
MASUK BAB TERAKHIR YA. TERIMA KASIH TELAH SETIA MEMBACA NOVEL INI
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
“Abang, koq inget sih tanggal itu,” bisik Laura pad suaminya.
“Inget lah Mom. Saat itu adalah hari patah hati yang tak akan terlupakan. Sedah dengan pedenya menyatakan cinta sesudah kasih selamat ulang tahun. Eh ditolak,” Syahrul pun menjawab dengan berbisik. Dan Laura langsung membalasnya dengan cubitan di perut suaminya.
“Sakit Yank,” Syahrul mengeluh karena sakit dicubit oleh istrinya.
***
“Selamat ya Rul, semoga selalu bahagia,” dokter Krisna dan dokter lain di rumah sakit Kemala tempat Syahrul bekerja adalah rombongan pertama yang memberi ucapan selamat pada pasangan pengantin baru itu.
“Dokter Krisna terima kasih banget bantuannya selama Abang dirawat,” Laura menyampaikan terima kasih tak terhingga pada rekan kerja suaminya itu.
“Selamat Bro, semoga yang kali ini tidak hancur seperti yang pertama,” Rido, adik kelas saat Syahrul kuliah datang dari Jakarta begitu sang kakak tingkat mengabari kalau pagi ini akan kembali menikah. Rido pula yang membongkar perselingkuhan Ida dan suami barunya juga memberitahu alasan mengapa Ida berniat mengambil Nazwa dan Fahri setelah putranya meninggal dan suaminya cacat.
“Insya Allah kami tak akan hancur karena cinta kami kuat,” sahut Laura. Dia sudah ‘kenal’ dengan Rido dari cerita-cerita Syahrul selama ini. Bahkan saat Syahrul koma pun Laura memberitahu Rido dan lelaki itu langsung datang menjenguk.
“Lala anak Mama. Selamat ya sayankku,” Carla mamanya Rubben memeluk Laura erat-erat. Tadi dia juga sudah bertemu dengan Claudia dan Anjas.
“Makasih Ma. Mama sehat terus ya?” Laura memeluk erat ibu angkatnya itu. Carla datang bersama anak-anak, menantu-menantu dan para cucunya. Dua cucunya adalah anak panti asuhan yang diadopsi oelh anaknya.
“Sayankku, selamat ya sayank. Ade kecilnya Kakak sekarang sudah menikah,” Dipta sang kakak angkat memeluk dan mencium Laura gadis bule yang dulu sering dia gendong dan dia ciumi. Buat Dipta, Ruben dan Steve memang Lala adalah adik bungsu mereka.
‘Terima kasih ya Kak bisa nyempetin datang walau undangannya ngedadak,” Laura memeluk erat Dipta.
“Nah, kalau kalian sudah bertemu, kalian lupa ama aku,” suara renyah seorang perempuan mengganggu peluk erat Dipta dan Laura.
“Ha ha ha Uni cemburu kah?” goda Laura pada Uni Franda istri Dipta
“Aku tak akan cemburu padamu. Aku lebih cemburu pada Clara yang tak pernah bisa jauh sedikit dari abangmu itu,” sahut Franda.
“Resiko punya anak perempuan ya seperti itu. Anakku yang lelaki juga sering dicemburui oleh Daddynya karena tak bisa jauh dari aku,” jawab Laura. Karena sering Syahrul cemburu pada Fahri yang sangat kolokan bila bersama Laura.
“Eh, koq jadi Daddy yang kena. Kan emang ade sangat kolokan ke kamu,” bantah Syahrul.
“Wow cepet salaman dan fotonya, kami masih antri,” dari bawah panggung terdengar Rubben atau yang biasa dipanggil ubby oleh Laura memperingatkan Dipta segera turun. Memang di pernikahan ini MC mengatur sepasang-sepasang yang bersalaman agar mempermudah membuat foto dengan pengantin.
“Ha ha ha, Kak Ubby sudah ngomel tuh,” Laura terkekeh melihat kakak angkatnya yang terdekat mengomel karena ingin segera naik ke panggung.
Rubben dan Witri istrinya naik setelah pasangan Dipta dan Franda turun. Witri sedang hamil anak pertama. Usia kehamilan baru dua bulan. Ibu muda itu terlihat pucat tapi tetap senyum.
“Kak Witri semangaaaaaaaaat, sehat terus ya Kak,” Laura memeluk kakak iparnya itu.
“Aaamiiiin. Makasih say, selamat juga buatmu ya,” balas Witri sambil mencium pipi adiknya.
“Aakhirnya adik bungsu Kakak menikah juga. Selamat ya sayankku,” Rubben memeluk dan mencium Laura dengan gemas dan sayang.
“Terima kasih Kakak tergantengku,” sahut Laura. Dari ketiga kakak asuhnya memang Rubben yang paling dekat. Terlebih sejak dia pacaran dengan Tommy.
“Enak ya jjadi anak bungsu, dipeluk dan diciumin terus,” Syahrul sedikit keqi karena istrinya diciumi lelaki lain.
“Mau protes gimana coba? Ini Kak Steve enggak datang lho karena dia di Semarang dan si kecil sedang demam. Kalau ada dia lebih heboh lagi,” jawab Laura santai.
“Selamat bu Laura, maaf hanya bisa datang berdua. August sedang terbang dan baru kembali lusa. Septian sedang ke raja ampat buat honey moon,” Wicak dan Wahyu dari team motor gede menyempatkan hadir saat kemarin menerima undangan dari Laura.
“Kami berterima kasih atas kehadirannya,” Laura tak menyangka mereka bisa hadir. Syahrul yang pernah bertemu saat acara amal motor gede pun tak aneh saat mereka hadir.
“Adenya Teteh, selamat ya geulis,” Assyfa. sepupu almarhum Tommy yang bekerja di televisi Bandung datang bersama suaminya.
“Teteh Syfa terima kasih, ini dadakan karena mami dan mama bikin surprise,” Laura membalas pelukan tetehnya erat.
“Akang ucapin selamat ya, semoga sakinah mawadah dan warohmah,” Toha dan Adnan mengucapkan selamat untuk kedua mempelai.
“Akang terima kasih bantuannya selama ini,” Laura tak menyangka Adnan dan Toha sempat hadir. Kemarin mereka bilang pagi ini sedang jadwal piket.
“Selamat ya,” Ariano dan Shanum mengucapkan selamat pada Laura.
“Abang, ini Ariano yang renov gedung panti,” Laura memperkenalkan Syahrul pada Ariano.
“Kan sudah pernah bertemu saat kita makan sama anak-anak,” jawab Syahrul santai. Dia tak menyangka cinta Laura memilihnya. Pria yang jauh lebih tua dari pria muda ganteng di depannya. Soal mapan tentu pria ini juga berpotensi masa depan yang cerah.
“Ibu, Mas August titip salam. Dia belum bisa datang karena baru akan pulang lusa,” Wulan mengucapkan selamat sendirian karena wak Jum dan Kemunimg hanya menunggunya di depan.
“Kamu bukannya harus bedrest?” tanya Syahrul.
“Iya Dok, sudah izin mas August. Dan dikasih waktu kesini sebentar asal ada yang kawal. Ini juga mau langsung pulang,” sahut Wulan.
“Ya sudah, bukan kami ngusir, tapi sebaiknya kamu segera pulang ya Lan. Jangan sampai bayimu kenapa-kenapa,” Laura menuruh Wulan segera istirahat.
***
Dari jauh mata Kemuning selal mengawasi Wulan. Dia tak ingin kepercayaan August tercoret bila Wulan sakit atau lemah. Tetiba bajunya tersiram air padahal dia sedang duduk.
“Maaf … maaf,” suara bariton meminta maaf dengan tulus.
“Abang gimana sih,” protes perempuan muda cantik disebelahnya.
“Maaf ya Tehh, maaf sampai tertumaph air seperti ini,” perempuan muda itu juga langsung meminta maaf pada Kemuning.
“Sudah enggak apa-apa. Saya juga akan pulang koq,” Kemuning langsung berdiri dan menghampiri Wulan.
“Kamu makan dulu lalu kita pulang ya,” Kemuning mengajak Wulan dan wak Jum untuk makan. Dia tinggalkan lelaki yang telah tak sengaja menumpahkan minum ke bajunya dengan terus menatapnya.
‘Cantik, anggung dan SOMBONG!’ kesan itu yang lelaki ganteng berikan untuk Kemuning.
“Bajumu kenapa Ning?” tanya Wulan.
“Ada orang meleng numpahin air minumnya. Padahal dari tadi aku duduk di sana enggak pindah kemana pun.” jawab Kemuning dengan sedikit kesal.
( cerita Kemuning dan penabraknya nanti dibikin di judul lain ya )
***
“Masih adakah yang belum memberi selamat pada kedua mempelai?” MC memberi kesempatan pada para tamu untuk memberi ucapan selamat. Saat ini sedang bergantian semua pegawai panti asuhan. Mereka memang tak bisa sekaligus karena harus ada yang menjaga para bayi dan balita diruamh sebelah.
Tiba giliran Laura dan Syahrul turun dari panggung. Mereka akan berbaur dengan semua yang hadir dan makan siang.
“Terima kasih telah menerima cintaku. Terima kasih telah menerima statusku dan tak pernah bosan aku katakan I love you Mom,” bisik Syahrul. Dia dekap erat istrinya, pujaan hatinya.
“Love you more Dadd,” balas Laura sambil mengecup pipi suaminya dengan lembut.
TAMAT
\===================================================================
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta