TELL LAURA I LOVE HER

TELL LAURA I LOVE HER
SATU KOSONG SATU



DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


 Laura mulai mendekati kursi pertama yaitu kursi yang diduduki oleh Claudia. Gerry langsung mendekati Syahrul. Tadi Gerhard sudah memberitahu agar adik lelaki Laura itu membantu Syahrul untuk berdiri dengan lututnya.


Sesudah itu Gerry kembali duduk disebelah kedua keponakannya.


Laura memulai prosesi sungkeman terlebih dahulu diikuti Syahrul. Semua menangis haru melihat bagaimana Laura selalu menangis saat minta restu dari papa, mama, uwak, nenek, dan opa serta dari mami dan papinya.


Begitu pun Syahrul. Dia makin tak bisa berkata-kata saat Mieske mengancamnya. “Kamu telah salah langkah Nak. Kamu meminta Mami menjadi pengganti orang tuamu!” demikian awal Mieske berbisik tadi yang tentu saja membuat Syahrul jadi cemas.


“Mami tak ingin menjadi orang tua pengganti untukmu,” lanjut Mieske.


“Mami dan Papi ingin kamu menjadi anak kami seutuhnya. Kamu anak Mami,” peluk Mieske dengan haru. Dia bahagia mempunya isosok pengganti Tommy.


“Terima kasih karena telah menerima aku jadi anak Mami. Sejak sekarang aku enggak akan jadi anak pengganti Mami dan Papi. Karena aku adalah anak kalian,” Syahrul balas memeluk Mieske dan mencium pipi perempuan tua yang telah kehilangan putra tunggalnya tiga tahun lalu.


Walau tak mendengar apa isi percakapan antara daddynya dan oma Mieske, Nazwa dan Fahri bisa menangkap kalau kedua orang dewasa itu telah melakukan perjanjian terikat ketika mereka melihat oma memeluk erat ayah mereka dan dibalas dengan ciuman kasih dipipi sang oma oleh ayah mereka.


Gerry bersiap untuk kembali mendekati Syahrul ketika calon kakak iparnya sudah beringsut ke depan papi Gerhard sebagai sesepuh terakhir di barisan para orang tua yang mendapat kehormatan untuk diberi sungkem oleh calon pengantin.


Selanjutnya dengan sigap team WO langsung merubah posisi kursi mengelilingi meja akad nikah. Akad nikah duduk di kursi biasa agar memudahkan Syahrul yang masih belum boleh banyak bergerak.


Saat ini Syahrul sudah duduk berhadapan dengan Anjasmara Kesuma ayah kandung dari Laura Maheswari Dewi Kesuma. Mieske menyematkan kain tipis yang menyatukan kepala Laura dan Syahrul. Dia sematkan jarum pentul di peci Syahrul dan di sanggul Laura agar kain tidak jatuh.


“Siap?” tanya penghulu pada Syahrul dan Anjasmara.


“Siap, jawab kedua lelaki itu dengan mantap tanpa keraguan.


“Saya nikahkan dan kawinkan engkau ananda Syahrul Wirawan Alamsyah bin Datuk Haris Alamsyah dengan putri kandung saya Laura Maheswari Dewi Kesuma dengan mas kawin seperangkat alat salat, cincin berlian, uang sebesar seratus satu rupiah dan sebidang tanah seluas 1000M tunai,” Anjasmara menghentak satu kali tangan Syahrul yang ada dalam genggamannya.


Syahrul yang mengerti arti hentakan itu langsung menjawabnya dengan segera. “Saya terima nikah dan kawinnya Laura Maheswari Dewi Kesuma binti Anjasmara Kesuma dengan mas kawin tersebut tunai!”


“SAH?” tanya penghulu pada para saksi yang bertugas dalam pernikahan kali ini. Tadi sebelum akad nikah penghulu sudah memberitahu kalau semua hadirin dilarang menjawab pertanyaan penghulu bagi para saksi ini. Karena sekarang sudah umum semua yang hadir asal teriak menjawab SAH, padahal itu bukan kapasitas mereka untuk menjawab hal itu.


“Sah,” jawab Gerry yang bertugas menjadi saksi dari pihak perempuan.


“Sah, jawab Gerhard yang bertugas menjadi wali dari pihak laki-laki.


“Alhamdulillaaaaah,” penghulu mengucap hamdalah diikuti semua yang hadir. Nazwa dan Fahri sudah merasa plong. Mereka sekarang resmi mempunyai mommy. Bukan hanya panggilan saja.


Acara selanjutnya dalah pemasangan cincin nikah bermata berlian yang memang sudah lama Syahrul siapkan. Kemarin sore Syahrul ditemani Gerry dan Anjas pulang ke rumahnya untuk mengambil cincin dan surat tanah yang memang dibelikan untuk Laura. Lokasi tanah persis di belakang panti asuhan dan niatnya ingin Syahrul buat sebagai kolam ikan penambah penghasilan untuk panti. Disebelah tanahnya sudah dibeli oleh Anjas yang tidak tahu kalau Syahrul sudah membeli tanah untuk kolam dengan luas dua kali dari tanah miliknya.


“Dengan mengucap Bismillah, saya sematkan cincin ini untukmu istriku. Semoga kita selalu setia selamanya,” bisik Syahrul. Ya dia hanya berharap kesetiaan  selamanya setelah mendapat pengkhianatan dari istri pertamanya.


“Dengan mengucap Bismillah, saya sematkan cincin ini. Jadilah imamku dunia akhirat,” ucap Laura.


“Insya Allah,” balas Syahrul dengan pasti.


Selanjutnya dipandu dengan kata-kata MC Laura mencium punggung tangan Syahrul. “Tahan sebentar ya, agar semua fotografer bisa mengabadikan moment manis ini,” demikian arahan dari sang MC.


“Selanjutnya adalah cium manis pertama di kening bagi sang istri. Kalau selama ini sering mencium kening tapi belum menjadi istri, kana sekarang kita saksikan cium pertama bagi sang istri. Yaaaa … mohon tahan sebentar, biar para juru foto bisa mendapat sudut terbaik,” demikian sang MC memandu acar hingga tuntas.


Kedua pengantin sudah berpindah tempat ke singgasana pengantin yang diapit oleh kedua orang tua. Sebelum para tamu dipersilakan memberi selamat, tentu diadakan dulu foto pengantin dengan para keluarga.


Nazwa yang sangat cantik dengan kebaya dan rok kain semotif dengan omanya tak lepas dari pandangan siapa pun. Juga gaya imoetnya Fahri yang selalu mengekor Gerry karena kedua opanya tak bisa dia ikuti sebab duduk di panggung bersama mommy dan daddynya.


“Itu anak dokter Syahrul Yah? Beda ya waktu datang diacara nikahan kita,” Namira berbisik pada Ilyas.


“Waktu datang ke pernikahan kita kan enggak dandan. Kan waktu itu Laura kenalin itu anak sulungnya dan anak kedua. Waktu itu dokter Syahrul masih koma kalau enggak salah ya?” sahut Ilyas.


“Iya, waktu itu dia masih koma. Bu Laura dan anak-anak datang dengan bu Ganis,” sahut Namira. Namira sudah tahu kalau dulu Ilyas mencoba mendekati Laura. Mereka memang telah menceritakan semua masa lalu mereka agar tak salah paham bila mendengar dari orang lain yang mungkin akan diberi bumbu penyedap.


“Ada yang penasaran enggak ya dengan uang mahar sebesar seratus satu rupiah? Ada yang ingin tahu?” tanya MC.


Tentu saja banyak yang menjawab dengan keingin tahuan apa arti 101 rupiah yang Syahrul gunakan sebagai mahar untuk Laura.


“Baik kita tanyakan dulu ke mempelai laki-laki apa arti angka seratu satu rupiah itu,” sang MC berjalan ke panggung saat Laura dan Syahrul sedang berpose dengan kedua anak mereka.


“Bisa terangkan arti angka 101 nya enggak Kang?” tanya si MC yang kemayu. Jangan salah MC nya lelaki ya. Jadi Laura tak perlu cemburu.


“101 adalah angka keramat buat saya. Waktu itu tanggal sepuluh Januari dua tahun lalu saya menyatakan cinta pada istri saya dihari ulang tahunnya saat hujan super deras!” jawab Syahrul. Laura langsung tersipu malu mengingat kejadian itu.


\=============================================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN BERJUDUL  WANT TO MARRY YOU  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta