
YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA
‘Hallo sweet heart, aku merindumu, merindu manis bibirmu,’ siang itu dari kantor Mike mengirim pesan rayuan pada adik iparnya. Gladys yang mendapat pesan itu sangat berbunga-bunga.
Mike tahu Gladys pacaran dengan Bastian, dan meminta Gladys harus selalu berbuat manis pada Bastian agar Stelle tidak curiga. Bahkan Mike juga yang menyuruh Glady memperkenalkan Bastian pada Stelle. Mike sudah menyelidiki latar belakang Bastian dinegara asalnya.
'Siang ini aku jemput, aku akan mengajakmu makan siang,’ ajak Mike selanjutnya.
‘Aku sedang di kampus dengan Bastian, Honey,’ balas Gladys segera. Tentu akan bermasalah bila Bastian tahu hubungan mereka dan mereka putus. Karena nanti Stelle akan cepat mencium hubungan terlarangnya dengan Mike.
‘Tak apa, dia tak akan curiga kalau aku menjemputmu. Karena aku adalah suami Stelle.’ jawab Mike menjawab ketakutan Gladys.
Setelah makan siang Mike mengatur rencana menjebak Bastian. Dia meminta Gladys menyerahkan keperawanannya pada Bastian agar pemuda itu langsung masuk perangkap. Tak lupa Mike memberi pil yang harus Gladys minum setiap dia berhubungan intim dengan Bastian.
Mike juga menghitung jadwal subur Gladys. Mereka akan melakukan hubungan saat masa subur gadis itu. Dan akan mencegah Bastian menyentuh Gladys saat masa subur. Sehingga bisa dipastikan anak yang akan dikandung Gladys nanti adalah 100% anak mereka berdua.
Sesuai skenario yang diatur oleh Mike, dengan lugunya Gladys hanya meminum pil jika sudah berhubungan dengan Bastian saja. Dia tak minum pil sesudah berhubungan intim dengan Mike, sehingga dia hamil. Karena saat berhubungan dengan Mike memang pas dihari subur.
Mike langsung mengatur rencana segera yaitu meminta Gladys agar dinikahi Bastian untuk mendapat hak waris bagi anaknya. Hanya mereka yang tahu janin itu milik Mike, bukan milik Bastian.
Gladys tentu bingung kalau sekarang dia harus berpisah dengan Mike, di sini dia hanya memiliki Stelle sang kakak dan Mike. Sekarang kakaknya tak mungkin mau menerimanya lagi. Mau tak mau dia harus mengikuti ketentuan Mike.
FLASH BACK OFF.
***
August kecewa, saat hari ini dia kembali mendatangi rumah Julia, rumah itu kosong. Sepertinya tak ada orang karena lampu depan sudah menyala padahal masih jam empat sore.
‘Aku akan datang lagi hari Senin malam sepulang Julia dari kantor, karena nanti tengah malam aku terbang dan baru kembali hari Senin siang,’ batin August membulatkan tekadnya kembali mendekati Julia.
August sadar, perempuan seperti Julia lah yang terbaik untuk berumah tangga, bukan seperti June dan April yang rela memberikan dirinya pada siapa pun sebelum resmi menikah.
August sadar pernah salah melangkah. Untuk ke depannya dia tak akan mau terjatuh lagi. Dia akan memperbaiki diri. August pun meninggalkan rumah mantan tunangannya itu.
***
“Neng, itu ada kang Tian,” pak Sanusi Prawira, ayah Julia memberi tahu putrinya yang sedang sibuk masak membuat sarapan untuk hari Minggu ini.
“Kang Tian saha Yah?” tanya Julia, maksudnya Kang Tian siapa? Karena dia tidak merasa kenal dengan sosok bernama Tian.
“Eta, nu bageur anakna pak Adi tea,” jawab sang ayah. Artinya itu, yang ganteng anaknya pak Adi.
“Yayah mah, asal. Itu mah Bastian, bukan Tian atuh Yah,” balas Julia yang mengerti sosok yang dimaksud ayahnya.
‘What, Bastian belum jam tujuh pagi sudah sampai rumahnya di Bogor? Mau ngapain? Berangkat dari Jakarta jam berapa?’ Julia malah bingung sendiri.
Ini bukan kunjungan pertama Bastian kerumah ini. Jauh sebelum dia menyatakan cinta pada Julia, dia sudah lebih dulu datang dengan sopan meminta izin pada kedua orang tua Julia. Dia memang tak ingin pacaran. Itu sebabnya dia langsung menghadap pak Sanusi.
“Ama driver, sengaja pagi biar belum panas dan belum kena macet,” balas Bastian santai.
“Drivernya suruh masuk dulu, aku buatkan minum,” Julia langsung ke belakang membuatkan minum bagi Bastian dan drivernya.
“Aku ngerampungin masak buat sarapan ya A’,” Julia pamit pada Bastian. Biar saja lelaki itu ngobrol dengan ayahnya. Tak mungkin dia berhenti masak karena mereka tak punya asisten rumah tangga disini.
Bubu memang tidak menggunakan asisten rumah tangga. Rumah yang tak terlalu besar dan hanya berpenghuni 3 orang bisa ditanggulangi sendiri. Selain itu yayah dan Yogi membantu semua pekerjaan sehingga jasa asisten rumah tangga memang tak mereka butuhkan.
Tugas Yogi menyapu dan mengepel rumah, biasa dia kerjakan malam menjelang tidur, sehingga tidak mengganggu aktivitas sekolah serta tidak kotor lagi keinjak-injak yang lewat sebelum kering.
Tugas yayah mencuci pakaian dengan mesin dan tugas Bubu masak serta menyetrika. Cucian piring? Tugas ini biasanya mereka kerjakan bergantian tanpa perlu disuruh. Kalau terbiasa habis makan langsung dicuci tentu tak banyak cucian piring yang teronggok.
Julia mengajak Bastian dan drivernya makan sarapan bersama bubu dan yayah serta adiknya. Semula tentu sang driver menolak, dia mau langsung pulang ke Jakarta karena merasa sudah cukup beristirahat dan minum kopi yang disediakan Julia tadi.
“Enggak boleh pulang sebelum sarapan Mang,” Julia melarang mang Dadang pulang.
Teh Imah yang membantu Julia di Jakarta tak ada di rumah ini, karena setiap pulang ke Bogor, dia langsung pulang ke rumah orang tuanya. Nanti sore baru dia akan ke rumah Julia untuk kembali ke Jakarta.
“Aku malas jalan A’. Ke tempat lain aja ya?” Julia menolak ajakan Bastian ke Kebun Raya Bogor. Dia sedang mendapat tamu bulanan sehingga tidak enak kalau jalan kaki jauh.
“Oke, kamu mau ke mana?” Bastian pikir yang penting dia bisa berdua dengan Julia dan bisa ngobrol untuk lebih saling mengenal.
“Gimana kalau ke Sukasari? Beli asinan buat mamah dan roti unyil buat para pacarku?” tanya Julia minta persetujuan. Lama menjadi asisten pak Adi Julia hafal kesukaan mamahnya Bastian. Perempuan itu paling suka asinan sayur dari Sukasari. Dan sikembar suka roti unyil yang isi daging, sosis atau keju. Tak suka yang isi pisan, jagung, selai nanas.
“Para pacar?” tanya Bastian bingung.
“Iya, mereka sangat imoet dan innocent. Aku sayang mereka,” Julia menegaskan pernyataannya tadi.
“Apa enggak cukup hanya aku di hatimu?” Bastian menjawab lirih sambil meminta kunci mobil milik Julia. Mobilnya sudah kembali ke Jakarta tadi. Sungguh dia sedikit terpukul Julia punya kekasih selain dirinya.
“Maaf A’, mereka tak terganti,” balas Julia tanpa dosa.
Julia pamit pada ayah dan ibunya. “Kamu mau ikut?” tanya Bastian pada Yogi.
“Enteu Kang,” balas Yogi sambil menggeleng. Dia bilang tidak kak. Yogi tak ingin jadi obat nyamuk diantara kakaknya dan Bastian.
=====================================================================
YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.
Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta