjalani kisah kita perlahan, jangan paksa aku untuk segera mensejajarkan langkah denganmu. Karena hati ini masih terluka. Kalau A’a bisa sabar, mungkin aku bisa menentukan arah,” Julia menjawab abu-abu.


Dia tidak menolak, tapi juga belum menerima secara langsung.


“A’a menerima tantanganmu, A’a akan sabar berjalan disisimu. A’a akan ada bila kamu butuh tempat bersandar.” Bastian memastikan dia akan memperjuangkan cinta Julia.


***


Di Jakarta, August kecewa, karena Julia tidak ada di rumahnya. Asisten rumah tangga yang ditemui mengatakan Julia berangkat dinas ke Jogja sejak hari Kamis lalu dan akan kembali hari Kamis depan. Gagal sudah candle light dinner yang dia rencanakan.


Dia memang ingin membuat ulang tahun Julia sebagai moment kembali baik hubungan mereka. Dia akan memohon maaf agar hubungan mereka bisa kembali terjalin. Kesal karena usahanya gagal, August meminta Bima datang ke lokasi yang dia sudah booking. Dia meminta Bima makan malam romantis dengan istrinya.


“Emang tadinya loe nge booking tempat itu buat apa? Sama siapa?” tanya Bima di telepon, dia dan istrinya sedang menuju lokasi yang sudah dibayar penuh oleh August itu.


“Niatnya gue mau ajak Julia, dia ulang tahun hari ini. Gue mau minta maaf dan ngajak dia balikan. Sayang dia lagi dinas ke Jogja satu minggu,” August menerangkan rencananya yang gagal.


***


Bastian mengantar Julia ke kamarnya, saat Julia masuk, dia ikut masuk. “A’a enggak mau berbuat jahat, cuma biar enggak ngomong di luar aja,” Bastian menarik masuk Julia ke dalam kamar dan dia tutup pintu kamar.


Hanya dua langkah dari pintu, tak lebih. Bastian mengeluarkan kotak kecil berwarna merah dari sakunya. “Selamat ulang tahun cintaku,” Bastian menyerahkan kotak itu dan mencium lembut dan lama kening Julia. Lalu dia segera keluar kamar gadis itu.


Julia kembali diam dan terpaku melihat kotak di tangannya. Dia masih merasakan kecup hangat dan lembut dari Bastian di keningnya. Terngiang pula ucapan Bastian ‘Selamat ulang tahun cintaku.’


Dibukanya kotak merah itu, sebuah cincin bermata berlian yang sederhana terlihat di dalam kotak mungil itu.


‘Kalau dia cinta, kenapa dia enggak makein cincin ini? Dasar monster, bikin orang bingung aja mau membalas cintanya! Julia memaki Bastian dalam hatinya.


***


Minggu pagi, si kembar memilih berenang sebelum sarapan. Basian yang bertugas menemani dan menjaga mereka di kolam renang. Banyak mata melirik pada Bastian, membuat Julia jengah. Dia meninggalkan kolam renang dan segera menuju ruang makan hotel untuk sarapan. Julia memilih sarapan lebih dulu dari keluarga pak Adi.


“Julia?” seorang gadis cantik memanggil nama Julia seakan tak percaya.


“Lea?” balas Julia, mereka pernah dekat saat kelas 10 dan 11. Lalu kelas 12 Lea pindah ke Jogja sehingga mereka kehilangan kontak.


“Kamu datang dengan siapa?” tanya Lea.


“Aku dengan keluarga Bossku, cucu-cucunya sedang berenang. Besok akan lokakarya,” jawab Julia, dia tak ingin mendapat image jelek karena menginap di hotel sendirian.


“Kamu sendiri sedang apa?” tanya Julia. Dia tak memperhatikan kawannya itu menggunakan seragam kerja hotel tempatnya menginap


“Aku kerja, kebetulan bagian kitchen, jadi harus kontrol menu dan ketersediaan barang setiap jam makan,” balas Lea. Saat SMA dulu, awal mereka akrab karena nama mereka beda 1 huruf yaitu Lea dan Lia.  Mereka akhirnya bertukar cerita tanpa ingat waktu. Lea juga mengenalkan beberapa temannya termasuk Husni yang sejak tadi menatap Julia dengan tatap mata kagum.


“YA, kamu sudah di sini duluan? Mana Bastian?” sapa pak Adi yang datang berdua dengan istrinya.


“A’a mungkin masih berenang dengan Topan dan Guntur, Pak,” sahut Julia sopan.


“Mereka sudah selesai berenang sejak tadi dan ke sini lebih dulu sebelum kami,” balas pak Adi sambil menerima kopi yang dibawakan istrinya.


“Li, aku pamit ya, silakan Bapak dan Ibu dilanjut sarapannya,” Lea tak enak mengganggu temannya.


“Pak, Bu, ini teman saya saat masih SMA,” Julia memperkenalkan Lea pada pak Achdiyat dan istrinya. Belum sempat mereka bersalaman terdengar teriakan duo jagoan. “Aunty,” kedua jagoan itu berlari menuju meja yang ditempati Julia.


“Morning cintaku,” dengan pedenya Bastian mengecup puncak kepala Julia yang masih duduk.


Julia makin jengah. Tapi apa mau dikata? Memang seperti itulah Bastian. “Kalian mau makan apa? Ayok Aunty antarkan,” Julia menawari pemuda cilik itu, sebab dia tak enak dengan Lea yang melihat semua itu.


“Ayok Uncle, kita berempat ambil makan,” ajak Guntur. Sang adik memang selalu lebih cepat tanggap. Akhirnya Bastian dan Julia berjalan ke meja menu sambil Lea pamit.


“A’a mau teh atau kopi?” tanya Julia.


“Kopi aja,” balas Bastian. Julia mengambilkan secangkir kopi, juga beberapa sachet creamer dan gula lalu dia antar ke meja tempat bu Achiyat berada. Julia lalu kembali menghampiri Topan yang meminta sarapan bubur ayam, dan Guntur yang meminta sandwich.


Julia menyediakan apa yang diinginkan keduanya dan mengantar ke meja bu Tuti kembali. Sekarang giliran dia meladeni bayi besarnya. “Kamu makan apa?” tanya Bastian, dia ingin mengambilkan kekasihnya sarapan.


“Tadi baru ngopi, pengen nasi goreng tapi koq pengen nyoba gudeg lengkap,” jawab Julia melihat pilihan menu yang tersedia.


“Aku ambil nasi goreng, kamu ambil gudeg. Nanti kita saling icip biar enggak penasaran,” Bastian memberi solusi keinginan Julia.


\=========================================================================


YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.


Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta